Physics · Buku 2 · Grades 10–12

Fisika Sekolah Menengah Atas

Fisika Sekolah Menengah Atas · Grades 10–12

24Kinematika pada Dua Dimensi

Amatilah sebuah mobil menempuh bundaran dengan tetap 30km/h30\,\mathrm{km}/\mathrm{h}: jarum penunjuknya tidak pernah bergerak, namun setiap penumpang merasa tertarik ke samping — geraknya sedang berubah, dan yang berubah bukanlah lajunya. Satu bilangan tiap saat tidak lagi memadai: gerak di dalam bidang memerlukan anak panah. Bab ini melengkapi sebuah titik yang bergerak dengan tiga anak panah — posisi, kecepatan, percepatan — yang dirangkai turunan, lalu membaca seluruh keluarga geraknya dari ilmu ukurnya.

24.1 Vektor posisi

Gerak hanya ada terhadap kerangka acuan yang disebutkan — sebuah benda tegar beserta jam (Bab 5). Yang baru tahun ini adalah ketepatannya: lekatkanlah pada kerangkanya sebuah titik asal OO beserta dua sumbu berskala yang saling tegak lurus, OxOx dan OyOy, lalu catatlah letak titiknya pada setiap saat, sebagai sepasang fungsi.

Definisi 24.1 (Vektor posisi)

Di dalam kerangka yang dilengkapi titik asal OO dan sumbu OxOx, OyOy, vektor posisi sebuah titik bergerak MM pada saat tt adalah OM(t)\vect{OM}(t), yang berkoordinat (x(t),y(t))\bigl(x(t),\, y(t)\bigr): dua fungsi waktu, satu untuk tiap sumbunya. Kurva yang dilukis MM ketika tt berjalan adalah lintasannya.

24.2 Vektor kecepatan

Definisi 24.2 (Vektor kecepatan)

Sepanjang selang yang singkat, titiknya berpindah sebesar OM(t+Δt)OM(t)\vect{OM}(t+\Delta t) - \vect{OM}(t); bagilah dengan Δt\Delta t lalu biarkan selangnya menyusut: inilah turunan pada pelajaran matematikamu, yang diterapkan pada tiap koordinatnya. Vektor kecepatan MM adalah turunan vektor posisinya, v(t)=(x(t),y(t))\vect v(t) = \bigl(x'(t),\, y'(t)\bigr), dalam m/s\mathrm{m}/\mathrm{s}. Normanya v=x2+y2v = \sqrt{x'^2 + y'^2} disebut kelajuan — satu bilangan yang ditunjukkan alat pengukur laju.

Contoh 24.3 (Sebuah pesawat nirawak terbang mendatar)

Sebuah pesawat nirawak terbang dengan x(t)=4.0tx(t) = 4.0\,t dan y(t)=3.0ty(t) = 3.0\,t (dalam meter dan sekon): lintasannya garis y=34xy = \tfrac34 x, kecepatannya v=(4.0,3.0)\vect v = (4.0, 3.0) pada setiap saat, dan lajunya 4.02+3.02=5.0m/s\sqrt{4.0^2 + 3.0^2} = 5.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, yang tetap.

Proposisi 24.4 (Menyinggung lintasannya)

Pada setiap saat, v(t)\vect v(t) menyinggung lintasannya di kedudukan MM saat itu, dan menunjuk ke arah perjalanannya.

Bukti. Perpindahannya merupakan tali busur lintasannya; ketika Δt\Delta t menyusut, arah tali busurnya menjadi arah garis singgungnya.

24.3 Vektor percepatan

Definisi 24.5 (Vektor percepatan)

Vektor percepatan MM adalah turunan vektor kecepatannya, a(t)=(vx(t),vy(t))=(x(t),y(t))\vect a(t) = \bigl(v_x'(t),\, v_y'(t)\bigr) = \bigl(x''(t),\, y''(t)\bigr), dalam m/s2\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: seberapa cepat, dan ke arah mana, vektor kecepatannya sedang berubah.

Catatan 24.6 (Berpercepatan tanpa bertambah cepat)

a0\vect a \neq \vect 0 setiap kali vektor kecepatannya berubah — baik panjangnya maupun arahnya: mobil yang mengerem berpercepatan (ke belakang); mobil yang berbelok dengan laju tetap berpercepatan (ke samping). Inilah besaran yang dikendalikan gaya (Bab 16 dan 25).

Metode 24.7 (Membaca sebuah kronofotografi)

Sebuah kronofotografi merekam kedudukan M0,M1,M2,M_0, M_1, M_2, \dots sebuah titik yang bergerak pada selang waktu yang sama Δt\Delta t.

  1. Jarak antartitiknya membaca lajunya: jaraknya sama berarti lajunya tetap; melebar berarti bertambah cepat; merapat berarti melambat.
  2. Kecepatan di MiM_i adalah tali busur setangkupnya, viMi1Mi+1/(2Δt)\vect v_i \approx \vect{M_{i-1}M_{i+1}}/(2\,\Delta t), yang digambar di MiM_i dan menyinggung lintasan titik-titiknya.
  3. Untuk percepatan di MiM_i: salinlah vi1\vect v_{i-1} dan vi+1\vect v_{i+1} ke MiM_i, lalu gambarlah Δv=vi+1vi1\Delta\vect v = \vect v_{i+1} - \vect v_{i-1} ujung ke ujung; maka aiΔv/(2Δt)\vect a_i \approx \Delta\vect v/(2\,\Delta t).
Kronofotografi sebuah bola yang dilemparkan: v_2 dan v_4, yang dibangun dari tali busurnya, disalin ke M_3; selisihnya v menyerahkan a — tegak, ke bawah.
Kronofotografi sebuah bola yang dilemparkan: v2\vect v_2 dan v4\vect v_4, yang dibangun dari tali busurnya, disalin ke M3M_3; selisihnya Δv\Delta\vect v menyerahkan a\vect a — tegak, ke bawah.

24.4 Gerak lurus

Sepanjang sebuah garis lurus, satu sumbu sudah memadai: x(t)x(t), v(t)=x(t)v(t) = x'(t), a(t)=v(t)a(t) = v'(t), yang semuanya bilangan bertanda.

Definisi 24.8 (Gerak lurus beraturan)

Sebuah gerak disebut lurus beraturan apabila v\vect v merupakan vektor yang tetap: lintasannya lurus, lajunya tetap, dan a=0\vect a = \vect 0. Maka x(t)=vt+x0x(t) = v\,t + x_0.

Proposisi 24.9 (Gerak lurus berubah beraturan)

Jika sebuah titik bergerak sepanjang OxOx dengan percepatan aa yang tetap, dan bermula pada t=0t = 0 dari kedudukan x0x_0 dengan kecepatan v0v_0, maka

v(t)=at+v0,x(t)=12at2+v0t+x0.v(t) = a\,t + v_0, \qquad x(t) = \tfrac12\,a\,t^2 + v_0\,t + x_0 .

Bukti. vv adalah antiturunan dari tetapan aa: v(t)=at+Cv(t) = a t + C, dan t=0t = 0 memaksa C=v0C = v_0. Selanjutnya xx adalah antiturunan dari at+v0a t + v_0: x(t)=12at2+v0t+Cx(t) = \tfrac12 a t^2 + v_0 t + C', dengan C=x0C' = x_0.

Gerak lurus berubah beraturan (a = 2.0\, m/ s2, v_0 = 1.0\, m/ s, x_0 = 0): tiap grafiknya merupakan turunan grafik di atasnya — sebuah parabola, kemiringannya, dan kemiringan kemiringannya.
Gerak lurus berubah beraturan (a=2.0m/s2a = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, v0=1.0m/sv_0 = 1.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, x0=0x_0 = 0): tiap grafiknya merupakan turunan grafik di atasnya — sebuah parabola, kemiringannya, dan kemiringan kemiringannya.

Contoh 24.10 (Jarak pengereman)

Sebuah mobil berlaju v0v_0 mengerem dengan perlambatan tetap aa (percepatannya a-a). Mobil itu berhenti ketika v(t)=at+v0=0v(t) = -a t + v_0 = 0, yaitu pada ts=v0/at_s = v_0/a, setelah menempuh d=12ats2+v0ts=v02/(2a)d = -\tfrac12 a t_s^2 + v_0 t_s = v_0^2/(2a). Kuadratnya adalah tajuk berita keselamatan jalan: menggandakan lajunya melipatempatkan jarak pengeremannya — dengan a=6.0m/s2a = 6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, 16m16\,\mathrm{m} dari 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}, dan 64m64\,\mathrm{m} dari 100km/h100\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.

24.5 Gerak melingkar beraturan dan kerangka Frenet

Definisi 24.11 (Gerak melingkar beraturan)

Sebuah gerak disebut melingkar beraturan apabila lintasannya berupa lingkaran berjari-jari RR dan lajunya vv tetap. Lama satu putarannya disebut periode TT, dan frekuensi f=1/Tf = 1/T (dalam Hz\mathrm{Hz}) adalah banyaknya putaran tiap sekon: v=2πR/T=2πRfv = 2\pi R/T = 2\pi R f.

Lajunya tetap — namun kecepatannya berputar: berarti ada percepatan. Ke arah mana, dan seberapa besar?

Teorema 24.12 (Percepatan sentripetal)

Pada gerak melingkar beraturan berjari-jari RR dan berlaju vv, percepatannya — yang disebut sentripetal — menunjuk dari titik yang bergerak menuju pusat lingkarannya, dengan norma yang tetap

a=v2R.a = \frac{v^2}{R}.

Bukti. Pusatkanlah sumbunya di pusat lingkarannya lalu ambillah ω=v/R\omega = v/R, sehingga busur vtv t mengapit sudut ωt\omega t: kedudukannya x(t)=Rcos(ωt)x(t) = R\cos(\omega t), y(t)=Rsin(ωt)y(t) = R\sin(\omega t). Dengan menurunkannya, v=(Rωsin(ωt),Rωcos(ωt))\vect v = (-R\omega\sin(\omega t),\, R\omega\cos(\omega t)), yang normanya tetap Rω=vR\omega = v; dengan menurunkannya sekali lagi, a=ω2OM\vect a = -\omega^2\,\vect{OM}: berlawanan dengan vektor posisinya — yaitu menuju pusatnya — dengan norma ω2R=v2/R\omega^2 R = v^2/R.

Gerak melingkar beraturan: v menyinggung lingkarannya, dengan panjang yang tetap; a membidik pusatnya, dengan panjang tetap v2/R — selamanya memutar kecepatannya tanpa pernah meregangkannya.
Gerak melingkar beraturan: v\vect v menyinggung lingkarannya, dengan panjang yang tetap; a\vect a membidik pusatnya, dengan panjang tetap v2/Rv^2/R — selamanya memutar kecepatannya tanpa pernah meregangkannya.

Definisi 24.13 (Kerangka Frenet)

Kerangka Frenet pada kedudukan saat ini sebuah titik pada lintasan yang melengkung adalah pasangan vektor satuan yang saling tegak lurus (ut,un)(\vect{u_t}, \vect{u_n}): ut\vect{u_t} menyinggung lintasannya, searah geraknya; un\vect{u_n} normal, menuju pusat lingkaran berjari-jari RR yang paling cocok dengan kurvanya di sana.

Proposisi 24.14 (Percepatan pada kerangka Frenet)

Sepanjang lintasan bidang mana pun yang jari-jari setempatnya RR dan ditempuh dengan laju v(t)v(t),

a=atut+anun,at= ⁣dv ⁣dt,an=v2R:\vect a = a_t\,\vect{u_t} + a_n\,\vect{u_n}, \qquad a_t = \frac{\dd v}{\dd t}, \qquad a_n = \frac{v^2}{R}:

percepatan tangensial ata_t mengubah lajunya; percepatan normal ana_n memutar kecepatannya.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 24.15 (Di mana buktinya bersemayam)

Kita sudah membuktikan kedua ujungnya: ata_t murni pada sebuah garis (Proposisi 24.9), dan ana_n murni pada sebuah lingkaran (Teorema 24.12); penguraian yang umum diturunkan pada jilid Tahun ke-1.

Contoh 24.16 (Mengerem memasuki tikungan)

Sebuah mobil memasuki tikungan berjari-jari R=50mR = 50\,\mathrm{m} pada v=15m/sv = 15\,\mathrm{m}/\mathrm{s} selagi mengerem dengan  ⁣dv/ ⁣dt=3.0m/s2\dd v/\dd t = -3.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: at=3.0m/s2a_t = -3.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, an=152/50=4.5m/s2a_n = 15^2/50 = 4.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, sehingga a=3.02+4.525.4m/s2a = \sqrt{3.0^2 + 4.5^2} \approx 5.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, yang menunjuk ke belakang sekaligus ke dalam tikungannya. Bannya harus memasok keduanya sekaligus — dan itulah sebabnya pembalap mengerem sebelum tikungannya.

24.6 Latihan

Latihan 24.1

Untuk x(t)=3.0tx(t) = 3.0\,t, y(t)=4.0ty(t) = 4.0\,t (dalam meter dan sekon), sebutkan v\vect v, lajunya, lintasannya, dan golongan geraknya.

Solusi

Solusi Latihan 24.1.

v=(3.0,4.0)\vect v = (3.0, 4.0), tetap; lajunya 3.02+4.02=5.0m/s\sqrt{3.0^2 + 4.0^2} = 5.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Lintasannya: garis y=43xy = \tfrac43 x. Vektor kecepatannya tetap: gerak lurus beraturan.

Latihan 24.2

Pada sebuah kronofotografi yang diambil tiap 0.10s0.10\,\mathrm{s}, titiknya terletak pada satu garis, dengan jarak yang sama 0.35m0.35\,\mathrm{m}. Kenali geraknya lalu hitunglah lajunya. Apa yang akan ditunjukkan jarak yang melebar?

Solusi

Solusi Latihan 24.2.

Garis lurus, jaraknya sama: lurus beraturan; v=0.35/0.10=3.5m/sv = 0.35/0.10 = 3.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Jarak yang melebar akan berarti lajunya sedang bertambah.

Latihan 24.3

Untuk x(t)=2.0t2x(t) = 2.0\,t^2 sepanjang OxOx (dalam meter dan sekon), turunkanlah v(t)v(t) dan a(t)a(t), sebutkan golongan geraknya, lalu hitunglah lajunya pada t=3.0st = 3.0\,\mathrm{s}.

Solusi

Solusi Latihan 24.3.

v(t)=4.0tv(t) = 4.0\,t, a=4.0m/s2a = 4.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}: percepatannya tetap, lurus berubah beraturan. v(3.0)=12m/sv(3.0) = 12\,\mathrm{m}/\mathrm{s}.

Latihan 24.4

Sebuah kuda komidi putar menempuh lingkaran berjari-jari 4.5m4.5\,\mathrm{m}, satu putaran tiap 8.0s8.0\,\mathrm{s}: hitunglah frekuensinya, lajunya, dan percepatannya (norma dan arahnya).

Solusi

Solusi Latihan 24.4.

f=1/8.0=0.125Hzf = 1/8.0 = 0.125\,\mathrm{Hz}; v=2π×4.5/8.03.5m/sv = 2\pi \times 4.5/8.0 \approx 3.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; a=v2/R=3.532/4.52.8m/s2a = v^2/R = 3.53^2/4.5 \approx 2.8\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, yang menunjuk ke arah sumbu komidi putarnya.

Latihan 24.5

Sebuah grafik v(t)v(t) menanjak lurus dari 2.0m/s2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} pada t=0t = 0 ke 10.0m/s10.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} pada t=4.0st = 4.0\,\mathrm{s}. Bacalah percepatannya, lalu jarak yang ditempuhnya (luas di bawah grafiknya).

Solusi

Solusi Latihan 24.5.

Kemiringannya: a=(10.02.0)/4.0=2.0m/s2a = (10.0 - 2.0)/4.0 = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Luasnya (trapesium): d=12(2.0+10.0)×4.0=24md = \tfrac12 (2.0 + 10.0) \times 4.0 = 24\,\mathrm{m}.

Latihan 24.6 ★★

Sebuah kereta cepat menempuh tikungan berjari-jari 6.0km6.0\,\mathrm{km} pada 320km/h320\,\mathrm{km}/\mathrm{h}. Hitunglah ana_n lalu bandingkan dengan gg; mengapa jalur kereta cepat harus menghindari tikungan yang tajam, sekalipun tikungan itu dimiringkan dengan sempurna?

Solusi

Solusi Latihan 24.6.

v=88.9m/sv = 88.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: an=88.92/60001.3m/s20.13ga_n = 88.9^2/6000 \approx 1.3\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 0.13\,g. Karena an=v2/Ra_n = v^2/R, vv yang besar menuntut RR yang raksasa agar percepatan ke sampingnya (dan gaya pada jalur serta penumpangnya) tetap wajar — memiringkan jalurnya mengubah siapa yang memasoknya, bukan besarnya.

Latihan 24.7 ★★

Sebuah troli pada rel yang lurus memiliki x(t)=1.2t2+8.0t+3.0x(t) = -1.2\,t^2 + 8.0\,t + 3.0 (dalam meter dan sekon). Tentukan v(t)v(t) dan aa, saat dan kedudukan berbaliknya, lalu lukiskan geraknya sebelum dan sesudah saat itu.

Solusi

Solusi Latihan 24.7.

v(t)=2.4t+8.0v(t) = -2.4\,t + 8.0; a=2.4m/s2a = -2.4\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, tetap. Berbaliknya pada v=0v = 0: t=8.0/2.43.3st = 8.0/2.4 \approx 3.3\,\mathrm{s}, di x16.3mx \approx 16.3\,\mathrm{m}. Sebelumnya: maju, melambat; sesudahnya: mundur, bertambah cepat — berubah beraturan sepanjang waktu.

Latihan 24.8 ★★

Sebuah kronofotografi sepanjang sebuah garis, tiap Δt=0.20s\Delta t = 0.20\,\mathrm{s}, memberikan x=0x = 0, 0.100.10, 0.280.28, 0.540.54, 0.88m0.88\,\mathrm{m}. Taksirlah kecepatannya pada ketiga titik di dalamnya (Metode 24.7), lalu percepatannya; simpulkan.

Solusi

Solusi Latihan 24.8.

v1=0.28/0.40=0.70m/sv_1 = 0.28/0.40 = 0.70\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; v2=(0.540.10)/0.40=1.10m/sv_2 = (0.54 - 0.10)/0.40 = 1.10\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; v3=(0.880.28)/0.40=1.50m/sv_3 = (0.88 - 0.28)/0.40 = 1.50\,\mathrm{m}/\mathrm{s}. Kecepatannya bertambah 0.40m/s0.40\,\mathrm{m}/\mathrm{s} tiap 0.20s0.20\,\mathrm{s}: a=2.0m/s2a = 2.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, tetap — lurus berubah beraturan.

Latihan 24.9 ★★

Bulan mengorbit Bumi pada lingkaran yang hampir sempurna berjari-jari 3.84×108m3.84 \times 10^{8}\,\mathrm{m} dalam 27.3d27.3\,\mathrm{d}. Hitunglah lajunya dan percepatan sentripetalnya; bandingkan percepatan itu dengan gg, dengan mengetahui bahwa Bulan berjarak sekitar 6060 jari-jari Bumi (Bab 4).

Solusi

Solusi Latihan 24.9.

T=2.36×106sT = 2.36 \times 10^{6}\,\mathrm{s}: v=2π×3.84×108/2.36×1061.0×103m/sv = 2\pi \times 3.84 \times 10^{8}/2.36 \times 10^{6} \approx 1.0 \times 10^{3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; an=v2/R2.7×103m/s2a_n = v^2/R \approx 2.7 \times 10^{-3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Perbandingannya: g/an3600=602g/a_n \approx 3600 = 60^2 — gravitasi, yang diencerkan sebagai kebalikan kuadrat jaraknya (Bab 4), tepat menerangkan berbeloknya Bulan.

Latihan 24.10 ★★

Tabung mesin cuci berjari-jari 25cm25\,\mathrm{cm} berputar 12001200 putaran tiap menit. Hitunglah ff, TT, laju tepinya, dan percepatan tepinya dalam kelipatan gg. Mengapa cuciannya tetap tertahan sementara airnya pergi?

Solusi

Solusi Latihan 24.10.

f=1200/60=20Hzf = 1200/60 = 20\,\mathrm{Hz}, T=0.050sT = 0.050\,\mathrm{s}; v=2πRf=2π×0.25×2031m/sv = 2\pi R f = 2\pi \times 0.25 \times 20 \approx 31\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; an=v2/R3.9×103m/s2400ga_n = v^2/R \approx 3.9 \times 10^{3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} \approx 400\,g. Dinding tabungnya memasok ana_n untuk cuciannya; melalui lubangnya tidak ada yang mendorong airnya ke dalam, sehingga airnya terlempar menyinggung.

Latihan 24.11 ★★

Sebuah mobil pada 90km/h90\,\mathrm{km}/\mathrm{h} mengerem dengan a=7.5m/s2a = 7.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} yang tetap: hitunglah waktu berhentinya dan jarak pengeremannya, lalu sketsalah v(t)v(t).

Solusi

Solusi Latihan 24.11.

v0=25m/sv_0 = 25\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: ts=25/7.53.3st_s = 25/7.5 \approx 3.3\,\mathrm{s}; d=v02/(2a)=625/1542md = v_0^2/(2a) = 625/15 \approx 42\,\mathrm{m}. Grafiknya: sebuah ruas lurus dari 25m/s25\,\mathrm{m}/\mathrm{s} turun ke 00 pada tst_s.

Latihan 24.12 ★★★

Untuk x(t)=Rcos(ωt)x(t) = R\cos(\omega t), y(t)=Rsin(ωt)y(t) = R\sin(\omega t): hitunglah v\vect v; periksalah bahwa lajunya tetap RωR\omega dan vOM\vect v \perp \vect{OM}; hitunglah a\vect a, tunjukkan bahwa nilainya ω2OM-\omega^2\,\vect{OM}, lalu perolehlah kembali a=v2/Ra = v^2/R.

Solusi

Solusi Latihan 24.12.

v=(Rωsinωt,Rωcosωt)\vect v = (-R\omega\sin\omega t,\, R\omega\cos\omega t), yang normanya tetap RωR\omega; hasil kali titiknya dengan OM\vect{OM} lenyap, sehingga tegak lurus jari-jarinya, jadi menyinggung. Dengan menurunkannya sekali lagi, a=ω2OM\vect a = -\omega^2\vect{OM}: menuju OO, dengan norma ω2R=(v/R)2R=v2/R\omega^2 R = (v/R)^2 R = v^2/R.

Latihan 24.13 ★★★

Sebuah sepeda motor memasuki tikungan berjari-jari 80m80\,\mathrm{m} pada 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, sambil mengerem 2.5m/s22.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Hitunglah ata_t, ana_n, norma a\vect a dan sudutnya terhadap arah geraknya. Bannya mencengkeram sampai 7.0m/s27.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} seluruhnya: apakah pengendaranya masih di dalam batas itu?

Solusi

Solusi Latihan 24.13.

at=2.5m/s2a_t = 2.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} (ke belakang), an=202/80=5.0m/s2a_n = 20^2/80 = 5.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; a=2.52+5.025.6m/s2a = \sqrt{2.5^2 + 5.0^2} \approx 5.6\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; sudutnya terhadap arah geraknya: θ=180arctan(5.0/2.5)117\theta = 180^\circ - \arctan(5.0/2.5) \approx 117^\circ (6363^\circ dari arah lurus ke belakang). 5.6<7.05.6 < 7.0: masih tercengkeram, dengan sisa yang tipis.

Latihan 24.14 ★★★

Sebuah kereta bawah tanah bertambah cepat dari keadaan diam dengan 1.2m/s21.2\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} sampai 20m/s20\,\mathrm{m}/\mathrm{s}, melaju tetap selama 40s40\,\mathrm{s}, lalu mengerem 1.5m/s21.5\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2} sampai berhenti. Hitunglah lama dan panjang tiap tahapnya, jarak seluruhnya, dan kelajuan rata-ratanya. Sketsalah v(t)v(t) lalu periksalah jaraknya sebagai sebuah luas.

Solusi

Solusi Latihan 24.14.

Bertolaknya: t1=20/1.217st_1 = 20/1.2 \approx 17\,\mathrm{s}, d1=202/(2×1.2)167md_1 = 20^2/(2 \times 1.2) \approx 167\,\mathrm{m}. Melaju tetap: 40s40\,\mathrm{s}, 800m800\,\mathrm{m}. Mengeremnya: t3=20/1.513st_3 = 20/1.5 \approx 13\,\mathrm{s}, d3=400/3.0133md_3 = 400/3.0 \approx 133\,\mathrm{m}. Seluruhnya: 1.1×103m1.1 \times 10^{3}\,\mathrm{m} dalam 70s70\,\mathrm{s}; rata-ratanya 1100/7016m/s1100/70 \approx 16\,\mathrm{m}/\mathrm{s} (57km/h57\,\mathrm{km}/\mathrm{h}). v(t)v(t) berupa trapesium yang luasnya, 12(70+40)×20=1100m\tfrac12(70 + 40) \times 20 = 1100\,\mathrm{m}, memeriksa jumlahnya.

Latihan 24.15 ★★★

Sebuah satelit geostasioner mengitari pusat Bumi pada jari-jari 4.22×107m4.22 \times 10^{7}\,\mathrm{m} dengan periode 86164s86\,164\,\mathrm{s}. Hitunglah lajunya dan percepatan sentripetalnya. Apa yang memasoknya, dan mengapa satelit itu menggantung di atas satu titik khatulistiwa yang tetap (Bab 27)?

Solusi

Solusi Latihan 24.15.

v=2π×4.22×107/861643.1×103m/sv = 2\pi \times 4.22 \times 10^{7}/86\,164 \approx 3.1 \times 10^{3}\,\mathrm{m}/\mathrm{s}; an=v2/R0.22m/s2a_n = v^2/R \approx 0.22\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}. Gravitasi Bumi pada jarak itu memasoknya; periodenya sama dengan periode putaran Bumi, sehingga satelit dan tanahnya berputar bersama dan satelit itu menggantung di atas satu titik khatulistiwa (Bab 27).

24.7 Soal: Laporan kecelakaan

Soal 24.1

Soal akhir pekan — laporan kecelakaan: rekaman kamera dasbor yang dibaca bingkai demi bingkai, hukum pengereman yang disusun ulang dari bekas ban, sebuah bundaran yang bersaksi tentang cengkeraman, dan sebuah putusan dalam kilometer per jam

Sebuah mobil menabrak van yang keluar dari jalan samping; tidak ada yang terluka, tetapi perusahaan asuransinya berselisih. Penyidiknya memiliki rekaman kamera dari atas (satu bingkai tiap 0.50s0.50\,\mathrm{s}), bekas ban yang terukur, dan kamera dasbor mobilnya. Batas kecepatannya 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.

Bagian I — Membaca rekamannya. Bingkai sebelum ada tanggapan apa pun memberikan, sepanjang jalan yang lurus:

tt (s\mathrm{s})0.000.501.001.502.00
xx (m\mathrm{m})0.09.018.027.036.0
  1. Mengapa laporannya harus lebih dahulu menyebutkan kerangka dan sumbunya? Yang mana yang dipakai di sini?
  2. Hitunglah kecepatan rata-rata pada masing-masing keempat selangnya.
  3. Golongan gerak apa ini? Berikan alasannya dari tabelnya.
  4. Sebutkan laju mobilnya v0v_0 dalam m/s\mathrm{m}/\mathrm{s} dan km/h\mathrm{km}/\mathrm{h}.
  5. Berapa percepatannya selama dua sekon itu?

Bagian II — Bekas bannya. Uji ban pada aspal kering ini memberikan perlambatan pengereman tetap a=6.0m/s2a = 6.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; bekas bannya sepanjang db=27md_b = 27\,\mathrm{m}. Ambillah t=0t = 0, x=0x = 0 pada saat pengeremannya bermula, dengan laju vBv_B yang belum diketahui.

  1. Dengan antiturunan, tulislah v(t)v(t) dan x(t)x(t) selama pengeremannya.
  2. Nyatakan waktu berhentinya tst_s; tunjukkan bahwa db=vB2/(2a)d_b = v_B^2/(2a).
  3. Simpulkan vBv_B dari bekas bannya. Sesuaikah dengan Bagian I?
  4. Waktu tanggapnya 1.0s1.0\,\mathrm{s}: hitunglah jarak tanggapnya dan jarak berhentinya seluruhnya.
  5. Jelaskan, dari pertanyaan 7, mengapa menggandakan lajunya melipatempatkan jarak pengeremannya; hitunglah dbd_b pada tepat 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.

Bagian III — Bundarannya bersaksi. Sebelumnya, kamera dasbornya menunjukkan mobil itu menempuh lajur bundaran berjari-jari R=12.5mR = 12.5\,\mathrm{m} dengan laju tetap, seperempat putaran dalam 2.5s2.5\,\mathrm{s}. Jalannya dapat memasok paling banyak an=μga_n = \mu g, dengan μ=0.70\mu = 0.70.

  1. Lajunya tetap di sana — apakah kecepatannya juga? Apakah mobilnya berpercepatan? Jelaskan.
  2. Hitunglah laju mobilnya di bundaran itu.
  3. Hitunglah percepatan sentripetalnya (norma dan arahnya).
  4. Hitunglah laju terbesar tanpa tergelincir. Apakah mobilnya masih di dalam batas itu?
  5. Sebutkan periode dan frekuensi satu putaran penuh pada laju itu.

Bagian IV — Putusannya. Vannya muncul D=41mD = 41\,\mathrm{m} di depan mobilnya pada saat pengemudinya mulai menanggapi.

  1. Sebanyak apa, dalam km/h\mathrm{km}/\mathrm{h} dan dalam persen, laju sebelum pengeremannya melampaui batasnya?
  2. Hitunglah laju mobilnya pada saat menabrak.
  3. Ulangi perhitungan berhentinya pada tepat 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h} (dengan tanggapan dan pengereman yang sama): apakah mobilnya berhenti, dan dengan sisa jarak berapa?
  4. Berikan rumus umum jarak berhentinya d(v)d(v); mengapa lajunya masuk dua kali — sekali secara linear dan sekali secara kuadrat?
  5. Putusannya, satu kalimat beserta angkanya: laju berapa yang ditempuh pengemudinya, dan apakah kecelakaannya akan terjadi pada batas kecepatannya?
Solusi

Solusi Soal 24.1.

1. Gerak bersifat nisbi (Bab 5): setiap kedudukan dan kecepatan harus menyebutkan kerangkanya. Di sini: kerangka tanah (jalannya), xx sepanjang jalannya dari kedudukan bingkai pertama.

2. Tiap selangnya: 9.0/0.50=18.0m/s9.0/0.50 = 18.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} — empat nilai yang sama.

3. Jalannya lurus, perpindahannya sama dalam waktu yang sama: gerak lurus beraturan.

4. v0=18.0m/s=64.8km/hv_0 = 18.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} = 64.8\,\mathrm{km}/\mathrm{h}.

5. a=0\vect a = \vect 0.

6. v(t)=at+vBv(t) = -a\,t + v_B; x(t)=12at2+vBtx(t) = -\tfrac12 a t^2 + v_B\,t.

7. v(ts)=0v(t_s) = 0 memberikan ts=vB/at_s = v_B/a; selanjutnya db=12a(vB/a)2+vB2/a=vB2/(2a)d_b = -\tfrac12 a (v_B/a)^2 + v_B^2/a = v_B^2/(2a).

8. vB=2adb=2×6.0×27=324=18.0m/sv_B = \sqrt{2 a d_b} = \sqrt{2 \times 6.0 \times 27} = \sqrt{324} = 18.0\,\mathrm{m}/\mathrm{s} — tepat laju terekamnya: pengemudinya tidak pernah melambat sebelum mengerem.

9. Tanggapannya: 18.0×1.0=18m18.0 \times 1.0 = 18\,\mathrm{m}; seluruhnya 18+27=45m18 + 27 = 45\,\mathrm{m}.

10. db=vB2/(2a)vB2d_b = v_B^2/(2a) \propto v_B^2: menggandakan vBv_B melipatkan dbd_b dengan 44. Pada 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h} (13.9m/s13.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}): db=13.92/12.016md_b = 13.9^2/12.0 \approx 16\,\mathrm{m}.

11. Lajunya tetap tetapi arah kecepatannya berbelok: v\vect v tidaklah tetap, sehingga mobilnya berpercepatan.

12. Seperempat putarannya: 2πR/4=19.6m2\pi R/4 = 19.6\,\mathrm{m}; v=19.6/2.57.9m/sv = 19.6/2.5 \approx 7.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s} (28km/h28\,\mathrm{km}/\mathrm{h}).

13. an=7.852/12.54.9m/s2a_n = 7.85^2/12.5 \approx 4.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}, menuju pusat bundarannya.

14. amax=μg=0.70×9.816.9m/s2a_{\max} = \mu g = 0.70 \times 9.81 \approx 6.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}^{2}; vmax=μgR=6.87×12.59.3m/sv_{\max} = \sqrt{\mu g R} = \sqrt{6.87 \times 12.5} \approx 9.3\,\mathrm{m}/\mathrm{s} (33km/h33\,\mathrm{km}/\mathrm{h}). 7.9<9.37.9 < 9.3: masih tercengkeram — sesuai dengan lajur yang bersih, tanpa bekas tergelincir.

15. T=2πR/v=78.5/7.8510.0s;f=0.10HzT = 2\pi R/v = 78.5/7.85 \approx 10.0\,\mathrm{s}; f = 0.10\,\mathrm{Hz}.

16. 64.85015km/h64.8 - 50 \approx 15\,\mathrm{km}/\mathrm{h} di atasnya — sekitar 30%30\% melampaui batasnya.

17. Pengeremannya bekerja sepanjang 4118=23m41 - 18 = 23\,\mathrm{m}: v2=vB22ad=3242×6.0×23=48v^2 = v_B^2 - 2ad = 324 - 2 \times 6.0 \times 23 = 48, sehingga v6.9m/s25km/hv \approx 6.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s} \approx 25\,\mathrm{km}/\mathrm{h} saat menabrak.

18. Pada 13.9m/s13.9\,\mathrm{m}/\mathrm{s}: 13.9×1.0+13.92/12.0=13.9+16.1=30.0m<41m13.9 \times 1.0 + 13.9^2/12.0 = 13.9 + 16.1 = 30.0\,\mathrm{m} < 41\,\mathrm{m} — mobilnya berhenti 11m11\,\mathrm{m} sebelum vannya.

19. d(v)=vtr+v2/(2a)d(v) = v\,t_r + v^2/(2a): sekali secara linear (tanggapannya menempuh vtrv t_r sebelum remnya bekerja), sekali secara kuadrat (bagian kinetiknya v2/(2a)v^2/(2a)) — itulah sebabnya kelebihan yang sedang pun berongkos tak sebanding.

20. Kamera dasbor dan bekas bannya sepakat: 65km/h65\,\mathrm{km}/\mathrm{h} di kawasan 50km/h50\,\mathrm{km}/\mathrm{h}; pada batas kecepatannya mobil itu akan berhenti 11m11\,\mathrm{m} sebelum vannya — kecelakaannya adalah kelebihan 15km/h15\,\mathrm{km}/\mathrm{h} itu.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 393 istilah di glosarium