Mathematics · Buku 2 · Grades 10–12

Matematika Sekolah Menengah Atas

Matematika Sekolah Menengah Atas · Grades 10–12

19Distribusi Binomial

Ulangilah percobaan ya/tidak yang sama beberapa kali, secara saling bebas, lalu bilanglah keberhasilannya: distribusi yang muncul — yaitu binomial — adalah distribusi diskret yang paling penting di antara semuanya. Bab ini membangunnya dengan pohon dan pembilangan jalur; rumus tertutup bagi cacah jalurnya (dengan faktorial) datang bersama perkakas pembilangan pada Bab 27, dan distribusinya ditinjau ulang pada Bab 33.

19.1 Percobaan Bernoulli

Definisi 19.1 (Percobaan Bernoulli)

Sebuah percobaan Bernoulli adalah percobaan dengan tepat dua hasil: berhasil, dengan peluang pp, dan gagal, dengan peluang 1p1 - p. Peubah acak XX yang bernilai 11 pada keberhasilan dan 00 pada kegagalan dikatakan mengikuti distribusi Bernoulli B(p)\mathcal B(p); lalu

E(X)=p,V(X)=p(1p).\E(X) = p, \qquad \V(X) = p(1 - p).

Bukti kedua rumusnya. E(X)=p×1+(1p)×0=p\E(X) = p \times 1 + (1-p) \times 0 = p; dan karena X2=XX^2 = X (baik 00 maupun 11 adalah kuadrat dirinya sendiri), E(X2)=p\E(X^2) = p, sehingga menurut Proposisi 18.13, V(X)=pp2=p(1p)\V(X) = p - p^2 = p(1-p).

Definisi 19.2 (Percobaan berulang yang saling bebas)

Mengulang sebuah percobaan Bernoulli sebanyak nn kali secara saling bebas berarti: hasil setiap percobaannya tidak berpengaruh pada yang lain, dan peluang sebarang runtunan hasil yang lengkap adalah hasil kali peluang sepanjang jalur pohon yang bersesuaian — pp untuk setiap keberhasilan, 1p1 - p untuk setiap kegagalan.

Contoh 19.3

Tiga percobaan saling bebas dengan peluang berhasil pp. Runtunan BGB (berhasil, gagal, berhasil) berpeluang p(1p)p=p2(1p)p(1-p)p = p^2(1-p) — dan demikian pula setiap runtunan dengan tepat dua keberhasilan, tanpa memandang letaknya: hanya banyaknya B dan G yang berpengaruh.

19.2 Cacah jalur dan koefisien binomial

Definisi 19.4 (Koefisien binomial)

Pada pohon nn percobaan saling bebas, koefisien binomial (nk)\binom{n}{k} (dibaca “nn pilih kk”) adalah banyaknya jalur yang memuat tepat kk keberhasilan.

Contoh 19.5

(32)=3\binom{3}{2} = 3: yaitu jalur BBG, BGB, GBB. Demikian pula (30)=1\binom{3}{0} = 1 (jalur GGG), (31)=3\binom{3}{1} = 3 dan (33)=1\binom{3}{3} = 1. Menurut kelaziman dan menurut pohonnya, (n0)=(nn)=1\binom n0 = \binom nn = 1 untuk setiap nn.

Pohon n = 3 percobaan: 32 = 3 jalur (merah) membawa tepat dua keberhasilan, masing-masing berpeluang p2(1-p).
Pohon n=3n = 3 percobaan: (32)=3\binom{3}{2} = 3 jalur (merah) membawa tepat dua keberhasilan, masing-masing berpeluang p2(1p)p^2(1-p).

Proposisi 19.6 (Aturan Pascal)

Untuk 1kn11 \leq k \leq n - 1:

(nk)=(n1k1)+(n1k).\binom{n}{k} = \binom{n-1}{k-1} + \binom{n-1}{k}.

Bukti. Kelompokkan jalur pada pohon nn percobaan yang mempunyai kk keberhasilan menurut percobaan terakhirnya. Jalur yang berakhir pada keberhasilan diperoleh dari jalur n1n-1 percobaan pertama dengan k1k - 1 keberhasilan: ada (n1k1)\binom{n-1}{k-1} jalur semacam itu. Jalur yang berakhir pada kegagalan memperpanjang jalur dengan kk keberhasilan di antara n1n-1 percobaan pertama: ada (n1k)\binom{n-1}{k} jalur. Setiap jalurnya termasuk tepat satu di antara kedua jenis itu.

Aturan Pascal membangkitkan koefisiennya baris demi baris — setiap entrinya adalah jumlah dua entri di atasnya:

11112113311464115101051\begin{array}{ccccccccccc} &&&&&1&&&&&\\ &&&&1&&1&&&&\\ &&&1&&2&&1&&&\\ &&1&&3&&3&&1&&\\ &1&&4&&6&&4&&1&\\ 1&&5&&10&&10&&5&&1 \end{array}

Catatan 19.7

Rumus tertutupnya, (nk)=n!k!(nk)!\binom nk = \frac{n!}{k!(n-k)!}, beserta teori pembilangan yang sistematis, ditetapkan pada Bab 27. Pada tingkat ini, segitiga Pascal menghitung setiap koefisien yang kita perlukan.

19.3 Distribusi binomial

Teorema 19.8 (Distribusi binomial)

Misalkan XX membilang keberhasilan pada nn percobaan Bernoulli saling bebas berparameter pp. Maka XX mengikuti distribusi binomial B(n,p)\mathcal B(n, p):

P(X=k)=(nk)pk(1p)nk,k=0,1,,n.\P(X = k) = \binom{n}{k}\, p^k (1-p)^{n-k}, \qquad k = 0, 1, \dots, n .

Bukti. Kejadian X=kX = k adalah kumpulan semua jalur dengan tepat kk keberhasilan. Setiap jalur semacam itu berpeluang pk(1p)nkp^k(1-p)^{n-k}: hasil kali sepanjang jalurnya memuat kk faktor pp dan nkn - k faktor 1p1-p, dalam urutan tertentu (Definisi 19.2). Ada (nk)\binom nk jalur semacam itu (Definisi 19.4), dan peluangnya dijumlahkan.

Contoh 19.9

Sebuah kuis mempunyai 55 soal saling bebas, masing-masing dengan 44 pilihan; seorang siswa menjawab secara acak, sehingga setiap soal berhasil dengan p=14p = \frac14. Banyaknya jawaban benar XX mengikuti B(5,14)\mathcal B\left(5, \frac14\right), dan, dengan baris 55 segitiga Pascal:

P(X=2)=(52)(14)2(34)3=10×116×2764=27010240.26.\P(X = 2) = \binom52 \left(\frac14\right)^2\left(\frac34\right)^3 = 10 \times \frac{1}{16} \times \frac{27}{64} = \frac{270}{1024} \approx 0.26 .

Peluang memperoleh paling sedikit satu jawaban benar dihitung dengan komplemennya: P(X1)=1P(X=0)=1(34)50.76\P(X \geq 1) = 1 - \P(X = 0) = 1 - \left(\frac34\right)^5 \approx 0.76.

Proposisi 19.10 (Nilai harapan dan ragam)

Jika XB(n,p)X \sim \mathcal B(n, p):

E(X)=np,V(X)=np(1p).\E(X) = np, \qquad \V(X) = np(1-p).

Penjelasan. Tulislah X=X1+X2++XnX = X_1 + X_2 + \dots + X_n, dengan XiX_i bernilai 11 bila percobaan ke-ii berhasil: setiap XiX_i adalah peubah Bernoulli dengan nilai harapan pp (Definisi 19.1). Rata-rata dapat dijumlahkan — menjumlahkan nn sumbangannya memberi E(X)=np\E(X) = np. Bahwa ragam juga dapat dijumlahkan untuk peubah yang saling bebas memang benar tetapi lebih peka: rumus ragamnya diterima tanpa bukti pada tingkat ini dan dibuktikan pada Bab 34.

Distribusi B(10, 0.5) (sepuluh lemparan koin setimbang): berpusat di (X) = np = 5, setangkup, dengan hampir seluruh peluangnya berada antara 2 dan 8.
Distribusi B(10,0.5)\mathcal B(10, 0.5) (sepuluh lemparan koin setimbang): berpusat di E(X)=np=5\E(X) = np = 5, setangkup, dengan hampir seluruh peluangnya berada antara 22 dan 88.

Metode 19.11 (Mengenali situasi binomial)

Sebelum menulis XB(n,p)X \sim \mathcal B(n, p), periksalah tiga bahannya: sebuah banyaknya percobaan yang tetap nn, yang ditetapkan lebih dahulu; setiap percobaan mempunyai dua hasil dengan peluang berhasil pp yang sama; dan percobaannya saling bebas (dengan pengembalian, atau dengan alat yang terpisah). Pengambilan tanpa pengembalian dari populasi kecil bukan binomial — peluangnya berubah pada setiap pengambilan (Latihan 18.6).

19.4 Penyampelan: apakah pengamatannya mengejutkan?

Distribusi binomial menjawab sebuah pertanyaan yang sangat praktis: jika peluang berhasilnya sungguh pp, cacah keberhasilan mana saja yang masuk akal?

Contoh 19.12

Sebuah mesin seharusnya menghasilkan paling banyak 10%10\% barang cacat. Pada sebuah kumpulan berisi 1010 barang, 44 di antaranya cacat. Nasib buruk atau mesin rusak? Jika mesinnya baik-baik saja, banyaknya barang cacat mengikuti B(10,0.1)\mathcal B(10, 0.1), dan

P(X4)=1P(X3)10.987=0.013:\P(X \geq 4) = 1 - \P(X \leq 3) \approx 1 - 0.987 = 0.013 :

yaitu sekitar satu peluang dari 8080. Mengamati kejadian setidak mungkin ini adalah isyarat yang kuat — kita menolak hipotesis bahwa mesinnya masih bekerja pada 10%10\%, sambil mengingat bahwa keputusan itu dapat keliru dengan peluang sekitar 0.0130.013.

Metode 19.13 (Aturan keputusan dari model binomial)

Untuk menilai cacah keberhasilan kk yang teramati terhadap hipotesis XB(n,p)X \sim \mathcal B(n, p): hitunglah peluang, di bawah hipotesis itu, munculnya hasil yang paling sedikit seekstrem kk. Jika peluang itu sangat kecil (kelaziman yang umum: di bawah 5%5\%), tolaklah hipotesisnya; bila tidak, pengamatannya sesuai dengan hipotesis itu. Ambangnya adalah sebuah pilihan, bukan sebuah teorema — statistika mengukur risikonya, dan pemakainya menerima risiko itu.

19.5 Latihan

Latihan 19.1

Perluaslah segitiga Pascal sampai baris 77, lalu berikan nilai (62)\binom62, (73)\binom{7}{3} dan (74)\binom74.

Solusi

Solusi Latihan 19.1.

Baris 66 dan 77:

1, 6, 15, 20, 15, 6, 1dan1, 7, 21, 35, 35, 21, 7, 1.1,\ 6,\ 15,\ 20,\ 15,\ 6,\ 1 \qquad\text{dan}\qquad 1,\ 7,\ 21,\ 35,\ 35,\ 21,\ 7,\ 1 .

Jadi (62)=15\binom62 = 15, (73)=35\binom73 = 35, (74)=35\binom74 = 35 (kesimetrian (73)=(74)\binom73 = \binom74 mencerminkan pertukaran keberhasilan dan kegagalan).

Latihan 19.2

Sebuah dadu setimbang dilempar 44 kali; XX membilang munculnya enam. Berikan alasan bahwa XB(4,16)X \sim \mathcal B\left(4, \frac16\right) lalu hitunglah P(X=0)\P(X = 0), P(X=1)\P(X = 1) dan P(X2)\P(X \geq 2).

Solusi

Solusi Latihan 19.2.

Banyaknya percobaan tetap (44 lemparan), dua hasil per lemparan (enam atau bukan, p=16p = \frac16), lemparannya saling bebas: XB(4,16)X \sim \mathcal B(4, \frac16).

P(X=0)=(56)4=62512960.48,P(X=1)=4×16(56)3=50012960.39,\P(X=0) = \left(\frac56\right)^4 = \frac{625}{1296} \approx 0.48, \qquad \P(X=1) = 4 \times \frac16\left(\frac56\right)^3 = \frac{500}{1296} \approx 0.39,
P(X2)=1625+5001296=17112960.13.\P(X \geq 2) = 1 - \frac{625 + 500}{1296} = \frac{171}{1296} \approx 0.13 .

Latihan 19.3

Manakah di antara berikut yang binomial? Berikan alasannya.

  1. Banyaknya gambar pada 2020 lemparan koin setimbang.
  2. Banyaknya kartu hati pada 55 kartu yang dibagikan dari satu set kartu.
  3. Banyaknya hari hujan pekan depan, bila setiap harinya hujan dengan peluang 0.30.3 secara saling bebas.
Solusi

Solusi Latihan 19.3.

1. Binomial B(20,12)\mathcal B(20, \frac12): nn tetap, pp sama, lemparannya saling bebas.

2. Bukan binomial: kartunya dibagikan tanpa pengembalian, sehingga peluang memperoleh kartu hati berubah dari kartu ke kartu dan pengambilannya tidak saling bebas.

3. Binomial B(7,0.3)\mathcal B(7, 0.3) menurut asumsi kebebasan yang dinyatakan.

Latihan 19.4

XB(50,0.2)X \sim \mathcal B(50, 0.2). Berikan E(X)\E(X), V(X)\V(X) dan σ(X)\sigma(X).

Solusi

Solusi Latihan 19.4.

E(X)=50×0.2=10\E(X) = 50 \times 0.2 = 10; V(X)=50×0.2×0.8=8\V(X) = 50 \times 0.2 \times 0.8 = 8; σ(X)=222.83\sigma(X) = 2\sqrt2 \approx 2.83.

Latihan 19.5 ★★

Seorang pemanah mengenai sasaran dengan peluang 0.70.7 pada setiap tembakan, secara saling bebas. Pada 66 tembakan, hitunglah peluang tepat 44 kali kena, dan peluang paling sedikit 55 kali kena.

Solusi

Solusi Latihan 19.5.

XB(6,0.7)X \sim \mathcal B(6, 0.7).

P(X=4)=(64)(0.7)4(0.3)2=15×0.2401×0.090.324.\P(X = 4) = \binom64 (0.7)^4 (0.3)^2 = 15 \times 0.2401 \times 0.09 \approx 0.324 .
P(X5)=(65)(0.7)5(0.3)+(0.7)6=6×0.16807×0.3+0.1176490.420.\P(X \geq 5) = \binom65 (0.7)^5(0.3) + (0.7)^6 = 6 \times 0.16807 \times 0.3 + 0.117649 \approx 0.420 .

Latihan 19.6 ★★

Sebuah tes benar/salah mempunyai 88 soal; seorang siswa menerka setiap jawabannya. Berapa peluang ia lulus (paling sedikit 66 jawaban benar)?

Solusi

Solusi Latihan 19.6.

XB(8,12)X \sim \mathcal B\left(8, \frac12\right); setiap jalurnya berpeluang 1256\frac{1}{256}, sehingga

P(X6)=(86)+(87)+(88)256=28+8+1256=372560.14.\P(X \geq 6) = \frac{\binom86 + \binom87 + \binom88}{256} = \frac{28 + 8 + 1}{256} = \frac{37}{256} \approx 0.14 .

Menerka lulus kira-kira satu kali dari tujuh.

Latihan 19.7 ★★

Setiap kotak sereal yang dibeli berisi figur A atau figur B, masing-masing dengan peluang 12\frac12, secara saling bebas. Seorang pengumpul membeli 55 kotak. Hitunglah peluang bahwa pengumpul itu memperoleh paling sedikit satu figur dari setiap jenis. (Komplemennya: semuanya A atau semuanya B.)

Solusi

Solusi Latihan 19.7.

Komplemen “paling sedikit satu dari setiap jenis” adalah “kelimanya sama”: semuanya A atau semuanya B, masing-masing berpeluang (12)5=132\left(\frac12\right)^5 = \frac1{32}. Jadi

P(satu dari setiap jenis)=1232=1516.\P(\text{satu dari setiap jenis}) = 1 - \frac{2}{32} = \frac{15}{16} .

Latihan 19.8 ★★

Seorang pebasket memasukkan lemparan bebas dengan peluang pp, secara saling bebas. Misalkan XB(3,p)X \sim \mathcal B(3, p) banyaknya lemparan yang masuk dari tiga lemparan. Nyatakan P(X=3)\P(X = 3) dan P(X1)\P(X \geq 1) sebagai fungsi pp, lalu carilah untuk pp yang mana peluang ketiganya masuk sama dengan 2764\frac{27}{64}.

Solusi

Solusi Latihan 19.8.

P(X=3)=p3\P(X = 3) = p^3 dan P(X1)=1(1p)3\P(X \geq 1) = 1 - (1-p)^3. Menyelesaikan p3=2764=(34)3p^3 = \frac{27}{64} = \left(\frac34\right)^3 memberi p=34p = \frac34 (fungsi pangkat tiga tegas naik, Bab 11, sehingga penyelesaiannya tunggal).

Latihan 19.9 ★★

Berapa kali sebuah koin setimbang harus dilempar agar peluang memperoleh paling sedikit satu gambar melampaui 0.990.99? (Pakailah komplemennya, lalu cobalah nilai nn berturut-turut.)

Solusi

Solusi Latihan 19.9.

P(paling sedikit satu gambar)=1(12)n\P(\text{paling sedikit satu gambar}) = 1 - \left(\frac12\right)^n, sehingga syaratnya adalah (12)n<0.01\left(\frac12\right)^n < 0.01, yaitu 2n>1002^n > 100. Karena 26=642^6 = 64 dan 27=1282^7 = 128: mulai dari n=7n = 7 lemparan.

Latihan 19.10 ★★

Dengan aturan Pascal (Proposisi 19.6) dan (n0)=(nn)=1\binom n0 = \binom nn = 1, buktikan bahwa entri setiap baris segitiga Pascal berjumlah 2n2^n: tafsirkan kedua ruasnya sebagai membilang semua jalur pada pohonnya.

Solusi

Solusi Latihan 19.10.

Jumlah baris nn membilang semua jalur pada pohon nn percobaan, yang dikelompokkan menurut banyaknya keberhasilan. Namun pohonnya melipatduakan jalurnya pada setiap percobaan (setiap jalur terbelah menjadi B dan G), sehingga seluruhnya ada 2n2^n jalur. Jadi k(nk)=2n\sum_{k} \binom nk = 2^n. Cara lain, lewat induksi: baris 00 berjumlah 1=201 = 2^0, dan aturan Pascal membuat setiap entri baris nn menyumbang ke tepat dua entri baris n+1n+1, sehingga jumlah barisnya berlipat dua.

Latihan 19.11 ★★★

Seorang politikus mengaku memperoleh dukungan 60%60\%. Pada sampel acak berisi 1010 orang, hanya 33 yang mendukung.

  1. Di bawah pengakuan itu, distribusi apa yang diikuti banyaknya pendukung XX pada sampelnya? Hitunglah P(X3)\P(X \leq 3).
  2. Dengan aturan keputusan Metode 19.13 pada ambang 5%5\%, apakah pengamatannya sesuai dengan pengakuan itu?
Solusi

Solusi Latihan 19.11.

1. Di bawah pengakuan itu, XB(10,0.6)X \sim \mathcal B(10, 0.6). Menjumlahkan suku pertamanya:

P(X3)=(0.4)10+10(0.6)(0.4)9+45(0.6)2(0.4)8+120(0.6)3(0.4)70.0001+0.0016+0.0106+0.0425=0.0548.\begin{align*} \P(X \leq 3) &= (0.4)^{10} + 10(0.6)(0.4)^9 + 45(0.6)^2(0.4)^8 + 120(0.6)^3(0.4)^7\\ &\approx 0.0001 + 0.0016 + 0.0106 + 0.0425 = 0.0548 . \end{align*}

2. Hasil yang paling sedikit seekstrem yang teramati (33 pendukung atau kurang) berpeluang sekitar 5.5%5.5\% — tepat di atas ambang 5%5\%. Dengan menerapkan aturannya secara ketat, pengamatannya (nyaris) sesuai dengan pengakuan itu dan kita tidak menolaknya. Contoh ini memperlihatkan betapa pekanya keputusan di ambang batas terhadap pilihan ambangnya: dengan kelaziman 6%6\% kesimpulannya akan berbalik.

19.6 Soal: Papan Galton

Soal 19.1

Soal akhir pekan — bola, pasak dan segitiga Pascal: bagaimana bentuk lonceng itu lahir, mengapa rangkaian laga pamungkas menguntungkan tim yang lebih kuat, dan kapan harus berteriak curang

Jatuhkanlah seribu bola melalui kisi pasak, setiap pantulannya sebuah lemparan koin kiri-atau-kanan yang setimbang, dan kotak di bawahnya terisi menjadi lonceng yang mulus dan setangkup — setiap kali. Mesin itu disebut papan Galton, dan matematikanya tepat sama dengan distribusi binomial bab ini (Teorema 19.8). Soal ini membangun segitiganya, menjalankan papannya, mewasiti rangkaian tujuh laga, lalu berakhir di tempat binomialnya memperoleh upah: memutuskan kapan sebuah pengamatan seharusnya membuat kita meragukan sebuah pengakuan.

Bagian I — Segitiganya.

  1. Bangunlah segitiga Pascal sampai baris 66 (Proposisi 19.6). Nyatakan lalu jelaskan kesimetrian (nk)=(nnk)\binom nk = \binom{n}{n-k} dalam satu kalimat (memilih kk objek sama saja dengan …).
  2. Periksalah pada baris 44 dan 55 bahwa setiap barisnya berjumlah 2n2^n, lalu buktikan: apa yang dibilang oleh semua (nk)\binom nk bersama-sama?
  3. Turunkan ulang aturan Pascal (n+1k)=(nk)+(nk1)\binom{n+1}{k} = \binom nk + \binom{n}{k-1} lewat alasan panitia: tetapkan satu orang istimewa lalu belahlah panitianya menurut nasib orang itu.
  4. Hitunglah (73)\binom73 dua kali: dari segitiganya, dan dari rumus faktorialnya.
  5. Periksalah identitas tangga (22)+(32)+(42)+(52)=(63)\binom22 + \binom32 + \binom42 + \binom52 = \binom63, lalu jelaskan lewat penerapan berjenjang aturan Pascal dari (63)\binom63 ke bawah.

Bagian II — Papannya. Sebuah bola jatuh melalui nn baris pasak; pada setiap pasak bola itu memantul ke kiri atau ke kanan dengan peluang 12\frac12, secara saling bebas. Nomorilah kotaknya 00 sampai nn menurut cacah pantulan ke kanan.

  1. Jelaskan, dengan daftar periksa Metode 19.11, mengapa nomor kotaknya mengikuti distribusi binomial B ⁣(n,12)\mathcal B\!\left(n, \frac12\right).
  2. Untuk papan kecil (n=4n = 4): berikan kelima peluang kotaknya. Kotak mana yang paling padat?
  3. Kini n=10n = 10 dan 10241\,024 bola: berapa harapan cacah bola pada kotak tengah, pada kotak 77, dan pada setiap kotak tepinya? Perikan bentuk tumpukannya.
  4. Untuk XB ⁣(10,12)X \sim \mathcal B\!\left(10, \frac12\right): hitunglah E(X)\E(X), V(X)V(X) dan σ\sigma (Proposisi 19.10); lalu hitunglah bagian bola yang diharapkan berada dalam 2σ2\sigma dari pusatnya (kotak 22 sampai 88) lalu bandingkan dengan jaminan Chebyshev pada Soal 17.1.
  5. Sebuah papan yang dimiringkan memantul ke kanan dengan peluang 0.60.6: berikan E\E, VV dan σ\sigma untuk n=10n = 10, lalu perikan apa yang terjadi pada tumpukannya.
  6. Dalam satu atau dua kalimat: apa, dalam rancangan papan itu, yang membuat bentuk loncengnya — dan mengapa begitu banyak besaran di dunia nyata (tinggi badan, galat pengukuran) menumpuk dengan cara yang sama? (Teorema mendalam di balik keduanya adalah teorema limit pusat, puncak kuliah peluang pada jilid universitas.)

Bagian III — Tujuh laga pamungkas. Dua tim memainkan sebuah rangkaian: yang lebih dahulu mencapai 44 kemenangan merebut gelarnya; setiap laganya saling bebas.

  1. Tim yang sepadan (p=12p = \frac12): hitunglah peluang bahwa rangkaiannya berakhir dengan sapu bersih (tepat 44 laga).
  2. Hitunglah peluang bahwa rangkaiannya berlangsung penuh 77 laga (kedudukannya setelah 66 laga harus berapa?).
  3. Lengkapkan distribusi panjang rangkaiannya (44, 55, 66 atau 77 laga) untuk tim yang sepadan, lalu hitunglah harapan panjangnya. Panjang mana yang paling mungkin?
  4. Kini satu tim memenangkan setiap laga dengan p=0.6p = 0.6. Hitunglah peluangnya merebut rangkaian itu (menang dalam 44, 55, 66 atau 77 laga: pada setiap kasusnya tim itu memenangkan laga terakhir dan 33 dari laga sebelumnya). Apa yang dilakukan rangkaian itu terhadap keunggulan per laganya?
  5. Bandingkan dengan satu laga final tunggal (60%60\,\%) dan sistem tiga laga (hitunglah). Nyatakan pengaruh umum panjang rangkaian terhadap keterampilan melawan keberuntungan — dan mengapa liga lebih menyukai final yang panjang.

Bagian IV — Kapan harus berteriak curang.

  1. Sebuah koin dilempar 100100 kali dan menunjukkan 6262 gambar. Untuk koin yang setimbang, berikan E\E, σ\sigma, dan skor-z (Soal 17.1) pengamatannya. Bagaimana putusannya di bawah kelaziman 2σ2\sigma?
  2. Seorang pemasok mengaku bahwa 2%2\,\% suku cadangnya cacat. Pada sebuah kumpulan berisi 5050 kamu menemukan 33 yang cacat. Hitunglah P(X3)\P(X \geq 3) di bawah pengakuan itu (XB(50,0.02)X \sim \mathcal B(50, 0.02); lewatilah P(X=0),P(X=1),P(X=2)\P(X = 0), \P(X = 1), \P(X = 2)). Mengkhawatirkan pada ambang 5%5\,\% (Metode 19.13, Latihan 19.11)?
  3. Kegigihan pengundi: setiap karcis memenangkan (sesuatu) dengan peluang 11000\frac{1}{1000}. Hitunglah peluang paling sedikit satu kemenangan dengan 10001\,000 karcis. Jawabannya (63%\approx 63\,\%, bukan 100%100\,\%!) menyembunyikan sebuah tetapan termasyhur: hitunglah 0.99910000.999^{1000} lalu simpanlah bilangan 0.3680.368 dalam ingatan untuk tahun berikutnya.
  4. Penutup — potret binomialnya: daftar periksa pengenalannya (nn yang tetap, kebebasan, pp yang tetap); segitiga Pascal sebagai tabelnya; lonceng sebagai bentuknya; npnp dan np(1p)np(1-p) sebagai kompasnya; serta kedua pewarisnya yang menanti pada tahun berikutnya — kurva lonceng yang mulus dan hukum bilangan besar. Masing-masing satu kalimat.
Solusi

Solusi Soal 19.1.

1. Barisnya: 11; 111\,1; 1211\,2\,1; 13311\,3\,3\,1; 146411\,4\,6\,4\,1; 151010511\,5\,10\,10\,5\,1; 16152015611\,6\,15\,20\,15\,6\,1. Kesimetriannya: memilih kk objek mana yang diambil adalah tindakan yang sama dengan memilih nkn - k mana yang ditinggalkan.

2. 1+4+6+4+1=16=241 + 4 + 6 + 4 + 1 = 16 = 2^4; 1+5+10+10+5+1=32=251 + 5 + 10 + 10 + 5 + 1 = 32 = 2^5. Buktinya: semua (nk)\binom nk membilang himpunan bagian dari setiap ukuran pada himpunan beranggota nn, dan seluruh himpunan bagiannya berjumlah 2n2^n (setiap anggotanya masuk atau tidak, secara saling bebas).

3. Panitia beranggota kk yang dipilih dari n+1n + 1 orang, salah satunya Zoe: panitia tanpa Zoe ada (nk)\binom nk (pilihlah seluruh kk dari yang lain); panitia dengan Zoe ada (nk1)\binom{n}{k-1} (pilihlah k1k - 1 rekannya). Seluruhnya: (nk)+(nk1)\binom nk + \binom{n}{k-1}.

4. Segitiganya, baris 77: 1721351\,7\,21\,35\,\dots: jadi 3535. Rumusnya: 7×6×53×2×1=35\frac{7 \times 6 \times 5}{3 \times 2 \times 1} = 35.

5. 1+3+6+10=20=(63)1 + 3 + 6 + 10 = 20 = \binom63. Penerapan berjenjangnya: (63)=(52)+(53)=(52)+(42)+(43)=(52)+(42)+(32)+(33)\binom63 = \binom52 + \binom53 = \binom52 + \binom42 + \binom43 = \binom52 + \binom42 + \binom32 + \binom33 — setiap penerapan aturan Pascal mengupas satu suku dari tangganya.

6. Banyaknya pantulan nn tetap; setiap pantulannya sebuah percobaan Bernoulli saling bebas dengan p=12p = \frac12 yang sama; nomor kotaknya membilang keberhasilannya (pantulan ke kanan): jadi ketiga kotak periksa Metode 19.11 tercentang: B ⁣(n,12)\mathcal B\!\left(n, \frac12\right).

7. Peluangnya 116,416,616,416,116\frac{1}{16}, \frac{4}{16}, \frac{6}{16}, \frac{4}{16}, \frac{1}{16} untuk kotak 0,,40, \dots, 4: kotak tengah 22 yang paling padat.

8. Harapan cacahnya =1024×(10k)/1024=(10k)= 1024 \times \binom{10}{k}/1024 = \binom{10}{k}: kotak tengah (105)=252\binom{10}{5} = 252 bola; kotak 77: (107)=120\binom{10}{7} = 120; setiap kotak tepinya: 11 bola. Pusat yang tinggi lalu menurun secara setangkup ke tepi yang setipis bisikan: itulah loncengnya.

9. E=np=5\E = np = 5; V=np(1p)=2.5V = np(1 - p) = 2.5; σ1.58\sigma \approx 1.58. Dalam 2σ2\sigma: kotak 22 sampai 88 membawa

45+120+210+252+210+120+451024=1002102498%\frac{45 + 120 + 210 + 252 + 210 + 120 + 45}{1024} = \frac{1002}{1024} \approx 98\,\%

dari bolanya — jauh lebih baik daripada 75%75\,\% serbaguna milik Chebyshev (Soal 17.1): bentuk lonceng memusat dengan kuat.

10. E=6\E = 6, V=10×0.6×0.4=2.4V = 10 \times 0.6 \times 0.4 = 2.4, σ1.55\sigma \approx 1.55: tumpukannya mempertahankan bentuk loncengnya tetapi menggeser puncaknya ke kotak 66 — papan yang miring adalah koin yang berat sebelah, yang dibuat terlihat.

11. Nomor kotaknya adalah jumlah banyak dorongan kebetulan yang kecil, saling bebas, dan sama besarnya — dan jumlah semacam itu selalu menata dirinya menjadi lonceng: kebanyakan dorongannya saling menghapus, sedangkan yang ekstrem menuntut kebulatan suara. Tinggi badan, galat pengukuran dan tak terbilang besaran alam pun sama-sama jumlah banyak pengaruh kecil yang saling bebas, dan itulah sebabnya bayangan yang sama muncul di mana-mana; teorema yang menjaminnya adalah teorema limit pusat.

12. Sapu bersih: satu tim memenangkan semua 44 laganya: 2×(12)4=182 \times \left(\frac12\right)^4 = \frac18.

13. Tujuh laga menuntut kedudukan 3333 setelah enam laga: (63)(12)6=2064=516\binom63 \left(\frac12\right)^6 = \frac{20}{64} = \frac{5}{16}.

14. Berakhir pada laga ke-55: pemenangnya merebut laga 5 dan 33 dari 44 laga pertamanya: 2×(43)(12)5=142 \times \binom43 \left(\frac12\right)^5 = \frac14. Berakhir pada laga ke-66: 2×(53)(12)6=5162 \times \binom53 \left(\frac12\right)^6 = \frac{5}{16}. Distribusinya atas 4,5,6,74, 5, 6, 7: 18,14,516,516\frac18, \frac14, \frac{5}{16}, \frac{5}{16} (berjumlah 11). Harapan panjangnya: 418+514+6516+7516=5.81254 \cdot \frac18 + 5 \cdot \frac14 + 6 \cdot \frac{5}{16} + 7 \cdot \frac{5}{16} = 5.8125 laga. Rangkaian enam dan tujuh laga yang paling mungkin — ketegangannya sudah terpasang di dalam formatnya.

15. Menang dalam 44: 0.64=0.12960.6^4 = 0.1296; dalam 55: (43)0.63×0.4×0.6=0.2074\binom43\,0.6^3 \times 0.4 \times 0.6 = 0.2074; dalam 66: (53)0.63×0.42×0.6=0.2074\binom53\,0.6^3 \times 0.4^2 \times 0.6 = 0.2074; dalam 77: (63)0.63×0.43×0.6=0.1659\binom63\,0.6^3 \times 0.4^3 \times 0.6 = 0.1659. Seluruhnya: sekitar 0.7100.710: jadi tim berpeluang 60%60\,\% per laga memenangkan 71%71\,\% rangkaian — rangkaiannya memperbesar keunggulannya.

16. Final tunggal: 60%60\,\%. Sistem tiga laga: p2+2p2q=0.36+0.288=0.648p^2 + 2p^2 q = 0.36 + 0.288 = 0.648. Tangga 60%65%71%60\,\% \to 65\,\% \to 71\,\% berlanjut seiring panjangnya: makin banyak laga makin merata-ratakan keberuntungan (hukum bilangan besar dalam ukuran kecil), sehingga final yang panjang menobatkan keterampilan — dan itulah yang justru dijual oleh liga.

17. Koin setimbang: E=50\E = 50, σ=25=5\sigma = \sqrt{25} = 5; z=62505=2.4z = \frac{62 - 50}{5} = 2.4: melampaui kelaziman 2σ2\sigma — jadi koin itu layak diselidiki.

18. P(X=0)=0.98500.364\P(X = 0) = 0.98^{50} \approx 0.364; P(X=1)=50×0.02×0.98490.372\P(X = 1) = 50 \times 0.02 \times 0.98^{49} \approx 0.372; P(X=2)=(502)0.022×0.98480.186\P(X = 2) = \binom{50}{2} 0.02^2 \times 0.98^{48} \approx 0.186. Jadi P(X3)10.922=0.078\P(X \geq 3) \approx 1 - 0.922 = 0.078: sekitar 7.8%7.8\,\% — di atas ambang 5%5\,\%, sehingga belum cukup untuk menolak pengakuannya; kumpulan buruk yang kedua akan mengubah ceritanya.

19. P(paling sedikit satu menang)=10.999100010.368=0.632\P(\text{paling sedikit satu menang}) = 1 - 0.999^{1000} \approx 1 - 0.368 = 0.632: seribu karcis dengan peluang satu per seribu memberi bukan kepastian melainkan 63%63\,\%. Bilangan 0.3680.368 yang berulang itu adalah 1e\frac1e dalam samaran — tetapan ee membuat penampilan resminya pada tahun berikutnya.

20. Pengenalannya: nn tetap, kebebasan, pp yang tetap — baru setelah itu, binomial. Tabelnya: segitiga Pascal, baris nn. Bentuknya: lonceng, setangkup untuk p=12p = \frac12, tergeser bila selain itu. Kompasnya: pusat npnp, sebaran np(1p)\sqrt{np(1-p)} — yaitu skor-z pada setiap keputusan. Pewarisnya: kurva lonceng mulus yang didekati tumpukannya, dan hukum bilangan besar yang menjelaskan mengapa papan besar tidak pernah berdusta.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium