Mathematics · Buku 2 · Grades 10–12

Matematika Sekolah Menengah Atas

Matematika Sekolah Menengah Atas · Grades 10–12

6Vektor

Sebuah vektor menyandikan perpindahan: sebuah arah dan sebuah panjang, tanpa memedulikan titik awalnya. Vektor memberi bukti yang bersih bagi fakta geometris dan, begitu koordinat masuk ke dalam gambar, menyusutkannya menjadi perhitungan kecil. Vektor akan menjadi perkakas penting pada Bab 7 dan, kelak, bagi hasil kali skalar pada Bab 16.

6.1 Translasi dan vektor

Definisi 6.1 (Vektor)

Diberikan dua titik AA dan BB, vektor AB\vect{AB} menyatakan perpindahan dari AA ke BB: vektor itu mempunyai sebuah arah (arah garis (AB)(AB), beserta arah perjalanan sepanjang garis itu, dari AA menuju BB) dan sebuah panjang (jarak ABAB, ditulis juga AB\norm{\vect{AB}}). Dua vektor disebut sama apabila keduanya menyandikan perpindahan yang sama: AB=CD\vect{AB} = \vect{CD} berarti bahwa menerapkan kedua perpindahan itu pada titik mana pun memberi hasil yang sama.

Proposisi 6.2 (Vektor yang sama dan jajargenjang)

AB=CD\vect{AB} = \vect{CD} tepat ketika ABDCABDC (menurut urutan itu!) adalah jajargenjang, mungkin jajargenjang yang gepeng — setara dengan itu, ketika [AD][AD] dan [BC][BC] mempunyai titik tengah yang sama.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Vektor yang sama AB = CD: arah sama, jurusan sama, panjang sama. Segi empat ABDC adalah jajargenjang.
Vektor yang sama AB=CD\vect{AB} = \vect{CD}: arah sama, jurusan sama, panjang sama. Segi empat ABDCABDC adalah jajargenjang.

Notasi 6.3

Sebuah vektor sering dinamai dengan satu huruf, u\vec u atau v\vec v, bila titik ujungnya tidak penting. Vektor nol 0=AA\vec 0 = \vect{AA} adalah perpindahan yang tidak menggerakkan apa pun. Lawan dari AB\vect{AB} adalah BA\vect{BA}: panjangnya sama, jurusannya berlawanan. Kita tulis BA=AB\vect{BA} = -\vect{AB}.

6.2 Menjumlahkan vektor

Definisi 6.4 (Jumlah dua vektor)

Yang disebut jumlah u+v\vec u + \vec v adalah perpindahan yang diperoleh dengan melakukan u\vec u lalu v\vec v.

Teorema 6.5 (Relasi Chasles)

Untuk sebarang tiga titik AA, BB, CC:

AB+BC=AC.\vect{AB} + \vect{BC} = \vect{AC}.

Bukti. Pergi dari AA ke BB, lalu dari BB ke CC, adalah perpindahan yang membawa AA ke CC: itulah perpindahan yang disandikan oleh AC\vect{AC}.

Catatan 6.6 (Aturan jajargenjang)

Untuk menjumlahkan dua vektor yang digambar dari titik yang sama, AB+AC\vect{AB} + \vect{AC}, lengkapkan jajargenjang ABDCABDC: jumlahnya adalah diagonal AD\vect{AD}. Memang AC=BD\vect{AC} = \vect{BD}, sehingga AB+AC=AB+BD=AD\vect{AB} + \vect{AC} = \vect{AB} + \vect{BD} = \vect{AD} menurut relasi Chasles.

Dua gambar penjumlahan: ujung ke pangkal (relasi Chasles, kiri) dan aturan jajargenjang (kanan). Dua gambar penjumlahan: ujung ke pangkal (relasi Chasles, kiri) dan aturan jajargenjang (kanan).
Dua gambar penjumlahan: ujung ke pangkal (relasi Chasles, kiri) dan aturan jajargenjang (kanan).

Contoh 6.7 (Menyederhanakan dengan Chasles)

Sederhanakan MN+NP+PQ\vect{MN} + \vect{NP} + \vect{PQ}: merangkai perpindahannya memberi MQ\vect{MQ}. Sederhanakan ABAC\vect{AB} - \vect{AC}: tulis ulang selisihnya sebagai jumlah dengan vektor lawannya,

ABAC=AB+CA=CA+AB=CB.\vect{AB} - \vect{AC} = \vect{AB} + \vect{CA} = \vect{CA} + \vect{AB} = \vect{CB}.

6.3 Mengalikan vektor dengan bilangan

Definisi 6.8 (Kelipatan skalar)

Misalkan u\vec u vektor taknol dan kk bilangan real. Vektor kuk\vec u mempunyai arah yang sama dengan u\vec u, panjang k×u\abs{k} \times \norm{\vec u}, dan berjurusan sama dengan u\vec u jika k>0k > 0, berlawanan jika k<0k < 0. Untuk k=0k = 0, 0u=00\vec u = \vec 0.

Definisi 6.9 (Kekolinearan)

Dua vektor u\vec u dan v\vec v disebut kolinear apabila keduanya mempunyai arah yang sama, yaitu apabila v=ku\vec v = k \vec u untuk suatu bilangan real kk (atau salah satunya 0\vec 0).

Catatan 6.10

Kekolinearan adalah bahasa vektor untuk kesejajaran dan kesegarisan:

  • garis (AB)(AB) dan (CD)(CD) sejajar tepat ketika AB\vect{AB} dan CD\vect{CD} kolinear;
  • titik AA, BB, CC segaris tepat ketika AB\vect{AB} dan AC\vect{AC} kolinear.

6.4 Koordinat vektor

Definisi 6.11 (Koordinat sebuah vektor)

Pada sebuah sistem koordinat, koordinat vektor AB\vect{AB} adalah bilangan yang memerikan perpindahannya:

AB(xBxA, yByA).\vect{AB}\,(x_B - x_A,\ y_B - y_A).

Sebuah vektor u(a,b)\vec u\,(a, b) menggeser setiap titik sejauh aa satuan mendatar dan bb satuan tegak.

Proposisi 6.12 (Berhitung dengan koordinat)

Misalkan u(a,b)\vec u\,(a, b) dan v(c,d)\vec v\,(c, d), serta kRk \in \R.

  1. u=v\vec u = \vec v tepat ketika a=ca = c dan b=db = d;
  2. u+v\vec u + \vec v berkoordinat (a+c, b+d)(a + c,\ b + d);
  3. kuk\vec u berkoordinat (ka, kb)(ka,\ kb);
  4. u=a2+b2\norm{\vec u} = \sqrt{a^2 + b^2} (pada sistem ortonormal).

Bukti. 1–3 menyatakan ulang, koordinat demi koordinat, apa yang dilakukan perpindahannya: misalnya melakukan u\vec u lalu v\vec v menggeser sebuah titik secara mendatar sejauh aa lalu cc, jadi a+ca + c seluruhnya. Butir 4 adalah rumus jarak Teorema 5.4 yang diterapkan pada ruas garis yang mewakili u\vec u.

Teorema 6.13 (Kriteria kekolinearan)

Dua vektor u(a,b)\vec u\,(a, b) dan v(c,d)\vec v\,(c, d) kolinear jika dan hanya jika

adbc=0.ad - bc = 0 .

Bukti. Jika v=ku\vec v = k\vec u, maka c=kac = ka dan d=kbd = kb, sehingga adbc=a(kb)b(ka)=0ad - bc = a(kb) - b(ka) = 0. Hal yang sama berlaku jika u=kv\vec u = k \vec v atau jika salah satu vektornya nol.

Sebaliknya, andaikan adbc=0ad - bc = 0 dengan u0\vec u \neq \vec 0, katakan a0a \neq 0 (kasus b0b \neq 0 serupa). Ambil k=cak = \frac{c}{a}; maka c=kac = ka, dan ad=bc=b(ka)ad = bc = b(ka) memberi, setelah dibagi a0a \neq 0, d=kbd = kb. Jadi v=ku\vec v = k\vec u.

Contoh 6.14

Apakah u(3,2)\vec u\,(3, -2) dan v(6,4)\vec v\,(-6, 4) kolinear? Hitunglah adbc=3×4(2)×(6)=1212=0ad - bc = 3 \times 4 - (-2)\times(-6) = 12 - 12 = 0: ya, dan memang v=2u\vec v = -2\vec u. Untuk u(3,2)\vec u\,(3, -2) dan w(1,5)\vec w\,(1, 5): 3×5(2)×1=1703 \times 5 - (-2) \times 1 = 17 \neq 0: tidak kolinear.

Metode 6.15 (Kesegarisan dan kesejajaran)

Untuk membuktikan bahwa tiga titik AA, BB, CC segaris:

  1. hitunglah koordinat AB\vect{AB} dan AC\vect{AC};
  2. periksalah kriteria adbc=0ad - bc = 0 pada Teorema 6.13;
  3. simpulkan: kedua vektornya kolinear dan berbagi titik AA, jadi ketiga titiknya segaris.

Perhitungan yang sama dengan AB\vect{AB} dan CD\vect{CD} membuktikan bahwa garis (AB)(AB) dan (CD)(CD) sejajar.

Contoh 6.16

Misalkan A(1,2)A(1, 2), B(3,5)B(3, 5) dan C(7,11)C(7, 11). Maka AB(2,3)\vect{AB}\,(2, 3) dan AC(6,9)\vect{AC}\,(6, 9), serta 2×93×6=1818=02 \times 9 - 3 \times 6 = 18 - 18 = 0: jadi ketiga titiknya segaris (bahkan AC=3AB\vect{AC} = 3\vect{AB}).

Titik yang segaris: AC adalah kelipatan skalar AB.
Titik yang segaris: AC\vect{AC} adalah kelipatan skalar AB\vect{AB}.

6.5 Latihan

Latihan 6.1

Sederhanakan dengan relasi Chasles:

AB+BD,KL+LM+MK,ACBC,AB+CA.\vect{AB} + \vect{BD}, \qquad \vect{KL} + \vect{LM} + \vect{MK}, \qquad \vect{AC} - \vect{BC}, \qquad \vect{AB} + \vect{CA}.
Solusi

Solusi Latihan 6.1.

AB+BD=AD\vect{AB} + \vect{BD} = \vect{AD} (Chasles).

KL+LM+MK=KK=0\vect{KL} + \vect{LM} + \vect{MK} = \vect{KK} = \vec 0.

ACBC=AC+CB=AB\vect{AC} - \vect{BC} = \vect{AC} + \vect{CB} = \vect{AB}.

AB+CA=CA+AB=CB\vect{AB} + \vect{CA} = \vect{CA} + \vect{AB} = \vect{CB}.

Latihan 6.2

Misalkan A(2,1)A(2, 1), B(5,3)B(5, 3), C(1,4)C(-1, 4). Hitunglah koordinat AB\vect{AB}, BC\vect{BC}, AC\vect{AC}, lalu periksa pada koordinatnya bahwa AB+BC=AC\vect{AB} + \vect{BC} = \vect{AC}.

Solusi

Solusi Latihan 6.2.

AB(52, 31)=(3,2)\vect{AB}\,(5-2,\ 3-1) = (3, 2); BC(15, 43)=(6,1)\vect{BC}\,(-1-5,\ 4-3) = (-6, 1); AC(12, 41)=(3,3)\vect{AC}\,(-1-2,\ 4-1) = (-3, 3). Periksa: (3,2)+(6,1)=(3,3)(3, 2) + (-6, 1) = (-3, 3), koordinat demi koordinat.

Latihan 6.3

Misalkan u(2,3)\vec u\,(2, -3) dan v(1,4)\vec v\,(-1, 4). Berikan koordinat u+v\vec u + \vec v, 3u3\vec u, 2uv2\vec u - \vec v, lalu hitunglah u\norm{\vec u}.

Solusi

Solusi Latihan 6.3.

u+v=(2+(1), 3+4)=(1,1)\vec u + \vec v = (2 + (-1),\ -3 + 4) = (1, 1).

3u=(6,9)3\vec u = (6, -9).

2uv=(4(1), 64)=(5,10)2\vec u - \vec v = (4 - (-1),\ -6 - 4) = (5, -10).

u=22+(3)2=13\norm{\vec u} = \sqrt{2^2 + (-3)^2} = \sqrt{13}.

Latihan 6.4

Pada setiap hal berikut, sebutkan apakah u\vec u dan v\vec v kolinear:

(a) u(4,6), v(6,9);(b) u(2,5), v(4,10);(c) u(3,1), v(1,3).\text{(a) } \vec u\,(4, 6),\ \vec v\,(6, 9); \qquad \text{(b) } \vec u\,(2, -5),\ \vec v\,(-4, 10); \qquad \text{(c) } \vec u\,(3, 1),\ \vec v\,(1, 3).
Solusi

Solusi Latihan 6.4.

(a) 4×96×6=3636=04 \times 9 - 6 \times 6 = 36 - 36 = 0: kolinear (v=32u\vec v = \frac32 \vec u).

(b) 2×10(5)×(4)=2020=02 \times 10 - (-5) \times (-4) = 20 - 20 = 0: kolinear (v=2u\vec v = -2\vec u).

(c) 3×31×1=803 \times 3 - 1 \times 1 = 8 \neq 0: tidak kolinear.

Latihan 6.5

Misalkan A(0,2)A(0, 2), B(4,0)B(4, 0), C(6,3)C(6, 3). Carilah koordinat titik DD sehingga ABCDABCD menjadi jajargenjang, yaitu sehingga AB=DC\vect{AB} = \vect{DC}.

Solusi

Solusi Latihan 6.5.

AB(4,2)\vect{AB}\,(4, -2), dan DC(6xD, 3yD)\vect{DC}\,(6 - x_D,\ 3 - y_D). Syarat AB=DC\vect{AB} = \vect{DC} memberi 6xD=46 - x_D = 4 dan 3yD=23 - y_D = -2, jadi D(2,5)D(2, 5).

Latihan 6.6 ★★

Misalkan A(2,1)A(-2, 1), B(1,3)B(1, 3), C(4,1)C(4, -1).

  1. Hitunglah koordinat titik MM sehingga AM=AB+AC\vect{AM} = \vect{AB} + \vect{AC}.
  2. Segi empat apakah ABMCABMC itu? Berikan alasannya.
Solusi

Solusi Latihan 6.6.

1. AB(3,2)\vect{AB}\,(3, 2) dan AC(6,2)\vect{AC}\,(6, -2), sehingga AB+AC=(9,0)\vect{AB} + \vect{AC} = (9, 0) dan M=(2+9, 1+0)=(7,1)M = (-2 + 9,\ 1 + 0) = (7, 1).

2. Menurut aturan jajargenjang, AM=AB+AC\vect{AM} = \vect{AB} + \vect{AC} berarti ABMCABMC adalah jajargenjang (MM titik sudut keempat yang berhadapan dengan AA). Dapat diperiksa: AB(3,2)\vect{AB}\,(3,2) dan CM(74, 1(1))=(3,2)\vect{CM}\,(7-4,\ 1-(-1)) = (3, 2) memang sama.

Latihan 6.7 ★★

Misalkan A(1,1)A(1, -1), B(4,1)B(4, 1), C(10,5)C(10, 5). Apakah titik AA, BB, CC segaris? Pertanyaan yang sama untuk A(0,3)A(0, 3), B(2,2)B(2, 2), C(8,1)C(8, -1).

Solusi

Solusi Latihan 6.7.

Tripel pertama: AB(3,2)\vect{AB}\,(3, 2), AC(9,6)\vect{AC}\,(9, 6); 3×62×9=03 \times 6 - 2 \times 9 = 0: segaris (AC=3AB\vect{AC} = 3\vect{AB}).

Tripel kedua: AB(2,1)\vect{AB}\,(2, -1), AC(8,4)\vect{AC}\,(8, -4); 2×(4)(1)×8=8+8=02 \times (-4) - (-1) \times 8 = -8 + 8 = 0: segaris juga (AC=4AB\vect{AC} = 4\vect{AB}).

Latihan 6.8 ★★

Misalkan A(1,2)A(1, 2), B(5,4)B(5, 4), C(6,1)C(6, 1), D(2,1)D(2, -1). Tunjukkan bahwa (AB)(AB) dan (CD)(CD) sejajar, lalu bahwa ABCDABCD adalah jajargenjang. Pemeriksaan yang mana mengakibatkan yang lain?

Solusi

Solusi Latihan 6.8.

AB(4,2)\vect{AB}\,(4, 2) dan DC(62, 1(1))=(4,2)\vect{DC}\,(6-2,\ 1-(-1)) = (4, 2): kedua vektornya sama, jadi ABCDABCD adalah jajargenjang, dan khususnya (AB)(CD)(AB) \parallel (CD). Sifat jajargenjang itulah yang lebih kuat: sifat itu mengakibatkan kesejajarannya (kekolinearan vektornya), tidak sebaliknya.

Latihan 6.9 ★★

Misalkan ABCABC sebuah segitiga, dan misalkan II titik yang ditentukan oleh AI=23AB\vect{AI} = \frac23 \vect{AB}. Dengan A(0,0)A(0,0), B(6,3)B(6, 3), C(2,5)C(2, 5) (agar perhitungannya tetap sederhana):

  1. hitunglah koordinat II;
  2. misalkan JJ titik dengan CJ=23CB\vect{CJ} = \frac23\vect{CB}; hitunglah koordinat JJ;
  3. tunjukkan bahwa (IJ)(IJ) sejajar dengan (AC)(AC).
Solusi

Solusi Latihan 6.9.

1. AB(6,3)\vect{AB}\,(6, 3), sehingga AI=23AB=(4,2)\vect{AI} = \frac23\vect{AB} = (4, 2) dan I(4,2)I(4, 2).

2. CB(62, 35)=(4,2)\vect{CB}\,(6-2,\ 3-5) = (4, -2), sehingga CJ=23CB=(83,43)\vect{CJ} = \frac23\vect{CB} = \left(\frac83, -\frac43\right) dan J(2+83, 543)=(143,113)J\left(2 + \frac83,\ 5 - \frac43\right) = \left(\frac{14}{3}, \frac{11}{3}\right).

3. IJ(1434, 1132)=(23,53)\vect{IJ}\,\left(\frac{14}{3} - 4,\ \frac{11}{3} - 2\right) = \left(\frac23, \frac53\right) dan AC(2,5)\vect{AC}\,(2, 5). Kriteria kekolinearannya:

23×553×2=103103=0:\frac23 \times 5 - \frac53 \times 2 = \frac{10}{3} - \frac{10}{3} = 0 :

kedua vektornya kolinear, jadi (IJ)(IJ) sejajar dengan (AC)(AC). (Baik II maupun JJ terletak sepertiga jalan dari sisinya menuju BB: segitiga kecil IBJIBJ adalah perkecilan ABCABC.)

Latihan 6.10 ★★★

Misalkan ABCDABCD sebarang segi empat, dan misalkan II, JJ, KK, LL titik tengah [AB][AB], [BC][BC], [CD][CD], [DA][DA]. Dengan memakai koordinat A(xA,yA)A(x_A, y_A), dan seterusnya, tunjukkan bahwa IJ=LK\vect{IJ} = \vect{LK}, lalu simpulkan bahwa titik tengah sisi pada sebarang segi empat selalu membentuk jajargenjang.

Solusi

Solusi Latihan 6.10.

Titik tengahnya adalah

I(xA+xB2,yA+yB2),J(xB+xC2,yB+yC2),K(xC+xD2,yC+yD2),L(xD+xA2,yD+yA2).I\left(\tfrac{x_A + x_B}{2}, \tfrac{y_A + y_B}{2}\right), \quad J\left(\tfrac{x_B + x_C}{2}, \tfrac{y_B + y_C}{2}\right), \quad K\left(\tfrac{x_C + x_D}{2}, \tfrac{y_C + y_D}{2}\right), \quad L\left(\tfrac{x_D + x_A}{2}, \tfrac{y_D + y_A}{2}\right).

Koordinat pertama kedua vektornya:

xJxI=xB+xC2xA+xB2=xCxA2,xKxL=xC+xD2xD+xA2=xCxA2,x_J - x_I = \frac{x_B + x_C}{2} - \frac{x_A + x_B}{2} = \frac{x_C - x_A}{2}, \qquad x_K - x_L = \frac{x_C + x_D}{2} - \frac{x_D + x_A}{2} = \frac{x_C - x_A}{2},

dan perhitungan yang sama berlaku untuk koordinat keduanya. Jadi IJ=LK\vect{IJ} = \vect{LK} (keduanya sama dengan 12AC\frac12\vect{AC}), dan IJKLIJKL adalah jajargenjang, bagaimanapun bentuk segi empat ABCDABCD.

6.6 Soal: Aljabar anak panah

Soal 6.1

Soal akhir pekan — senam Chasles, titik berat yang dibuktikan ulang dalam dua baris, dan gaya dalam keseimbangan: untuk apa sebenarnya vektor itu

Di jilid sebelumnya sudah dibuktikan bahwa ketiga garis berat sebuah segitiga bertemu pada dua pertiga panjangnya — dengan sebuah jajargenjang cerdik yang tersembunyi di dalam segitiganya (soal akhir pekan tentang titik berat di jilid sebelumnya). Vektor membuktikannya ulang dalam dua baris, dan menghadiahkan perpotongan di satu titik itu secara cuma-cuma. Untuk itulah aljabar baru ini ada: teorema menjadi perhitungan dengan anak panah. Soal ini melatih perhitungannya (terutama Chasles), menyajikan bukti dua barisnya, memperluas Varignon (Latihan 6.10), dan berakhir di tempat vektor dilahirkan: gaya dan kecepatan.

Bagian I — Senam Chasles.

  1. Sederhanakan dengan relasi Chasles (Teorema 6.5): AB+BC+CD\vect{AB} + \vect{BC} + \vect{CD}; MAMB\vect{MA} - \vect{MB}; AB+CD+BC+DA\vect{AB} + \vect{CD} + \vect{BC} + \vect{DA}.
  2. Kiat titik asal: tunjukkan bahwa untuk sebarang titik OO, berlaku AB=OBOA\vect{AB} = \vect{OB} - \vect{OA}.
  3. Buktikan kedua ciri titik tengah II dari [AB][AB]:

    IA+IB=0danOI=12(OA+OB) untuk sebarang O.\vect{IA} + \vect{IB} = \vec 0 \qquad\text{dan}\qquad \vect{OI} = \tfrac12\left(\vect{OA} + \vect{OB}\right) \ \text{untuk sebarang } O .
  4. Dengan memakai AB=DC\vect{AB} = \vect{DC}, temukan kembali titik sudut keempat DD jajargenjang ABCDABCD dengan A(1,2)A(-1, 2), B(3,4)B(3, 4), C(6,0)C(6, 0) — lalu bandingkan dengan jawaban lewat kiat titik tengah pada Soal 5.1.
  5. Menambahkan sebuah vektor tetap u\vec u pada setiap titik pada bidang menjalankan transformasi yang mana — transformasi yang ditemukan dengan dua cermin pada soal akhir pekan tentang dua cermin di jilid sebelumnya dan dengan dua setengah putaran pada soal akhir pekan tentang setengah putaran di jilid sebelumnya? Hitunglah peta (1,2)(1, 2) oleh u=(3,1)\vec u = (3, -1).

Bagian II — Titik berat, bukti ketiga. Definisikan titik GG sebuah segitiga ABCABC oleh syarat yang anggun berikut

GA+GB+GC=0.\vect{GA} + \vect{GB} + \vect{GC} = \vec 0 .
  1. Dengan kiat titik asal, tunjukkan bahwa syarat itu menentukan GG secara tunggal: OG=13(OA+OB+OC)\vect{OG} = \frac13\left(\vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC}\right) untuk sebarang OO — sehingga koordinat GG adalah rata-rata koordinat ketiga titik sudutnya (soal akhir pekan tentang titik berat di jilid sebelumnya sudah melihatnya secara numeris).
  2. Buktikan AG=13(AB+AC)\vect{AG} = \frac13\left(\vect{AB} + \vect{AC}\right), dan, dengan menulis KK untuk titik tengah [BC][BC], buktikan AK=12(AB+AC)\vect{AK} = \frac12\left(\vect{AB} + \vect{AC}\right). Simpulkan: AG=23AK\vect{AG} = \frac23\,\vect{AK} — yaitu teorema dua pertiga, terbukti ulang.
  3. Mengapa garis berat dari BB dan dari CC melalui GG yang sama tanpa perhitungan tambahan? Bandingkan ketiga bukti teorema ini yang tersedia — jajargenjang tersembunyi di jilid sebelumnya, koordinat, dan vektor — masing-masing dalam satu kalimat.
  4. Pemeriksaan numeris: A(1,1)A(1, 1), B(5,2)B(5, 2), C(3,6)C(3, 6). Hitunglah GG, lalu KK, lalu periksalah AG=23AK\vect{AG} = \frac23 \vect{AK} dengan kriteria kekolinearan (Teorema 6.13).
  5. Fisika membaca GG sebagai titik seimbang tiga massa yang sama di ketiga titik sudutnya. Lipatduakan massa di AA (massanya menjadi 2,1,12, 1, 1): titik seimbangnya menjadi OG=2OA+OB+OC4\vect{OG'} = \frac{2\vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC}}{4}. Hitunglah GG' untuk segitiga pada pertanyaan 9 lalu bandingkan letaknya dengan GG.

Bagian III — Kekolinearan sedang bekerja.

  1. Apakah u(3,2)\vec u(3, -2) dan v(6,4)\vec v(-6, 4) kolinear? Lalu w(2,5)\vec w(2, 5) dan z(4,9)\vec z(4, 9)? Putuskan dengan kriteria determinannya.
  2. Apakah titik A(1,2)A(1, 2), B(3,5)B(3, 5), C(7,11)C(7, 11) segaris?
  3. Melampaui Varignon (Latihan 6.10): pada sebarang segi empat ABCDABCD, bimedian menghubungkan titik tengah sisi yang berhadapan ([IK][IK] dan [JL][JL]). Dengan memakai vektor posisi (OI=12(OA+OB)\vect{OI} = \frac12(\vect{OA} + \vect{OB}), dan seterusnya), tunjukkan bahwa kedua bimedian itu mempunyai titik tengah yang sama, dengan vektor posisi 14(OA+OB+OC+OD)\frac14\left(\vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC} + \vect{OD}\right): yaitu titik berat segi empat itu.
  4. Thales dalam satu baris: MM dan NN adalah titik yang ditentukan oleh AM=13AB\vect{AM} = \frac13\vect{AB} dan AN=13AC\vect{AN} = \frac13\vect{AC}. Hitunglah MN\vect{MN} dalam BC\vect{BC} lalu simpulkan kesejajaran serta perbandingannya.
  5. Perumumlah pertanyaan 14 ke perbandingan sebarang kk, lalu nyatakan dalam satu kalimat bagaimana kalkulus vektor itu menyerap teorema titik tengah dan teorema Thales sekaligus.

Bagian IV — Gaya dan kecepatan.

  1. Sebuah perahu didorong arus 33 km/jam ke timur sementara didayung 44 km/jam ke utara. Berikan vektor kecepatan resultannya, besarnya, lalu uraikan haluan yang sesungguhnya. (Sebuah tripel yang sangat tua muncul di sini.)
  2. Tiga gaya bekerja pada sebuah cincin: u(2,1)\vec u(2, 1), v(3,2)\vec v(-3, 2), w(1,3)\vec w(1, -3). Hitunglah resultannya. Apa yang dilakukan cincin itu? Dan mengapa jumlah anak panah sepanjang segi banyak tertutup mana pun selalu 0\vec 0 (Chasles)?
  3. Dua gaya u(4,1)\vec u(4, -1) dan v(1,3)\vec v(-1, 3) bekerja pada sebuah kait. Gaya ketiga apa yang menahan kait itu tetap seimbang?
  4. Seorang perenang menyeberangi sungai dengan menuju lurus ke seberang pada 22 m/s; arusnya mengalir 1.51.5 m/s. Berikan kecepatan resultan dan besarnya. Sungai itu selebar 5050 m: berapa lama penyeberangannya, dan seberapa jauh ke hilir perenang itu mendarat?
  5. Penutup: satu objek, tiga busana — anak panah perpindahan, pasangan koordinat, gaya atau kecepatan. Daftarkan ketiga teorema klasik yang dibuktikan ulang soal ini dengan aljabar vektor, lalu sebutkan satu besaran geometris yang belum dapat diukur oleh vektor bab ini — perkakas yang membereskannya tiba bersama hasil kali skalar, pada tahun berikutnya.
Solusi

Solusi Soal 6.1.

1. AB+BC+CD=AD\vect{AB} + \vect{BC} + \vect{CD} = \vect{AD}; MAMB=MA+BM=BA\vect{MA} - \vect{MB} = \vect{MA} + \vect{BM} = \vect{BA}; AB+BC+CD+DA=AA=0\vect{AB} + \vect{BC} + \vect{CD} + \vect{DA} = \vect{AA} = \vec 0 (setelah jumlah ketiga diurutkan ulang).

2. OBOA=AO+OB=AB\vect{OB} - \vect{OA} = \vect{AO} + \vect{OB} = \vect{AB} menurut Chasles.

3. II adalah titik tengah [AB][AB] tepat ketika IA=IB\vect{IA} = -\vect{IB}, yaitu IA+IB=0\vect{IA} + \vect{IB} = \vec 0. Lalu, untuk sebarang OO: 0=IO+OA+IO+OB\vec 0 = \vect{IO} + \vect{OA} + \vect{IO} + \vect{OB}, sehingga 2OI=OA+OB2\,\vect{OI} = \vect{OA} + \vect{OB} — dan sebaliknya.

4. AB=(4,2)\vect{AB} = (4, 2), dan DD memenuhi DC=AB\vect{DC} = \vect{AB}: D=C(4,2)=(2,2)D = C - (4, 2) = (2, -2) — yaitu DD yang sama dengan Soal 5.1, satu baris lebih cepat.

5. Translasi oleh vektor u\vec u — persis transformasi yang dihasilkan oleh dua cermin sejajar atau dua setengah putaran. Peta (1,2)(1, 2): (4,1)(4, 1).

6. Dengan menjabarkan setiap GX\vect{GX} sebagai GO+OX\vect{GO} + \vect{OX}: 3GO+OA+OB+OC=03\,\vect{GO} + \vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC} = \vec 0, sehingga OG=13(OA+OB+OC)\vect{OG} = \frac13(\vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC}): hanya ada satu titik semacam itu, dan koordinatnya adalah rata-rata koordinat ketiga titik sudutnya.

7. AB+AC=(AG+GB)+(AG+GC)=2AG+(GB+GC)=2AGGA=3AG\vect{AB} + \vect{AC} = (\vect{AG} + \vect{GB}) + (\vect{AG} + \vect{GC}) = 2\vect{AG} + (\vect{GB} + \vect{GC}) = 2\vect{AG} - \vect{GA} = 3\vect{AG}, sehingga AG=13(AB+AC)\vect{AG} = \frac13(\vect{AB} + \vect{AC}). Rumus titik tengah (pertanyaan 3, dilihat dari AA) memberi AK=12(AB+AC)\vect{AK} = \frac12(\vect{AB} + \vect{AC}). Setelah dibandingkan: AG=23AK\vect{AG} = \frac23\vect{AK} — jadi GG terletak pada garis berat [AK][AK], pada dua pertiga jalan dari AA.

8. Syarat pendefinisinya memperlakukan AA, BB, CC secara sama, sehingga perhitungan yang sama dari BB atau dari CC menempatkan GG yang sama pada dua pertiga garis berat itu: perpotongan di satu titik tidak menuntut ongkos tambahan. Bukti jajargenjangnya cerdik tetapi khusus; koordinat menghitung tetapi mengaburkan; vektor membuat kesetangkupannya terlihat dan buktinya dua baris.

9. G(1+5+33,1+2+63)=(3,3)G\left(\frac{1+5+3}{3}, \frac{1+2+6}{3}\right) = (3, 3); K(4,4)K(4, 4); AG=(2,2)\vect{AG} = (2, 2) dan AK=(3,3)\vect{AK} = (3, 3): determinannya 2×32×3=02 \times 3 - 2 \times 3 = 0, jadi kolinear, dan memang AG=23AK\vect{AG} = \frac23\vect{AK}.

10. G(2+5+34,2+2+64)=(2.5, 2.5)G'\left(\frac{2 + 5 + 3}{4}, \frac{2 + 2 + 6}{4}\right) = (2.5,\ 2.5): tertarik dari G(3,3)G(3,3) menuju titik sudut A(1,1)A(1,1) yang massanya digandakan, sebagaimana seharusnya sebuah titik seimbang.

11. 3×4(2)(6)=1212=03 \times 4 - (-2)(-6) = 12 - 12 = 0: kolinear (v=2u\vec v = -2\vec u). 2×95×4=202 \times 9 - 5 \times 4 = -2 \neq 0: tidak kolinear.

12. AB=(2,3)\vect{AB} = (2, 3), AC=(6,9)\vect{AC} = (6, 9): determinannya 2×93×6=02 \times 9 - 3 \times 6 = 0: segaris.

13. OI=12(OA+OB)\vect{OI} = \frac12(\vect{OA} + \vect{OB}) dan OK=12(OC+OD)\vect{OK} = \frac12(\vect{OC} + \vect{OD}), sehingga titik tengah [IK][IK] mempunyai vektor posisi 12(OI+OK)=14(OA+OB+OC+OD)\frac12(\vect{OI} + \vect{OK}) = \frac14(\vect{OA} + \vect{OB} + \vect{OC} + \vect{OD}) — dan perhitungan untuk [JL][JL] memberi vektor yang persis sama. Kedua bimedian itu (dan, menurut Varignon, kedua diagonal jajargenjang IJKLIJKL) berbagi pusat ini: yaitu titik berat segi empatnya.

14. MN=ANAM=13AC13AB=13BC\vect{MN} = \vect{AN} - \vect{AM} = \frac13\vect{AC} - \frac13\vect{AB} = \frac13\vect{BC}: jadi (MN)(BC)(MN) \parallel (BC) dan MN=13BCMN = \frac13 BC.

15. Dengan AM=kAB\vect{AM} = k\,\vect{AB} dan AN=kAC\vect{AN} = k\,\vect{AC}: MN=kBC\vect{MN} = k\,\vect{BC} — satu baris yang memuat teorema titik tengah (k=12k = \frac12) dan Thales (untuk sebarang kk): perbandingannya lolos utuh melalui pengurangan itu.

16. Resultannya (3,4)(3, 4), besarnya 9+16=5\sqrt{9 + 16} = 5 km/jam: perahu itu sesungguhnya bergerak ke timur laut condong ke utara, sepanjang sisi miring segitiga 334455.

17. u+v+w=(0,0)\vec u + \vec v + \vec w = (0, 0): cincin itu diam — seimbang. Sepanjang segi banyak tertutup A1A2AnA1A_1 A_2 \dots A_n A_1, Chasles melipat jumlahnya menjadi A1A1=0\vect{A_1 A_1} = \vec 0: berkeliling membawamu kembali ke tempat semula.

18. w=(u+v)=(3,2)=(3,2)\vec w = -(\vec u + \vec v) = -(3, 2) = (-3, -2).

19. Resultannya (1.5, 2)(1.5,\ 2), besarnya 2.25+4=2.5\sqrt{2.25 + 4} = 2.5 m/s. Penyeberangannya: 5050 m pada 22 m/s melintang: 2525 s; hanyutnya: 1.5×25=37.51.5 \times 25 = 37.5 m ke hilir.

20. Yang dibuktikan ulang akhir pekan ini: teorema dua pertiga titik berat (pertanyaan 7), pusat bimedian dan Varignon (pertanyaan 13), serta Thales dan titik tengah (pertanyaan 14–15). Yang masih belum dapat dilakukan anak panah: mengukur sudut (dan karenanya panjang pada arah sebarang) — hasil kali skalar tahun berikutnya justru merupakan alat yang hilang itu.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium