Mathematics · Buku 2 · Grades 10–12

Matematika Sekolah Menengah Atas

Matematika Sekolah Menengah Atas · Grades 10–12

9Peluang dan Penyampelan

Peluang memberikan bilangan kepada kebetulan. Berangkat dari percobaan dengan hasil yang sama-sama mungkin — dadu, koin, kartu — bab ini membangun aturan dasar untuk menghitung peluang sebuah kejadian, memperkenalkan diagram pohon untuk percobaan dua langkah, lalu berakhir pada kaitan antara peluang dan frekuensi relatif yang teramati. Teorinya berlanjut pada Bab 18.

9.1 Percobaan acak dan kejadian

Definisi 9.1 (Hasil dan kejadian)

Sebuah percobaan acak adalah percobaan yang hasilnya tidak dapat diramalkan (melempar dadu). Himpunan semua hasil yang mungkin disebut ruang sampel Ω={ω1,,ωn}\Omega = \{\omega_1, \dots, \omega_n\}; anggotanya disebut hasil. Sebuah kejadian adalah himpunan hasil; sebuah kejadian terjadi apabila hasil percobaannya termasuk di dalamnya.

Definisi 9.2 (Distribusi peluang)

Memberikan kepada setiap hasil ωi\omega_i sebuah bilangan pi0p_i \geq 0, dengan p1++pn=1p_1 + \dots + p_n = 1, mendefinisikan sebuah peluang: peluang P(A)\P(A) sebuah kejadian AA adalah jumlah pip_i dari hasil-hasil di dalam AA. Khususnya P(Ω)=1\P(\Omega) = 1 dan kejadian mustahil \varnothing berpeluang 00.

Proposisi 9.3 (Hasil yang sama-sama mungkin)

Jika nn hasilnya sama-sama mungkin (masing-masing pi=1np_i = \frac1n), maka untuk setiap kejadian AA:

P(A)=banyaknya hasil dalam An=kasus yang menguntungkankasus yang mungkin.\P(A) = \frac{\text{banyaknya hasil dalam } A}{n} = \frac{\text{kasus yang menguntungkan}}{\text{kasus yang mungkin}} .

Bukti. AA memuat sejumlah kk hasil, masing-masing berpeluang 1n\frac1n, sehingga P(A)=kn\P(A) = \frac kn.

Contoh 9.4

Lemparlah sebuah dadu setimbang: Ω={1,2,3,4,5,6}\Omega = \{1, 2, 3, 4, 5, 6\}, setiap hasilnya berpeluang 16\frac16. Kejadian AA: “hasilnya genap” adalah A={2,4,6}A = \{2, 4, 6\}, jadi P(A)=36=12\P(A) = \frac36 = \frac12. Kejadian BB: “hasilnya paling sedikit 55” adalah B={5,6}B = \{5, 6\}, jadi P(B)=26=13\P(B) = \frac26 = \frac13.

9.2 Memadukan kejadian

Definisi 9.5 (Irisan, gabungan, komplemen)

Misalkan AA dan BB dua kejadian.

  • ABA \cap B (“AA dan BB”) terjadi apabila keduanya terjadi;
  • ABA \cup B (“AA atau BB”) terjadi apabila paling sedikit satu terjadi;
  • komplemen Aˉ\bar A (“bukan AA”) terjadi tepat ketika AA tidak terjadi;
  • AA dan BB disebut saling lepas apabila keduanya tidak dapat terjadi bersamaan: AB=A \cap B = \varnothing.

Teorema 9.6 (Aturan penjumlahan)

Untuk semua kejadian AA dan BB:

P(AB)=P(A)+P(B)P(AB),P(Aˉ)=1P(A).\P(A \cup B) = \P(A) + \P(B) - \P(A \cap B), \qquad \P(\bar A) = 1 - \P(A) .

Untuk kejadian yang saling lepas, aturan pertamanya menyederhana menjadi P(AB)=P(A)+P(B)\P(A \cup B) = \P(A) + \P(B).

Bukti. Menjumlahkan P(A)+P(B)\P(A) + \P(B) menambahkan peluang setiap hasil dalam ABA \cup B satu kali, kecuali hasil dalam ABA \cap B, yang terhitung dua kali — sekali di AA dan sekali di BB. Mengurangkan P(AB)\P(A \cap B) memperbaiki penghitungan ganda itu. Untuk komplemennya: AA dan Aˉ\bar A saling lepas dan AAˉ=ΩA \cup \bar A = \Omega, jadi P(A)+P(Aˉ)=P(Ω)=1\P(A) + \P(\bar A) = \P(\Omega) = 1.

Dua kejadian yang bertumpang tindih: pada (A) + (B), irisan A ∩ B yang terarsir terhitung dua kali, dan itulah yang menjelaskan pengurangan pada aturan penjumlahannya.
Dua kejadian yang bertumpang tindih: pada P(A)+P(B)\P(A) + \P(B), irisan ABA \cap B yang terarsir terhitung dua kali, dan itulah yang menjelaskan pengurangan pada aturan penjumlahannya.

Contoh 9.7

Ambil satu kartu dari satu set 5252 kartu baku. Misalkan AA: “kartunya bergambar hati” (1313 kartu) dan BB: “kartunya raja” (44 kartu). Maka ABA \cap B adalah “raja hati” (11 kartu), dan

P(AB)=1352+452152=1652=413.\P(A \cup B) = \frac{13}{52} + \frac{4}{52} - \frac{1}{52} = \frac{16}{52} = \frac{4}{13}.

Aturan komplemen sering menjadi jalan tercepat: peluang bahwa kartunya bukan hati adalah 11352=341 - \frac{13}{52} = \frac34.

9.3 Diagram pohon

Metode 9.8 (Percobaan dua langkah)

Untuk percobaan yang dikerjakan dalam dua langkah:

  1. gambarlah sebuah pohon: satu cabang untuk setiap hasil yang mungkin pada langkah pertama, lalu dari masing-masingnya, satu cabang untuk setiap hasil langkah kedua, sambil menuliskan peluang pada setiap cabang (cabang yang meninggalkan sebuah simpul harus berjumlah 11);
  2. peluang sebuah jalur (sehelai daun pohon itu) adalah hasil kali peluang sepanjang cabangnya;
  3. peluang sebuah kejadian adalah jumlah peluang jalur yang mewujudkannya.

Contoh 9.9

Sebuah guci berisi 33 bola merah dan 22 bola biru. Ambil satu bola, kembalikan, lalu ambil lagi. Setiap pengambilan memberi merah (M) berpeluang 35\frac35 dan biru (B) berpeluang 25\frac25.

Pohon dua pengambilan dengan pengembalian. Keempat peluang jalurnya berjumlah 1.
Pohon dua pengambilan dengan pengembalian. Keempat peluang jalurnya berjumlah 11.

Peluang memperoleh dua bola berwarna sama adalah P(MM)+P(BB)=925+425=1325\P(\text{MM}) + \P(\text{BB}) = \frac{9}{25} + \frac{4}{25} = \frac{13}{25}; peluang memperoleh paling sedikit satu biru adalah 1P(MM)=1925=16251 - \P(\text{MM}) = 1 - \frac{9}{25} = \frac{16}{25} (aturan komplemen).

Catatan 9.10

Tanpa pengembalian, peluang pengambilan kedua bergantung pada yang pertama: dengan guci di atas, setelah mengambil sebuah bola merah, hanya tersisa 22 merah dan 22 biru, sehingga cabang keduanya membawa 24\frac24 dan 24\frac24. Metode pohonnya bekerja tanpa perubahan; hanya bilangan pada cabang tingkat keduanya yang berubah.

9.4 Frekuensi relatif dan penyampelan

Ketika sebuah percobaan acak diulang berkali-kali, frekuensi relatif yang teramati untuk sebuah kejadian mendekati peluangnya — itulah sebabnya peluang berguna untuk memerikan dunia nyata.

Definisi 9.11 (Sampel)

Sebuah sampel berukuran nn adalah hasil mengulang percobaan yang sama sebanyak nn kali secara saling bebas. Frekuensi relatif teramati sebuah kejadian pada sampel itu adalah banyaknya kemunculan dibagi nn.

Contoh 9.12

Sebuah koin setimbang memberi gambar dengan peluang 0.50.5. Melemparnya 100100 kali jarang memberi tepat 5050 gambar: sampel itu berfluktuasi. Rangkaian khas 100100 lemparan memberi frekuensi relatif seperti 0.460.46, 0.530.53, 0.490.49 — dekat dengan 0.50.5, tetapi tidak sama. Sampel yang lebih besar berfluktuasi lebih kecil: dengan 1000010\,000 lemparan, frekuensi relatif yang teramati biasanya berada dalam sekitar 0.010.01 dari 0.50.5.

Catatan 9.13 (Interval fluktuasi)

Sebuah aturan praktis yang berguna, yang dibenarkan pada Bab 19: untuk sampel berukuran nn dari kejadian berpeluang pp (dengan nn cukup besar), frekuensi relatif yang teramati terletak dalam interval

[p1n,p+1n]\intcc{p - \frac{1}{\sqrt n}}{\,p + \frac{1}{\sqrt n}}

pada kira-kira 95%95\% sampelnya. Jika sebuah frekuensi relatif teramati jatuh jauh di luar interval ini, ragukanlah nilai pp itu: inilah titik tolak pengujian statistik.

Contoh 9.14

Sebuah pabrik mengaku bahwa hanya 10%10\% suku cadangnya yang cacat (p=0.1p = 0.1). Pada sampel berisi n=400n = 400 suku cadang, 6464 di antaranya cacat: frekuensi relatifnya 64400=0.16\frac{64}{400} = 0.16. Interval fluktuasinya adalah [0.1120,0.1+120]=[0.05,0.15]\intcc{0.1 - \frac{1}{20}}{0.1 + \frac{1}{20}} = \intcc{0.05}{0.15}, dan 0.160.16 jatuh di luarnya: sampel itu meragukan pengakuannya secara serius.

9.5 Latihan

Latihan 9.1

Sebuah dadu setimbang dilempar. Hitunglah peluang setiap kejadian berikut: “memperoleh 66”; “memperoleh bilangan ganjil”; “memperoleh paling banyak 44”; “memperoleh 77”.

Solusi

Solusi Latihan 9.1.

Masing-masing dari 66 hasilnya berpeluang 16\frac16. “Memperoleh 66”: 16\frac16. “Bilangan ganjil” ={1,3,5}= \{1, 3, 5\}: 36=12\frac36 = \frac12. “Paling banyak 44={1,2,3,4}= \{1,2,3,4\}: 46=23\frac46 = \frac23. “Memperoleh 77”: kejadian mustahil, peluangnya 00.

Latihan 9.2

Sebuah kantong berisi 55 kelereng hijau, 33 kuning dan 22 hitam; satu kelereng diambil secara acak. Hitunglah peluang bahwa kelereng itu hijau; bahwa kelereng itu bukan hitam; bahwa kelereng itu hijau atau kuning.

Solusi

Solusi Latihan 9.2.

Ada 1010 kelereng yang sama-sama mungkin. P(hijau)=510=12\P(\text{hijau}) = \frac{5}{10} = \frac12. P(bukan hitam)=1210=810=45\P(\text{bukan hitam}) = 1 - \frac{2}{10} = \frac{8}{10} = \frac45. Hijau dan kuning saling lepas: P(hijau atau kuning)=510+310=810=45\P(\text{hijau atau kuning}) = \frac{5}{10} + \frac{3}{10} = \frac{8}{10} = \frac45.

Latihan 9.3

Di sebuah kelas berisi 3030 siswa, 1818 belajar bahasa Spanyol, 1010 belajar bahasa Jerman, dan 44 belajar keduanya. Seorang siswa dipilih secara acak. Dengan aturan penjumlahan, hitunglah peluang bahwa siswa itu belajar paling sedikit satu di antara kedua bahasa itu, lalu peluang bahwa ia tidak belajar keduanya.

Solusi

Solusi Latihan 9.3.

Misalkan SS: “belajar bahasa Spanyol”, GG: “belajar bahasa Jerman”. Maka P(S)=1830\P(S) = \frac{18}{30}, P(G)=1030\P(G) = \frac{10}{30}, P(SG)=430\P(S \cap G) = \frac{4}{30}. Aturan penjumlahan:

P(SG)=1830+1030430=2430=45.\P(S \cup G) = \frac{18}{30} + \frac{10}{30} - \frac{4}{30} = \frac{24}{30} = \frac45 .

Komplemennya: P(tidak keduanya)=145=15\P(\text{tidak keduanya}) = 1 - \frac45 = \frac15.

Latihan 9.4

Sebuah koin setimbang dilempar dua kali. Gambarlah pohon percobaannya lalu hitunglah peluang memperoleh dua gambar; tepat satu gambar; paling sedikit satu gambar.

Solusi

Solusi Latihan 9.4.

Pohonnya mempunyai empat jalur, yaitu GG, GA, AG, AA, masing-masing berpeluang 12×12=14\frac12 \times \frac12 = \frac14. Dua gambar: 14\frac14. Tepat satu gambar (GA atau AG): 24=12\frac24 = \frac12. Paling sedikit satu gambar: 1P(AA)=114=341 - \P(\text{AA}) = 1 - \frac14 = \frac34.

Latihan 9.5 ★★

Sebuah guci berisi 44 bola merah dan 66 bola putih. Dua bola diambil satu demi satu tanpa pengembalian. Gambarlah pohonnya dengan peluang yang benar pada tingkat kedua, lalu hitunglah peluang mengambil dua bola merah, lalu peluang mengambil dua bola berbeda warna.

Solusi

Solusi Latihan 9.5.

Pengambilan pertama: merah berpeluang 410\frac{4}{10}, putih 610\frac{6}{10}. Pengambilan kedua tanpa pengembalian: setelah merah, tersisa 33 merah dan 66 putih di antara 99; setelah putih, 44 merah dan 55 putih di antara 99.

Dua merah: 410×39=1290=215\frac{4}{10} \times \frac39 = \frac{12}{90} = \frac{2}{15}.

Warna berbeda: jalur MP dan PM:

410×69+610×49=2490+2490=4890=815.\frac{4}{10} \times \frac69 + \frac{6}{10} \times \frac49 = \frac{24}{90} + \frac{24}{90} = \frac{48}{90} = \frac{8}{15}.

Latihan 9.6 ★★

Dua dadu setimbang dilempar dan jumlah matanya dicatat.

  1. Jelaskan mengapa ruang sampelnya dapat diambil sebagai 3636 pasangan yang sama-sama mungkin (1,1),(1,2),,(6,6)(1,1), (1,2), \dots, (6,6).
  2. Hitunglah peluang bahwa jumlahnya 77; bahwa jumlahnya 1212; bahwa jumlahnya paling banyak 44.
  3. Jumlah manakah yang paling mungkin?
Solusi

Solusi Latihan 9.6.

1. Setiap dadu secara saling bebas menampilkan setiap sisi dengan peluang 16\frac16, sehingga 3636 pasangan terurutnya sama-sama mungkin; jumlah matanya ditentukan oleh pasangan itu.

2. Jumlah 77: pasangan (1,6),(2,5),(3,4),(4,3),(5,2),(6,1)(1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1), jadi P=636=16\P = \frac{6}{36} = \frac16. Jumlah 1212: hanya (6,6)(6,6), P=136\P = \frac{1}{36}. Jumlah paling banyak 44: pasangan yang berjumlah 22, 33 atau 44: (1,1)(1,1); (1,2),(2,1)(1,2), (2,1); (1,3),(2,2),(3,1)(1,3), (2,2), (3,1) — enam pasangan, jadi P=636=16\P = \frac{6}{36} = \frac16.

3. Banyaknya pasangan yang mencapai setiap jumlah naik dari 11 (jumlah 22) sampai 66 (jumlah 77) lalu menurun: jumlah yang paling mungkin adalah 77.

Latihan 9.7 ★★

Sebuah soal pilihan ganda menawarkan 44 jawaban, satu di antaranya benar. Seorang siswa menjawab 22 soal semacam itu yang saling bebas, sepenuhnya secara acak. Hitunglah peluang menjawab benar keduanya, benar tepat satu, dan benar tidak satu pun. Periksa bahwa ketiga peluang itu berjumlah 11.

Solusi

Solusi Latihan 9.7.

Setiap soal dijawab benar dengan peluang 14\frac14, secara saling bebas. Pohonnya bertingkat dua:

Keduanya benar: 14×14=116\frac14 \times \frac14 = \frac{1}{16}.

Tepat satu benar: jalur benar–salah dan salah–benar: 14×34+34×14=616=38\frac14 \times \frac34 + \frac34 \times \frac14 = \frac{6}{16} = \frac38.

Tidak satu pun benar: 34×34=916\frac34 \times \frac34 = \frac{9}{16}.

Periksa: 116+616+916=1\frac{1}{16} + \frac{6}{16} + \frac{9}{16} = 1.

Latihan 9.8 ★★

Seorang politikus mengaku memperoleh dukungan 50%50\%. Dalam jajak pendapat terhadap n=900n = 900 pemilih yang dipilih acak, 396396 mendukungnya.

  1. Hitunglah frekuensi relatif teramati dan interval fluktuasinya di sekitar p=0.5p = 0.5 untuk n=900n = 900.
  2. Apakah jajak pendapat itu meragukan pengakuannya?
Solusi

Solusi Latihan 9.8.

1. Frekuensi relatif teramati: 396900=0.44\frac{396}{900} = 0.44. Dengan n=900n = 900: 1900=1300.033\frac{1}{\sqrt{900}} = \frac{1}{30} \approx 0.033, sehingga interval fluktuasinya sekitar [0.467,0.533]\intcc{0.467}{0.533}.

2. Nilai teramati 0.440.44 terletak di luar interval itu: sampel berisi 900900 pemilih dari populasi dengan dukungan 50%50\% jarang menyimpang sejauh itu. Jajak pendapat itu sangat meragukan pengakuan 50%50\% tadi.

Latihan 9.9 ★★★

Sebuah permainan berbiaya 22 untuk dimainkan: kamu melempar dadu setimbang lalu menang 66 bila muncul 66, menang 33 bila muncul 55, dan tidak memperoleh apa-apa selain itu.

  1. Hitunglah peluang setiap jumlah kemenangan (66, 33, 00).
  2. Selama 600600 permainan, kira-kira berapa kali tiap hasil kamu harapkan? Hitunglah total harapan untung dan ruginya: apakah permainan ini layak dimainkan?
Solusi

Solusi Latihan 9.9.

1. P(menang 6)=16\P(\text{menang } 6) = \frac16 (muncul 66), P(menang 3)=16\P(\text{menang } 3) = \frac16 (muncul 55), P(menang 0)=46=23\P(\text{menang } 0) = \frac46 = \frac23.

2. Selama 600600 permainan, harapkan sekitar 100100 kali enam, 100100 kali lima, dan 400400 lemparan lainnya. Kemenangannya: sekitar 100×6+100×3=900100 \times 6 + 100 \times 3 = 900. Biayanya: 600×2=1200600 \times 2 = 1200. Hasil bersih yang diharapkan: 9001200=300900 - 1200 = -300, yaitu rugi sekitar 0.50.5 per permainan secara rata-rata — permainan itu tidak layak dimainkan.

9.6 Soal: Tiga pintu yang memperdaya seribu matematikawan

Soal 9.1

Soal akhir pekan — paradoks Monty Hall dan kerabatnya: bagaimana keterangan mengubah peluang, dan bagaimana sampel memisahkan pengakuan dari angan-angan

Pada tahun 1990 pengasuh rubrik Marilyn vos Savant menerbitkan sebuah teka-teki tentang pemandu acara kuis, tiga pintu, sebuah mobil dan dua ekor kambing — lalu menjawabnya dengan benar. Sepuluh ribu pembaca, di antaranya ratusan doktor matematika, menyurati redaksi untuk bersikeras bahwa ia keliru. Soal ini mempersenjatai kamu dengan pohon (Metode 9.8), komplemen dan aturan penjumlahan (Teorema 9.6), membiarkanmu menuntaskan perdebatan itu sendiri, lalu ditutup dengan alat yang menengahi setiap sengketa semacam itu dalam praktik: sampel yang berfluktuasi.

Bagian I — Aturannya, sebagai pemanasan.

  1. Satu kartu dari satu set 5252 kartu baku: hitunglah P(raja atau hati)P(\text{raja atau hati}) dengan aturan penjumlahan — lalu katakan mengapa 452+1352\frac{4}{52} + \frac{13}{52} saja keliru.
  2. Tiga lemparan koin setimbang: hitunglah P(paling sedikit satu gambar)P(\text{paling sedikit satu gambar}) lewat komplemennya.
  3. Sebuah kantong berisi 33 kelereng merah dan 22 biru; dua diambil tanpa pengembalian. Dengan sebuah pohon, hitunglah P(dua merah)P(\text{dua merah}) dan P(satu dari tiap warna)P(\text{satu dari tiap warna}).
  4. Lengkapkan distribusi pada pertanyaan 3 dengan P(dua biru)P(\text{dua biru}) lalu periksa bahwa ketiga peluang itu berjumlah 11.
  5. Seseorang melaporkan, untuk dua kejadian yang saling lepas, P(A)=0.6P(A) = 0.6 dan P(B)=0.5P(B) = 0.5. Buktikan kesalahannya dengan satu baris perhitungan.

Bagian II — Ketiga pintu itu. Permainannya: sebuah mobil bersembunyi di balik salah satu dari tiga pintu, kambing di balik dua pintu lainnya. Kamu memilih satu pintu (misalnya pintu 1). Pemandu acara — yang tahu di mana mobilnya — membuka salah satu dari dua pintu yang lain, selalu memperlihatkan kambing, lalu menawarimu kesempatan untuk berpindah ke pintu tertutup yang tersisa.

  1. Sebelum menghitung apa pun: apakah berpindah itu menolong, merugikan, atau tidak berpengaruh? Tuliskan jawaban nalurimu — dengan jujur.
  2. Sekarang pohonnya, menurut kasus letak mobil yang sebenarnya (masing-masing 13\frac13): jika mobilnya di balik pintumu, berpindah membuatmu kalah; jika mobilnya di balik salah satu pintu lain, apa yang harus dilakukan pemandu acara, dan apa yang lalu dimenangkan dengan berpindah? Hitunglah P(menang dengan berpindah)P(\text{menang dengan berpindah}).
  3. Versi satu barisnya: berpindah menang tepat ketika pilihan pertamamu keliru. Simpulkan sekali lagi.
  4. Kini ragam yang penting — “Monty Fall”: pemandu acaranya tidak tahu di mana mobilnya, membuka salah satu pintu lain secara acak, dan karena beruntung memperlihatkan kambing. Daftarkan keenam skenario yang sama-sama mungkin (letak mobil ×\times pintu yang dibuka), buanglah skenario yang memperlihatkan mobilnya, lalu hitunglah peluang bahwa berpindah itu menang di antara skenario yang tersisa. Apa yang berubah, dan mengapa pengetahuan pemandu acara itu penting?
  5. Pemompa gerak hati: seratus pintu, kamu memilih satu, lalu pemandu acara yang tahu membuka 9898 pintu berkambing. Berpindah? Dengan peluang menang berapa?
  6. Kamu berhadapan dengan seorang peragu yang, seperti seribu penulis surat itu, bersikeras “50–50”. Perikan sebuah simulasi dengan kartu (tiga kartu, banyak ronde, seorang teman sebagai pemandu acara) lalu katakan berapa bagian kemenangan berpindah yang kamu harapkan setelah 300300 ronde — dengan interval fluktuasi bab ini sebagai batas kesalahanmu.

Bagian III — Kerabat paradoks itu.

  1. Sebuah keluarga mempunyai dua anak; kamu mengetahui bahwa paling sedikit satu di antaranya laki-laki. Daftarkan susunan dua anak yang sama-sama mungkin dan sesuai dengan keterangan itu, lalu hitunglah P(dua anak laki-laki)P(\text{dua anak laki-laki}).
  2. Keluarga yang sama, tetapi keterangannya kini: anak yang lebih tua laki-laki. Hitunglah ulang. Mengapa kedua jawabannya berbeda, dan apa kesamaannya dengan kedua Monty tadi?
  3. Tiga koin setimbang: hitunglah P(ketiganya sama)P(\text{ketiganya sama}). Matematikawan d’Alembert berargumen pada tahun 1754 untuk jawaban yang lain: “entah ketiganya sama entah tidak — satu kasus dari dua.” Sebutkan kekeliruannya secara tepat, dengan Proposisi 9.3 di tangan.
  4. Sebuah permainan berbiaya 22 euro: lemparlah dadu, menang 66 euro bila muncul enam, 33 euro bila muncul lima, dan tidak memperoleh apa-apa selain itu (Latihan 9.9). Selama 600600 permainan, rata-rata untung per permainan berapa yang diramalkan penghitungan itu? Seorang penjamin asuransi memainkan matematika yang sama: peluang 1%1\,\% per tahun untuk klaim sebesar 1000010\,000 euro — berapa premi yang adil, dan mengapa premi yang sesungguhnya melampauinya?

Bagian IV — Sampel sebagai penengah.

  1. Sebuah koin dilempar 100100 kali. Dengan memakai interval fluktuasi p±1np \pm \frac{1}{\sqrt n}, putuskan hasil mana di antara berikut yang patut mengangkat alis: 5555 gambar; 7070 gambar.
  2. Sebuah jajak pendapat terhadap 10001\,000 pemilih memberi seorang calon 52%52\,\%. Hitunglah interval fluktuasi di sekitar 50%50\,\% lalu katakan apakah jajak pendapat itu membuktikan bahwa sang calon unggul.
  3. Sebuah pabrik mengaku bahwa 4%4\,\% suku cadangnya cacat. Sampel berisi 400400 menunjukkan 2828 yang cacat (7%7\,\%); sampel berikutnya berisi 25002\,500 menunjukkan 175175 (lagi-lagi 7%7\,\%). Ujilah pengakuannya terhadap masing-masing sampel. Mengapa putusannya berbeda?
  4. Dua sumber galat menghantui setiap survei: bias penyampelan (soal akhir pekan tentang cara data berdusta di jilid sebelumnya) dan fluktuasi penyampelan (bab ini). Mana yang mengecil ketika nn membesar, dan mana yang bertahan pada ukuran sampel berapa pun? Masing-masing satu kalimat.
  5. Penutup — daftar periksa sang ahli peluang, satu baris untuk setiap butir: hasil yang sama-sama mungkin sebelum dihitung (pertanyaan 15); pohon dan komplemen untuk percobaan bertahap dan untuk “paling sedikit” (pertanyaan 2–3); keterangan mengubah peluang, dan cara keterangan itu diperoleh pun penting (pertanyaan 7–14); sampel berfluktuasi sekitar 1n\frac{1}{\sqrt n}, dan simulasi yang menengahi (pertanyaan 11, 16–18).
Solusi

Solusi Soal 9.1.

1. P(raja atau hati)=452+1352152=1652=413P(\text{raja atau hati}) = \frac{4}{52} + \frac{13}{52} - \frac{1}{52} = \frac{16}{52} = \frac{4}{13}: raja hati duduk di dalam kedua kejadian itu dan tidak boleh terhitung dua kali — karena itulah pengurangannya (Teorema 9.6).

2. P(tanpa gambar)=(12)3=18P(\text{tanpa gambar}) = \left(\frac12\right)^3 = \frac18, sehingga P(paling sedikit satu)=78P(\text{paling sedikit satu}) = \frac78.

3. P(MM)=35×24=310P(MM) = \frac35 \times \frac24 = \frac{3}{10}; P(satu dari tiap warna)=35×24+25×34=620+620=35P(\text{satu dari tiap warna}) = \frac35 \times \frac24 + \frac25 \times \frac34 = \frac{6}{20} + \frac{6}{20} = \frac35.

4. P(BB)=25×14=110P(BB) = \frac25 \times \frac14 = \frac1{10}; lalu 310+610+110=1\frac{3}{10} + \frac{6}{10} + \frac{1}{10} = 1: daun sebuah pohon selalu berjumlah 11.

5. Kejadian yang saling lepas menuruti P(AB)=P(A)+P(B)=1.1>1P(A \cup B) = P(A) + P(B) = 1.1 > 1: mustahil — ada peluang yang dikarang.

6. (Kebanyakan orang, termasuk seribu penulis surat itu, menjawab “tidak berpengaruh, 50–50”. Simpanlah jawabanmu untuk pertanyaan 8.)

7. Mobil di balik pintu 1 (peluangnya 13\frac13): pemandu acara membuka salah satu pintu berkambing; berpindah meninggalkan mobilnya: kalah. Mobil di balik pintu 2 (13\frac13): pemandu acara harus membuka pintu 3; berpindah mendarat pada pintu 2: menang. Mobil di balik pintu 3: setangkup, jadi menang. Seluruhnya: P(berpindah menang)=13+13=23P(\text{berpindah menang}) = \frac13 + \frac13 = \frac23.

8. Pilihan pertamamu keliru dengan peluang 23\frac23 — dan tepat pada saat itu, pembukaan yang terpaksa oleh pemandu acara meninggalkan mobilnya di balik pintu yang tersisa: berpindah mengubah setiap kekeliruan awal menjadi kemenangan. Jadi 23\frac23, apa pun kata naluri tadi.

9. Enam skenario yang sama-sama mungkin: mobil di balik 11, 22 atau 33, dan pemandu acara membuka pintu 22 atau 33 (tidak pernah pintumu). Pembukaan itu memperlihatkan mobilnya pada dua di antaranya (mobil di 2/buka 2, mobil di 3/buka 3): keduanya dibuang. Di antara empat yang tersisa — mobil di 1/buka 2, mobil di 1/buka 3, mobil di 2/buka 3, mobil di 3/buka 2 — berpindah menang pada dua yang terakhir: 24=12\frac24 = \frac12. Dengan pemandu acara yang tidak tahu, 50–50 memang benar: paradoksnya hidup sepenuhnya pada pengetahuan pemandu acara, yang menyaring skenarionya secara tidak merata.

10. Pilihanmu memuat mobilnya dengan peluang 1100\frac{1}{100}; 9898 pembukaan oleh pemandu acara yang tahu mengalirkan sisa 99100\frac{99}{100} itu ke satu pintu tertutup. Berpindahlah, dan menanglah 9999 kali dari 100100.

11. Tiga kartu (satu bertanda mobil dan dua bertanda kambing), seorang teman yang mengintip lalu selalu membuang kartu kambing dari dua kartu yang tidak kamu pilih; mainkan 300300 ronde, selalu berpindah, lalu catat kemenangannya. Frekuensi relatif yang diharapkan 230.667\frac23 \approx 0.667, dengan fluktuasi ±13000.058\pm\frac{1}{\sqrt{300}} \approx 0.058: harapkan antara sekitar 61%61\,\% dan 72%72\,\% kemenangan berpindah — jauh dari “50–50” mana pun.

12. Susunan yang sama-sama mungkin (lebih tua–lebih muda): LL, LP, PL, PP. “Paling sedikit satu laki-laki” menyisakan LL, LP dan PL: P(LL)=13P(\text{LL}) = \frac13.

13. “Yang lebih tua laki-laki” menyisakan LL, LP: P(LL)=12P(\text{LL}) = \frac12. Keterangan yang berbeda menyaring himpunan skenario yang berbeda — persis seperti kedua Monty tadi: apa yang kamu ketahui itu penting, dan bagaimana kamu mengetahuinya sama pentingnya.

14. Ketiganya sama: GGG, AAA: 28=14\frac28 = \frac14. Kekeliruan d’Alembert: kedua “kasusnya” tidak sama-sama mungkin — “tidak ketiganya sama” membungkus enam dari delapan hasilnya. Proposisi 9.3 hanya membilang atas hasil yang sama-sama mungkin.

15. Rata-rata kemenangan per permainan: 6×16+3×16=1.506 \times \frac16 + 3 \times \frac16 = 1.50 euro, berhadapan dengan taruhan 22 euro: yaitu rata-rata rugi 0.500.50 per permainan, sekitar 300300 euro selama 600600 permainan. Premi yang adil menyamakan rata-rata pembayarannya: 1%×10000=1001\,\% \times 10\,000 = 100 euro; premi yang sesungguhnya menambahkan biaya dan margin keamanan — penjamin asuransi harus bertahan pada tahun yang buruk, bukan hanya pada tahun yang rata-rata.

16. Intervalnya: 0.5±1100=[0.4,0.6]0.5 \pm \frac{1}{\sqrt{100}} = \intcc{0.4}{0.6}. Sebanyak 5555 gambar (0.550.55): di dalam, biasa saja. Sebanyak 7070 gambar (0.700.70): jauh di luar — ragukanlah koinnya.

17. 110000.032\frac{1}{\sqrt{1000}} \approx 0.032: seorang calon yang sebenarnya 50%50\,\% biasanya akan terjaring pada [0.468,0.532]\intcc{0.468}{0.532} — dan 0.520.52 duduk nyaman di dalamnya. Jajak pendapat itu mengisyaratkan keunggulan tetapi tidak membuktikan apa pun: batas kesalahannya menelannya.

18. Sampel pertama: intervalnya 0.04±120=[0,0.09]0.04 \pm \frac{1}{20} = \intcc{0}{0.09}; nilai teramati 0.070.07 ada di dalamnya: tanpa putusan. Sampel kedua: 0.04±150=[0.02,0.06]0.04 \pm \frac{1}{50} = \intcc{0.02}{0.06}; nilai teramati 0.070.07 jatuh di luarnya: pengakuannya kini sangat diragukan. Frekuensi relatifnya sama, alatnya lebih tajam: ketelitiannya tumbuh seperti n\sqrt n.

19. Fluktuasinya mengecil seperti 1n\frac{1}{\sqrt n}: lipatempatkan sampelnya, deraunya menjadi separuh. Bias — bertanya kepada kerumunan yang keliru — bertahan pada nn berapa pun: dua juta surat suara yang salah pilih tetap saja salah (soal akhir pekan tentang cara data berdusta di jilid sebelumnya).

20. (i) Periksalah bahwa hasilnya sama-sama mungkin sebelum dihitung — d’Alembert lupa. (ii) Pohon mengalikan sepanjang cabangnya; “paling sedikit satu” menyerah kepada komplemennya. (iii) Keterangan menyaring skenario, dan sumbernya mengubah saringan itu — Monty yang tahu lawan Monty yang jatuh, anak sulung laki-laki lawan ada anak laki-laki. (iv) Frekuensi relatif mendekati peluang dengan laju 1n\frac{1}{\sqrt n}, sehingga simulasi yang sabar menuntaskan perdebatan apa pun — termasuk perdebatan dengan sepuluh ribu penulis surat yang marah.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium