Physics · Buku 2 · Grades 10–12

Fisika Sekolah Menengah Atas

Fisika Sekolah Menengah Atas · Grades 10–12

25Hukum-Hukum Newton

Selundupkanlah sebuah timbangan badan ke dalam lift. Ketika kabinnya menarik ke atas, jarumnya membaca tiga kilogram lebih berat; menjelang puncaknya jarumnya membaca lebih ringan; di antara keduanya, kebenaran yang polos — tidak ada yang berubah di dalamnya kecuali geraknya. Bab ini menyatakan ketiga hukum di balik jarum itu lalu menempanya menjadi cara kerja yang menjalankan seluruh mekanika: pilihlah sistemnya, gambarlah gayanya, proyeksikanlah F=ma\sum \vect F = m\vect a.

25.1 Momentum, dan hukum pertama yang dibuat tepat

Definisi 25.1 (Momentum)

Momentum sebuah benda bermassa mm (kg\mathrm{kg}) yang bergerak dengan kecepatan v\vect v adalah vektor

p=mv(kgm/s):\vect p = m \vect v \qquad (\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}):

kecepatannya, yang ditimbang oleh massanya; untuk sebuah sistem, jumlah vektor atas bagian-bagiannya.

Definisi 25.2 (Kerangka acuan inersial)

Kerangka acuan inersial adalah kerangka yang di dalamnya setiap benda terpencil — tanpa gaya, atau dengan gaya yang saling meniadakan — bergerak lurus dengan kecepatan tetap (Bab 6). Tanah adalah salah satunya dengan ketelitian yang sangat baik, begitu pula kabin mana pun yang bergerak lurus beraturan di atasnya; kereta yang mengerem atau komidi putar yang berbelok bukanlah kerangka inersial: di sana, barang bawaan yang lepas berpercepatan tanpa didorong.

Teorema 25.3 (Hukum pertama Newton)

Di dalam kerangka inersial, momentum sebuah sistem terpencil tidak berubah: p\vect p tetap, yaitu dp/dt=0d\vect p/dt = \vect 0.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 25.4 (Kelembaman, yang dipertajam dua kali)

Asas kelembaman dari Bab 6, yang ditingkatkan dua kali: ia menyebutkan di mana ia berlaku — ia menakrifkan kerangka inersial sebagai kerangka tempat ia berlaku — dan ia menjaga sebuah vektor, mvm\vect v, yang pembukuannya berbuah di penghujung bab ini.

25.2 Hukum kedua Newton

Teorema 25.5 (Hukum kedua Newton)

Di dalam kerangka inersial, gaya total pada sebuah benda sama dengan laju perubahan momentumnya; untuk massa yang tetap, karena p=mv\vect p = m\vect v,

F=dpdt=mdvdt=ma.\sum \vect F = \frac{d\vect p}{dt} = m\,\frac{d\vect v}{dt} = m \vect a .

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 25.6 (Sebuah hukum alam, dan satuannya)

Tidak ada buktinya: inilah hukum alam, yang ditimbang terhadap percobaan selama tiga abad. Tahun lalu (Bab 16) memberikan bayangannya, ΔvFΔt/m\Delta v \propto F\,\Delta t/m; turunannya (Bab 24) membuatnya tepat pada setiap saat — rinciannya yang halus menunggu pada jilid Tahun ke-1. Gaya memperoleh satuan, N=kgm/s2\mathrm{N} = \mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; dan sebuah benda yang hanya menanggung beratnya menaati ma=mgm\vect a = m\vect g: setiap massa jatuh dengan a=g\vect a = \vect g, dan g=9.81N/kg=9.81m/s2g = 9.81\,\mathrm{N}/\mathrm{kg} = 9.81\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} — kedua bacaan itu satu.

Contoh 25.7 (Gaya rata-rata, tanpa perlu rinciannya)

Sebuah mobil 1300kg1300\,\mathrm{kg} bergerak dari diam ke 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h} (27.8m/s27.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s}) dalam 8.0s8.0\,\mathrm{s}: apa pun ceritanya saat demi saat, gaya total rata-ratanya adalah Δp/Δt=1300×27.8/8.04.5×103N\Delta p/\Delta t = 1300 \times 27.8/8.0 \approx 4.5 \times 10^{3}\,\mathrm{N}momentum mengubah pertanyaan tentang gaya menjadi pembukuan sebelum dan sesudahnya.

25.3 Hukum ketiga Newton

Teorema 25.8 (Hukum ketiga Newton)

Jika sebuah benda AA mengerjakan gaya FAB\vect F_{A \to B} pada benda BB, maka BB mengerjakan pada AA gaya FBA=FAB\vect F_{B \to A} = -\vect F_{A \to B}: segaris kerja, sama besar, berlawanan arah — pada setiap saat, apa pun geraknya, secara bersentuhan maupun dari kejauhan.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Contoh 25.9 (Buku, meja, dan Bumi)

Sebuah buku terletak di atas meja: dua interaksi, dua pasangan. Gravitasi: Bumi menarik bukunya ke bawah (P\vect P), bukunya menarik Bumi ke atas. Sentuhan: mejanya mendorong bukunya ke atas (N\vect N), bukunya menekan mejanya ke bawah. Berjalan pun sama saja: doronglah tanahnya ke belakang; reaksinya adalah satu-satunya gaya yang melajukanmu ke depan.

Satu buku, dua interaksi, empat anak panah: pasangan gravitasinya (Bumi menarik bukunya, bukunya menarik Bumi) dan pasangan sentuhannya (mejanya mendorong bukunya, bukunya menekan mejanya). P dan N bukan pasangan: keduanya bekerja pada buku yang sama — dan saling meniadakan hanya karena percepatannya nol.
Satu buku, dua interaksi, empat anak panah: pasangan gravitasinya (Bumi menarik bukunya, bukunya menarik Bumi) dan pasangan sentuhannya (mejanya mendorong bukunya, bukunya menekan mejanya). P\vect P dan N\vect N bukan pasangan: keduanya bekerja pada buku yang sama — dan saling meniadakan hanya karena percepatannya nol.

25.4 Cara kerjanya: pilih, gambar, proyeksikan

Metode 25.10 (Menyelesaikan soal dinamika)

  1. Sistem: sebutkan benda (atau himpunan benda) yang ditelaah.
  2. Kerangka: pilihlah kerangka inersial dan sumbu yang cocok dengan geraknya — sumbu sepanjang lerengnya, atau kerangka Frenet untuk kurva (Bab 24).
  3. Daftar: sebutkan setiap gayanyaberatnya, lalu satu gaya tiap sentuhan, tidak ada yang lain — lalu gambarlah diagram benda bebasnya: satu titik, satu anak panah tiap gaya.
  4. Proyeksikan: tulislah F=ma\sum \vect F = m\vect a, lalu proyeksikan pada tiap sumbunya.
  5. Selesaikan lalu periksalah: satuannya, tandanya, kasus batasnya (μ0\mu \to 0, α0\alpha \to 0, …).

Definisi 25.11 (Gaya normal dan gesekan)

Sebuah permukaan bekerja pada benda melalui dua komponen: gaya normal N\vect N, yang tegak lurus permukaannya, dan gesekan f\vect f, yang menyinggungnya. Percobaan memberikan hukum gesekannya: selama bendanya belum tergelincir, gesekan statisnya menyesuaikan diri sampai sebuah langit-langit, fsμsNf_s \leq \mu_s N; sekali tergelincir, gesekan kinetisnya adalah fk=μkNf_k = \mu_k N, melawan gelincirnya. Koefisien gesekan μs\mu_s dan μk\mu_k (μkμs\mu_k \leq \mu_s) hanya bergantung pada kedua bahannya.

Contoh 25.12 (Bidang miring, dua kali)

Sebuah balok meluncur menuruni lereng bersudut α\alpha; sumbunya: xx menuruni lerengnya, yy tegak lurus. Pada yy: N=mgcosαN = mg\cos\alpha. Pada xx, tanpa gesekan: ma=mgsinαma = mg\sin\alpha, sehingga a=gsinαa = g\sin\alpha — tanpa massa; pada α=30\alpha = 30^\circ, a=4.9m/s2a = 4.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Dengan gesekan kinetis: a=g(sinαμkcosα)a = g(\sin\alpha - \mu_k\cos\alpha); untuk μk=0.20\mu_k = 0.20, a=9.81(0.5000.173)=3.2m/s2a = 9.81\,(0.500 - 0.173) = 3.2\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Dan baloknya tetap diam pada mulanya hanya selama gesekan statis yang dibutuhkannya muat di bawah langit-langitnya: tanαμs\tan\alpha \leq \mu_s.

Diagram benda bebas pada bidang miring: berat P, gaya normal N, gesekan f menaiki lerengnya untuk balok yang meluncur turun. Sumbu sepanjang dan tegak lurus lerengnya memecah P menjadi mg dan mg (bergaris putus-putus).
Diagram benda bebas pada bidang miring: berat P\vect P, gaya normal N\vect N, gesekan f\vect f menaiki lerengnya untuk balok yang meluncur turun. Sumbu sepanjang dan tegak lurus lerengnya memecah P\vect P menjadi mgsinαmg\sin\alpha dan mgcosαmg\cos\alpha (bergaris putus-putus).

Definisi 25.13 (Berat semu)

Berat semu sebuah benda adalah gaya normal antara benda itu dan penopangnya — yang dibaca timbangan di bawahnya.

Contoh 25.14 (Lift)

Seorang penumpang 70kg70\,\mathrm{kg} berdiri di atas timbangan di dalam lift yang percepatan tegaknya aza_z (ke atas positif): Nmg=mazN - mg = ma_z, sehingga N=m(g+az)N = m(g + a_z). Menarik ke atas pada az=1.5m/s2a_z = 1.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: 792N792\,\mathrm{N}, berat; mengerem menjelang puncaknya: 582N582\,\mathrm{N}, ringan; melaju tetap: mg=687Nmg = 687\,\mathrm{N} — hukum pertamanya; jatuh bebas, az=ga_z = -g: N=0N = 0, tanpa bobot di atas timbangan.

Contoh 25.15 (Dua balok dan sebuah katrol)

Sebuah balok m1=4.0kgm_1 = 4.0\,\mathrm{kg} di atas meja tanpa gesekan diikat dengan tali ringan, melewati katrol ideal, ke balok yang menggantung m2=1.0kgm_2 = 1.0\,\mathrm{kg}. Talinya meneruskan tegangan TT yang sama di kedua ujungnya; kedua baloknya berbagi satu besar percepatan aa. Satu hukum kedua untuk masing-masingnya, sepanjang tiap geraknya: m1a=Tm_1 a = T dan m2a=m2gTm_2 a = m_2 g - T, sehingga a=m2g/(m1+m2)=1.96m/s2a = m_2\,g/(m_1 + m_2) = 1.96\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} dan T=m1a=7.8NT = m_1 a = 7.8\,\mathrm{N} — lebih kecil daripada m2g=9.8Nm_2 g = 9.8\,\mathrm{N}, sebagaimana seharusnya agar m2m_2 berpercepatan ke bawah.

Dua balok, satu tali ringan, satu katrol ideal: tegangan T yang sama menarik kedua ujungnya, kedua baloknya berbagi satu besar percepatan — satu hukum kedua untuk masing-masingnya, dua persamaan, dua anu.
Dua balok, satu tali ringan, satu katrol ideal: tegangan TT yang sama menarik kedua ujungnya, kedua baloknya berbagi satu besar percepatan — satu hukum kedua untuk masing-masingnya, dua persamaan, dua anu.

Contoh 25.16 (Tikungan yang datar)

Sebuah mobil bermassa mm menempuh tikungan datar berjari-jari RR pada laju tetap vv. Di dalam kerangka Frenet (Bab 24) percepatannya murni normal, aN=v2/Ra_N = v^2/R, membidik pusatnya. Secara tegak, N=mgN = mg; secara mendatar, satu-satunya gaya sentripetal yang tersedia adalah gesekan statis jalan pada bannya: f=mv2/RμsN=μsmgf = mv^2/R \leq \mu_s N = \mu_s mg, sehingga vμsgRv \leq \sqrt{\mu_s\, g R}, berapa pun massanya. Untuk R=90mR = 90\,\mathrm{m}, jalan kering (μs=0.70\mu_s = 0.70): vmax25m/sv_{\max} \approx 25\,\mathrm{m}/\mathrm{s} (89km/h89\,\mathrm{km}/\mathrm{h}); di atas es langit-langitnya runtuh — Latihan 25.13 memiringkan jalannya; Latihan 25.10 mengayunkan proyeksi yang sama pada seutas kawat.

Sebuah mobil di tikungan yang datar pada laju tetap: dari atas (kiri) kecepatannya menyinggung dan gaya totalnya membidik pusatnya; dari belakang (kanan) N mengimbangi P, dan gesekan statis jalan ke sampingnya adalah seluruh gaya sentripetalnya. Sebuah mobil di tikungan yang datar pada laju tetap: dari atas (kiri) kecepatannya menyinggung dan gaya totalnya membidik pusatnya; dari belakang (kanan) N mengimbangi P, dan gesekan statis jalan ke sampingnya adalah seluruh gaya sentripetalnya.
Sebuah mobil di tikungan yang datar pada laju tetap: dari atas (kiri) kecepatannya menyinggung dan gaya totalnya membidik pusatnya; dari belakang (kanan) N\vect N mengimbangi P\vect P, dan gesekan statis jalan ke sampingnya adalah seluruh gaya sentripetalnya.

25.5 Sistem terpencil: momentumnya kekal

Proposisi 25.17 (Kekekalan momentum)

Untuk dua benda yang gaya luarnya lenyap atau saling meniadakan, momentum totalnya p1+p2\vect p_1 + \vect p_2 tetap, apa pun gaya yang keduanya kerjakan satu sama lain.

Bukti. Jumlahkanlah kedua hukum keduanya: ddt(p1+p2)=F21+F12+Fluar\frac{d}{dt}(\vect p_1 + \vect p_2) = \vect F_{2 \to 1} + \vect F_{1 \to 2} + \vect F_{\text{luar}}: pasangan dalamnya saling meniadakan menurut hukum ketiga, dan Fluar=0\vect F_{\text{luar}} = \vect 0 menurut andaiannya.

Contoh 25.18 (Hentakan balik)

Seorang peluncur es 60kg60\,\mathrm{kg} yang diam di atas es licin melemparkan bola medisin 4.0kg4.0\,\mathrm{kg} secara mendatar pada 6.0m/s6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Sebelumnya: p=0\vect p = \vect 0; sesudahnya: 0=60V+4.0×6.00 = 60\,V + 4.0 \times 6.0, sehingga V=0.40m/sV = -0.40\,\mathrm{m}/\mathrm{s} — ia melayang ke belakang. Tidak ada yang mendorongnya dari luar: bolanya yang mendorong (hukum ketiga), dan pembukuannya tetap nol.

Catatan 25.19 (Bagaimana roket mendorong ketiadaan)

Roket adalah mesin pelempar massa. Tiap sekon mesinnya melontarkan segumpal gas ke belakang; gasnya membawa pergi momentum ke belakang, sehingga roketnya memperoleh sebanyak itu ke depan — gaya dorong yang mantap, kira-kira massa yang dilontarkan tiap sekon dikalikan laju lontarannya. Roketnya mendorong gas buangannya sendiri, bukan udara: ia bekerja paling baik di ruang hampa.

25.6 Latihan

Latihan 25.1

Hitunglah momentum (a) seorang pelari cepat 70kg70\,\mathrm{kg} pada 10m/s10\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; (b) mobil 1300kg1300\,\mathrm{kg} pada 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; (c) peluru 8.0g8.0\,\mathrm{g} pada 800m/s800\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Urutkanlah ketiganya. Mengapa yang paling cepat menempati urutan terakhir?

Solusi

Solusi Latihan 25.1.

(a) p=70×10=7.0×102kgm/sp = 70 \times 10 = 7.0 \times 10^{2}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (b) v=13.9m/sv = 13.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: p1.8×104kgm/sp \approx 1.8 \times 10^{4}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (c) p=0.0080×800=6.4kgm/sp = 0.0080 \times 800 = 6.4\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Mobil >> pelari >> peluru: lima orde besaran massa lebih daripada yang mampu dibeli lajunya.

Latihan 25.2

Seorang penumpang 70kg70\,\mathrm{kg} berdiri di atas timbangan di dalam lift. Apa bacaannya ketika kabinnya (a) berpercepatan ke atas 1.2m/s21.2\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; (b) menanjak tetap 2.0m/s2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; (c) berpercepatan ke bawah 1.2m/s21.2\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}? Hukum mana yang menyelesaikan (b)?

Solusi

Solusi Latihan 25.2.

N=m(g+az)N = m(g + a_z): (a) 70×11.01=771N70 \times 11.01 = 771\,\mathrm{N}; (b) az=0a_z = 0, sehingga N=mg=687NN = mg = 687\,\mathrm{N} — hukum pertamanya: kecepatannya tetap, gayanya saling meniadakan; (c) 70×8.61=603N70 \times 8.61 = 603\,\mathrm{N}.

Latihan 25.3

Sebuah balok dilepaskan pada lereng tanpa gesekan bersudut 3030^\circ. Hitunglah percepatannya, lalu lajunya setelah meluncur 3.0m3.0\,\mathrm{m}. Ke mana massanya pergi?

Solusi

Solusi Latihan 25.3.

a=gsin30=4.9m/s2a = g\sin 30^\circ = 4.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; v=2×4.905×3.0=5.4m/sv = \sqrt{2 \times 4.905 \times 3.0} = 5.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Massanya saling meniadakan antara mama dan mgsinαmg\sin\alpha.

Latihan 25.4

Sebuah bola tenis 58g58\,\mathrm{g} datang pada 15m/s15\,\mathrm{m}/\mathrm{s} lalu dikembalikan sepanjang garis yang sama pada 25m/s25\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; sentuhannya berlangsung 5.0ms5.0\,\mathrm{ms}. Hitunglah perubahan momentumnya dan gaya rata-rata senarnya; bandingkanlah gaya itu dengan berat bolanya.

Solusi

Solusi Latihan 25.4.

Berbaliknya: Δp=0.058×(25+15)=2.3kgm/s\Delta p = 0.058 \times (25 + 15) = 2.3\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; F=2.32/0.0050=4.6×102NF = 2.32/0.0050 = 4.6 \times 10^{2}\,\mathrm{N} — sekitar 800800 kali berat 0.57N0.57\,\mathrm{N} bolanya, dan itulah sebabnya gravitasi diabaikan selama sentuhannya.

Latihan 25.5

Sebuah buku terletak di atas meja. Sebutkan kedua gaya yang bekerja pada bukunya dan, untuk masing-masingnya, pasangan aksi–reaksinya (benda yang mana? arah yang mana?). Mengapa berat bukunya dan dorongan mejanya bukan pasangan satu sama lain?

Solusi

Solusi Latihan 25.5.

Berat (Bumi pada bukunya, ke bawah): pasangannya = bukunya menarik Bumi, ke atas. Gaya normal (mejanya pada bukunya, ke atas): pasangannya = bukunya menekan mejanya, ke bawah. Berat dan gaya normal bekerja pada benda yang sama dan tergolong dua interaksi yang berbeda — sama besar di sini hanya karena a=0\vect a = \vect 0.

Latihan 25.6 ★★

Sebuah peti 50kg50\,\mathrm{kg} terletak di atas lantai mendatar, μs=0.45\mu_s = 0.45, μk=0.35\mu_k = 0.35. (a) Dorongan mendatar berapa yang tepat menggerakkannya? (b) Jika dorongan itu dipertahankan, berapa percepatannya? (c) Dorongan berapa yang mempertahankan geraknya pada kecepatan tetap?

Solusi

Solusi Latihan 25.6.

N=mg=490NN = mg = 490\,\mathrm{N}. (a) F>μsN=221NF > \mu_s N = 221\,\mathrm{N}. (b) a=(220.70.35×490.5)/50=0.98m/s2a = (220.7 - 0.35 \times 490.5)/50 = 0.98\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. (c) F=μkN=172NF = \mu_k N = 172\,\mathrm{N}.

Latihan 25.7 ★★

Peti yang sama diletakkan pada landaian yang dapat diatur (μs=0.45\mu_s = 0.45, μk=0.35\mu_k = 0.35). (a) Pada sudut berapa peti itu mulai tergelincir? (b) Pada 3030^\circ, hitunglah percepatannya. (c) Sekali bergerak pada sudut (a), apakah peti itu terus berpercepatan? Mengapa?

Solusi

Solusi Latihan 25.7.

(a) Tergelincir ketika tanα>μs\tan\alpha > \mu_s: α=arctan0.4524\alpha = \arctan 0.45 \approx 24^\circ. (b) a=g(sin300.35cos30)=9.81×0.197=1.9m/s2a = g(\sin 30^\circ - 0.35\cos 30^\circ) = 9.81 \times 0.197 = 1.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. (c) Ya: sekali tergelincir, gesekannya turun ke μk<μs\mu_k < \mu_s, sehingga a=gcosα(tanαμk)0.9m/s2>0a = g\cos\alpha\,(\tan\alpha - \mu_k) \approx 0.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} > 0.

Latihan 25.8 ★★

Sebuah balok 3.0kg3.0\,\mathrm{kg} di atas meja tanpa gesekan diikat melewati katrol ideal ke balok 2.0kg2.0\,\mathrm{kg} yang menggantung. Hitunglah percepatan dan tegangannya. Mengapa tegangannya harus keluar lebih kecil daripada berat yang menggantung itu?

Solusi

Solusi Latihan 25.8.

a=m2g/(m1+m2)=19.62/5.0=3.9m/s2a = m_2 g/(m_1 + m_2) = 19.62/5.0 = 3.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; T=m1a=11.8NT = m_1 a = 11.8\,\mathrm{N}. Balok yang menggantung berpercepatan ke bawah, sehingga gaya total padanya menunjuk ke bawah: TT harus di bawah m2gm_2 g.

Latihan 25.9 ★★

Sebuah tikungan berjari-jari 50m50\,\mathrm{m} berpermukaan datar. Hitunglah laju terbesar sebuah mobil untuk μs=0.70\mu_s = 0.70 (kering) dan 0.400.40 (basah), dalam km/h\mathrm{km}/\mathrm{h}. Mengapa jawabannya berlaku bagi skuter dan truk sekaligus?

Solusi

Solusi Latihan 25.9.

vmax=μsgRv_{\max} = \sqrt{\mu_s g R}: kering 0.70×9.81×50=18.5m/s67km/h\sqrt{0.70 \times 9.81 \times 50} = 18.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} \approx 67\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; basah 14.0m/s=50km/h14.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} = 50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}. Baik mv2/Rmv^2/R maupun μsmg\mu_s mg membawa mm: massanya saling meniadakan.

Latihan 25.10 ★★

Sebuah bandul 0.30kg0.30\,\mathrm{kg} pada kawat 1.2m1.2\,\mathrm{m} melukis lingkaran mendatar, kawatnya menahan sudut tetap 2525^\circ terhadap arah tegak (bandul kerucut). Proyeksikanlah hukum keduanya secara tegak, lalu sepanjang jari-jarinya: hitunglah tegangan dan lajunya.

Solusi

Solusi Latihan 25.10.

Secara tegak: Tcosθ=mgT\cos\theta = mg, sehingga T=2.943/cos25=3.2NT = 2.943/\cos 25^\circ = 3.2\,\mathrm{N}. Jari-jarinya R=Lsinθ=0.507mR = L\sin\theta = 0.507\,\mathrm{m}; secara radial: Tsinθ=mv2/RT\sin\theta = mv^2/R, sehingga v=gRtanθ=9.81×0.507×0.466=1.5m/sv = \sqrt{gR\tan\theta} = \sqrt{9.81 \times 0.507 \times 0.466} = 1.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

Latihan 25.11 ★★

Sebuah paket 5.0kg5.0\,\mathrm{kg} menumpang timbangan di dalam lift barang; bacaannya:

tahap0 to 2s0\text{ to }2\,\mathrm{s}2 to 8s2\text{ to }8\,\mathrm{s}8 to 10s8\text{ to }10\,\mathrm{s}
timbangan (N\mathrm{N})54.049.044.1

Hitunglah percepatan pada tiap tahapnya lalu lukiskan satu perjalanan yang mungkin. Mungkinkah liftnya bergerak turun sepanjang waktu itu?

Solusi

Solusi Latihan 25.11.

az=(Nmg)/ma_z = (N - mg)/m dengan mg=49.05Nmg = 49.05\,\mathrm{N}: +1.0m/s2+1.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, 00, 1.0m/s2-1.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Misalnya perjalanan naik: bertambah cepat, melaju tetap, mengerem. Ya: jika masuk dalam keadaan sudah menurun, bacaan yang sama berarti mengerem, melaju tetap, lalu bertambah cepat lagi ke bawah — timbangannya membaca percepatan, bukan kecepatan.

Latihan 25.12 ★★★

Seorang peluncur es 60kg60\,\mathrm{kg} yang diam di atas es licin melemparkan bola 4.0kg4.0\,\mathrm{kg} secara mendatar. (a) Bolanya lepas pada 8.0m/s8.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} terhadap tanah: berapa laju hentakan baliknya? (b) 8.0m/s8.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} itu kini terukur terhadap dirinya: hitunglah kembali kedua lajunya. (c) Gaya mana yang mendorongnya ke belakang?

Solusi

Solusi Latihan 25.12.

(a) 0=60V+4.0×8.00 = 60V + 4.0 \times 8.0: V=0.53m/sV = -0.53\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (b) Bolanya pada 8.0+V8.0 + V terhadap tanah: 0=60V+4.0(8.0+V)0 = 60V + 4.0(8.0 + V), sehingga V=32/64=0.50m/sV = -32/64 = -0.50\,\mathrm{m}/\mathrm{s} dan bolanya melesat pada 7.5m/s7.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (c) Dorongan bolanya pada tangannya — pasangan hukum ketiga bagi lemparannya sendiri.

Latihan 25.13 ★★★

Sebuah tikungan jalan raya berjari-jari 80m80\,\mathrm{m} dirancang untuk 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s} tanpa bantuan gesekan. Tunjukkan bahwa jalannya harus dimiringkan pada sudut θ\theta yang diberikan oleh tanθ=v2/(gR)\tan\theta = v^2/(gR) lalu hitunglah sudutnya. Apa yang harus dikerjakan gesekannya bagi mobil yang menempuh tikungan itu lebih lambat — atau lebih cepat?

Solusi

Solusi Latihan 25.13.

Tanpa gesekan: Ncosθ=mgN\cos\theta = mg (tegak) dan Nsinθ=mv2/RN\sin\theta = mv^2/R (radial); dengan membaginya, tanθ=v2/(gR)=400/784.8\tan\theta = v^2/(gR) = 400/784.8: θ27\theta \approx 27^\circ. Lebih lambat: mobilnya cenderung merosot menuruni kemiringannya, gesekannya harus menunjuk menaiki lerengnya; lebih cepat: sebaliknya.

Latihan 25.14 ★★★

Mesin sebuah roket melontarkan 250kg250\,\mathrm{kg} gas tiap sekon pada 2500m/s2500\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. (a) Berapa momentum yang pergi tiap sekon — gaya dorong berapa yang dikembalikan gasnya? (b) Roketnya bermassa 5.0×104kg5.0 \times 10^{4}\,\mathrm{kg} saat penyalaan: berapa beratnya? berapa percepatan lepas landasnya? (c) Mengapa mesinnya bekerja sama baiknya di ruang hampa?

Solusi

Solusi Latihan 25.14.

(a) 250×2500=6.3×105kgm/s250 \times 2500 = 6.3 \times 10^{5}\,\mathrm{kg}\,\mathrm{m}/\mathrm{s} tiap sekon: gaya dorongnya 6.3×105N6.3 \times 10^{5}\,\mathrm{N}. (b) P=4.9×105NP = 4.9 \times 10^{5}\,\mathrm{N}; a=(6.254.905)×105/5.0×104=2.7m/s2a = (6.25 - 4.905) \times 10^5 / 5.0 \times 10^{4} = 2.7\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. (c) Roketnya mendorong gas buangannya sendiri (hukum ketiga), bukan udaranya.

Latihan 25.15 ★★★

Sebuah balok 4.0kg4.0\,\mathrm{kg} di atas meja (μs=0.35\mu_s = 0.35, μk=0.25\mu_k = 0.25) diikat melewati katrol ideal ke massa yang menggantung m2m_2. (a) Berapa m2m_2 terkecil yang memulai geraknya? (b) Untuk m2=2.0kgm_2 = 2.0\,\mathrm{kg}, hitunglah percepatan dan tegangannya. (c) Periksalah bahwa μk=0\mu_k = 0 memulihkan rumus tanpa gesekan pada Latihan 25.8.

Solusi

Solusi Latihan 25.15.

(a) m2g>μsm1gm_2 g > \mu_s m_1 g: m2>0.35×4.0=1.4kgm_2 > 0.35 \times 4.0 = 1.4\,\mathrm{kg}. (b) a=(m2μkm1)g/(m1+m2)=1.0×9.81/6.0=1.6m/s2a = (m_2 - \mu_k m_1)\,g/(m_1 + m_2) = 1.0 \times 9.81/6.0 = 1.6\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; T=m2(ga)=16.4NT = m_2(g - a) = 16.4\,\mathrm{N}. (c) μk=0\mu_k = 0 memberikan a=m2g/(m1+m2)a = m_2 g/(m_1 + m_2): rumus pada Latihan 25.8.

25.7 Soal: Kereta gantung

Soal 25.1

Soal akhir pekan — mengesahkan kereta gantung: tegangan yang dituntut lerengnya saat diam, tambahan saat bertolak, kelegaan di atas menaranya, harga sebuah pemberhentian darurat — dan satu bilangan yang boleh dijanjikan papan di dalam kabinnya

Sebuah kereta gantung gunung — kabin beserta keretanya, bermassa kosong M0=2.0×103kgM_0 = 2.0 \times 10^{3}\,\mathrm{kg} — berjalan pada kabel jalur yang miring α=30\alpha = 30^\circ, ditarik oleh kabel penghela yang sejajar lerengnya dengan tegangan T\vect T. Gesekan gelindingnya diabaikan; lantai kabinnya tetap mendatar sepanjang waktu. Kabinnya memuat 2525 penumpang bermassa rata-rata 80kg80\,\mathrm{kg}; kamulah insinyur yang mengesahkannya. Kecuali disebutkan lain, kabinnya penuh: M=4.0×103kgM = 4.0 \times 10^{3}\,\mathrm{kg}.

Bagian I — Diam di lerengnya.

  1. Pilihlah sistemnya; sebutkan mengapa kerangka gunungnya memadai sebagai kerangka inersial; daftarlah ketiga gayanya, beserta arahnya.
  2. Hukum mana yang mengatur penantiannya? Proyeksikanlah hukum itu sepanjang dan tegak lurus lerengnya untuk menyatakan TT dan gaya normal NN kabel jalurnya.
  3. Hitunglah TT dan NN.
  4. Hitunglah kembali TT untuk kabin yang kosong. Mengapa TT sebanding dengan massa totalnya?
  5. Kabel penghelanya putus, remnya lepas: tunjukkan bahwa percepatan meluncurnya adalah gsinαg \sin\alpha, bermuatan maupun kosong, lalu hitunglah.

Bagian II — Bertolak. Derek penggulungnya melajukan kabin yang penuh dengan a=0.60m/s2a = 0.60\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} menaiki lerengnya sampai melaju tetap pada v=6.0m/sv = 6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

  1. Nyatakan lalu hitunglah tegangan TT' selama tahap ini.
  2. Berapa bagian tambahan tegangan saat bertolak di atas nilainya saat diam?
  3. Berapa lama tahap itu berlangsung, dan sepanjang jarak berapa?
  4. Seorang penumpang 80kg80\,\mathrm{kg} berdiri di lantai yang mendatar. Proyeksikanlah hukum keduanya secara tegak untuk menyatakan lalu menghitung berat semunya; bandingkanlah dengan mgmg.
  5. Gaya mana yang melajukannya secara mendatar, dan seberapa besar? Mengapa penumpangnya condong?

Bagian III — Di atas menaranya. Pada 6.0m/s6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} yang tetap, kabel jalurnya melengkung di atas menara penopang sepanjang busur lingkaran tegak berjari-jari R=40mR = 40\,\mathrm{m}; di puncaknya kecepatannya mendatar.

  1. Di dalam kerangka Frenet pada puncaknya (Bab 24), sebutkan kedua komponen percepatannya, beserta nilainya.
  2. Proyeksikanlah hukum keduanya sepanjang normalnya untuk menyatakan lalu menghitung gaya normal NN' kabelnya pada keretanya.
  3. Pertanyaan yang sama untuk berat semu penumpangnya di puncaknya: berapa bagian ia menjadi lebih ringan?
  4. Pada laju berapa NN' akan lenyap? Bandingkanlah dengan laju lajunya lalu berilah ulasan.
  5. Gaya apa yang dikerjakan keretanya pada kabelnya di atas menara itu — hukum mana yang mengatakannya, dengan besar dan arah yang mana?

Bagian IV — Pengereman, sebuah lompatan, dan papannya.

  1. Pada bentangan mendatar saat tiba, sebuah pemberhentian darurat membawa kabin yang penuh dari 6.0m/s6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} sampai diam dalam 1.5s1.5\,\mathrm{s}: bacalah F=dp/dt\sum \vect F = d\vect p/dt sebagai rata-rata sepanjang pemberhentian itu untuk menghitung gaya pengeremannya.
  2. Gaya mendatar berapa yang harus menghentikan penumpang 80kg80\,\mathrm{kg}, dan dapatkah gesekan statis sepatu–lantai (μs=0.40\mu_s = 0.40) memasoknya? Simpulkanlah.
  3. Di peronnya, remnya lepas, kabin yang kosong menggantung bebas dan diam; penumpang yang terakhir (80kg80\,\mathrm{kg}) melompat turun secara mendatar pada 2.5m/s2.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s} terhadap kabinnya. Hitunglah laju hentakan balik kabinnya dan laju penumpangnya terhadap tanah.
  4. Dalam satu kalimat: alat pendorong mana yang hidup dari asas hentakan balik ini, dan apa yang menetapkan gaya dorongnya?
  5. Pengesahan. Kabel penghelanya putus pada 100kN100\,\mathrm{kN}; peraturannya membatasi tegangan kerjanya pada seperlima nilai itu. Tunjukkan bahwa keadaan terburuk yang ditemui di atas adalah saat bertolak, perolehlah massa total terbesarnya, lalu cetaklah papannya: berapa penumpang 80kg80\,\mathrm{kg} yang boleh menumpang? Periksalah faktor keselamatannya.
Solusi

Solusi Soal 25.1.

1. Sistemnya: kabin ++ kereta (++ penumpangnya). Gunungnya terpaku pada tanah, inersial dengan ketelitian yang sangat baik. Gayanya: berat MgM\vect g (ke bawah), gaya normal N\vect N kabel jalurnya (tegak lurus kabelnya), tegangan penghela T\vect T (menaiki lerengnya).

2. Saat diam, hukum pertamanya: F=0\sum \vect F = \vect 0. Sepanjang lerengnya: T=MgsinαT = Mg\sin\alpha; tegak lurus: N=MgcosαN = Mg\cos\alpha.

3. T=4000×9.81×0.500=19.6kNT = 4000 \times 9.81 \times 0.500 = 19.6\,\mathrm{kN}; N=4000×9.81×0.866=34.0kNN = 4000 \times 9.81 \times 0.866 = 34.0\,\mathrm{kN}.

4. Kosong: T=9.8kNT = 9.8\,\mathrm{kN}. Setiap gaya dalam keseimbangannya sebanding dengan MM, sehingga TT pun demikian.

5. Sepanjang lerengnya, Ma=MgsinαMa = Mg\sin\alpha: MM saling meniadakan, a=gsinα=4.9m/s2a = g\sin\alpha = 4.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} menuruni lerengnya.

6. T=M(gsinα+a)=4000×5.505=22.0kNT' = M(g\sin\alpha + a) = 4000 \times 5.505 = 22.0\,\mathrm{kN}.

7. a/(gsinα)=0.60/4.90512%a/(g\sin\alpha) = 0.60/4.905 \approx 12\%.

8. t=v/a=10st = v/a = 10\,\mathrm{s}; d=v2/(2a)=30md = v^2/(2a) = 30\,\mathrm{m}.

9. Komponen tegak a\vect a: asinα=0.30m/s2a\sin\alpha = 0.30\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, sehingga N=m(g+asinα)=80×10.11=809NN = m(g + a\sin\alpha) = 80 \times 10.11 = 809\,\mathrm{N} terhadap mg=785Nmg = 785\,\mathrm{N}: 3%3\% lebih berat.

10. Gesekan statis lantainya, mendatar: macosα=80×0.5242Nma\cos\alpha = 80 \times 0.52 \approx 42\,\mathrm{N}. Dengan condong, dorongan gabungan lantainya melewati pusat massanya, sehingga tidak menjungkalkannya.

11. aT=dv/dt=0a_T = dv/dt = 0 (lajunya tetap); aN=v2/R=36/40=0.90m/s2a_N = v^2/R = 36/40 = 0.90\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, membidik pusatnya — lurus ke bawah di puncaknya.

12. Sumbu normalnya (ke bawah positif): MgN=Mv2/RMg - N' = Mv^2/R, sehingga N=M(gv2/R)=4000×8.91=35.6kNN' = M(g - v^2/R) = 4000 \times 8.91 = 35.6\,\mathrm{kN}.

13. N=m(gv2/R)=80×8.91=713NN = m(g - v^2/R) = 80 \times 8.91 = 713\,\mathrm{N}: lebih ringan sebesar v2/(gR)=0.90/9.819%v^2/(gR) = 0.90/9.81 \approx 9\%.

14. N=0N' = 0 pada v=gR=19.8m/s71km/hv = \sqrt{gR} = 19.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s} \approx 71\,\mathrm{km}/\mathrm{h} — lebih dari tiga kali laju lajunya: keretanya menumpang kabelnya dengan sisa yang lapang.

15. Hukum ketiga Newton: 35.6kN35.6\,\mathrm{kN}, menekan ke bawah pada kabelnya (jadi pada menaranya) — sedikit kurang daripada beratnya saat diam, yang diringankan oleh lintasan yang melengkung itu.

16. F=Δp/Δt=4000×6.0/1.5=16kNF = \Delta p/\Delta t = 4000 \times 6.0/1.5 = 16\,\mathrm{kN}, berlawanan dengan geraknya (a=4.0m/s2a = 4.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}).

17. f=ma=80×4.0=320Nf = ma = 80 \times 4.0 = 320\,\mathrm{N}; langit-langitnya μsmg=0.40×785=314N<320N\mu_s mg = 0.40 \times 785 = 314\,\mathrm{N} < 320\,\mathrm{N}: kakinya saja akan tergelincir — peganglah pegangannya.

18. 0=M0V+m(vrel+V)0 = M_0 V + m(v_{\text{rel}} + V): V=80×2.5/2080=0.096m/sV = -80 \times 2.5/2080 = -0.096\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; penumpangnya bergerak pada 2.50.0962.4m/s2.5 - 0.096 \approx 2.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s} terhadap tanah.

19. Roketnya: gaya dorongnya ditetapkan oleh massa yang dilontarkan tiap sekon dikalikan laju lontarannya terhadap roket itu.

20. Tegangan terbesar yang ditemui adalah saat bertolak, T=M×5.505N/kgT' = M \times 5.505\,\mathrm{N}/\mathrm{kg} (saat diam memberikan MgsinαMg\sin\alpha, di puncaknya bahkan lebih kecil). Batasnya: T20kNT' \leq 20\,\mathrm{kN}, sehingga M20000/5.505=3.63×103kgM \leq 20000/5.505 = 3.63 \times 10^{3}\,\mathrm{kg}: muatannya 1.63×103kg1.63 \times 10^{3}\,\mathrm{kg}, yaitu 2020 penumpang 80kg80\,\mathrm{kg} (bukan 2525). Papannya: 20 orang; lalu M=3.6×103kgM = 3.6 \times 10^{3}\,\mathrm{kg}, T=19.8kNT' = 19.8\,\mathrm{kN}, faktor keselamatannya 100/19.85.15100/19.8 \approx 5.1 \geq 5.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium