Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

52Simetri Pusat dan Jajargenjang

Putarlah sebuah bangun setengah putaran mengelilingi sebuah titik: inilah simetri pusat, transformasi kedua dalam buku ini sesudah pencerminan pada Bab 42. Bangun bintangnya adalah jajargenjangsegi empat yang simetris terhadap titik potong diagonalnya sendiri.

52.1 Simetri pusat

Definisi 52.1 (Simetris terhadap sebuah titik)

Titik simetris dari titik MM terhadap titik OO adalah titik MM' sehingga OO menjadi titik tengah [MM][MM']. Bangun yang simetris adalah bangun asalnya sesudah setengah putaran (180180^\circ) mengelilingi OO.

Simetri terhadap O: setiap titik dan bayangannya segaris dengan O, berjarak sama di kedua sisinya (tanda garis).
Simetri terhadap OO: setiap titik dan bayangannya segaris dengan OO, berjarak sama di kedua sisinya (tanda garis).

Metode 52.2 (Melukis titik simetris)

Untuk melukis titik simetris MM' dari MM terhadap OO:

  1. gambarlah garis (MO)(MO) lalu perpanjanglah melewati OO;
  2. ukurlah MOMO (dengan penggaris atau jangka);
  3. letakkan MM' pada perpanjangannya dengan OM=OMOM' = OM.

Pada kertas berpetak: hitunglah langkah mendatar dan tegak dari MM ke OO, lalu ulangi langkah yang sama dari OO untuk mencapai MM'.

Contoh 52.3 (Pada petak)

Kalau MM berada 33 petak ke kiri dan 11 petak ke atas dari OO, titik simetrisnya MM' berada 33 petak ke kanan dan 11 petak ke bawah dari OO: simetri pusat membalikkan kedua arahnya sekaligus (pencerminan hanya membalikkan satu arah).

Proposisi 52.4 (Apa yang dipertahankan setengah putaran)

Simetri pusat mempertahankan panjang, sudut, keliling dan luas; bayangan sebuah garis adalah garis yang sejajar, bayangan ruas garis adalah ruas garis sejajar yang sama panjangnya, bayangan lingkaran adalah lingkaran yang jari-jarinya sama (berpusat di titik simetris dari pusat lingkarannya).

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 52.5

Bandingkan dengan pencerminan (Proposisi 42.4): keduanya mempertahankan panjang dan sudut; tetapi pencerminan membalikkan bangunnya (huruf “b” menjadi “d”), sedangkan setengah putaran menjaganya tetap terbaca — terbalik ke bawah (huruf “b” menjadi “q”). Dan tidak seperti pencerminan, setengah putaran mengirim setiap garis ke garis yang sejajar dengannya.

Definisi 52.6 (Pusat simetri)

Sebuah titik OO disebut pusat simetri sebuah bangun jika setengah putaran mengelilingi OO mengirim bangunnya tepat ke dirinya sendiri. Misalnya, huruf S, N, Z punya pusat simetri; lingkaran punya satu (yaitu pusatnya); segitiga tidak pernah punya.

52.2 Jajargenjang

Definisi 52.7 (Jajargenjang)

Jajargenjang adalah segi empat yang diagonalnya berpotongan di titik tengah bersamanya. Titik potong itu lalu menjadi pusat simetri bangunnya: setiap titik sudutnya adalah bayangan setengah putaran dari titik sudut yang berseberangan.

Teorema 52.8 (Sifat jajargenjang)

Pada jajargenjang ABCDABCD dengan pusat OO:

  1. sisi yang berhadapan sejajar: (AB)(CD)(AB) \parallel (CD) dan (BC)(AD)(BC) \parallel (AD);
  2. sisi yang berhadapan sama panjang: AB=CDAB = CD dan BC=ADBC = AD;
  3. sudut yang berhadapan sama besar: A^=C^\widehat A = \widehat C dan B^=D^\widehat B = \widehat D.

Bukti. Setengah putaran mengelilingi OO mengirim AA ke CC dan BB ke DD (menurut definisinya: OO adalah titik tengah kedua diagonalnya). Jadi ia mengirim ruas garis [AB][AB] ke ruas garis [CD][CD]; menurut Proposisi 52.4 bayangannya sejajar dengan [AB][AB] dan sama panjang: itulah bagian 1 dan 2. Ia juga mengirim sudut di AA ke sudut di CC, dan sudut dipertahankan: itulah bagian 3.

Sebuah jajargenjang dan pusatnya O: diagonalnya (merah) saling memotong di titik tengahnya, sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang (tanda garis).
Sebuah jajargenjang dan pusatnya OO: diagonalnya (merah) saling memotong di titik tengahnya, sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang (tanda garis).

Teorema 52.9 (Mengenali jajargenjang)

Sebuah segi empat (yang sisinya tidak saling memotong) adalah jajargenjang begitu salah satu keadaan berikut berlaku:

  1. diagonalnya punya titik tengah yang sama (definisinya);
  2. sisi yang berhadapan sejajar dua-dua;
  3. dua sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Contoh 52.10

ABCDABCD punya (AB)(CD)(AB) \parallel (CD) dan AB=CD=5AB = CD = 5 cm. Kriteria 3 berlaku: ABCDABCD adalah jajargenjang — jadi tanpa pengukuran lain kita juga tahu bahwa AD=BCAD = BC, (AD)(BC)(AD) \parallel (BC), dan bahwa diagonalnya saling memotong di tengahnya.

Catatan 52.11 (Jajargenjang istimewa)

Persegi panjang, belah ketupat dan persegi pada Bab 41 persis jajargenjang dengan satu sifat tambahan: diagonal yang sama panjang (persegi panjang), diagonal yang tegak lurus (belah ketupat), keduanya (persegi). Alasan sudut yang dijanjikan pada Contoh 41.6 kini berjalan: pada jajargenjang, sudut yang berurutan berpelurus (sudut berseberangan atau sehadap dengan garis sejajarnya, Teorema 51.2), jadi satu sudut siku-siku memaksa keempatnya.

52.3 Latihan

Latihan 52.1

Pada kertas berpetak, letakkan OO, lalu MM empat petak ke kanan dari OO dan satu petak ke atas. Lukislah titik simetris MM' dari MM terhadap OO, dan titik simetris MM terhadap garis petak tegak yang melalui OO. Bandingkan kedua bayangannya.

Solusi

Solusi Latihan 52.1.

Bayangan setengah putaran: MM' berada empat petak ke kiri dari OO dan satu petak ke bawah (kedua arahnya terbalik). Bayangan pencerminan terhadap garis tegaknya: empat petak ke kiri tetapi tetap satu petak ke atas. Kedua bayangannya berbeda: keduanya bayangan cermin tegak satu sama lain.

Latihan 52.2

Gambarlah segitiga ABCABC dan sebuah titik OO di luarnya. Lukislah bayangannya ABCA'B'C' oleh setengah putaran mengelilingi OO. Apa yang dapat kamu katakan tentang panjang ABA'B' dan ABAB? Tentang garis (AB)(A'B') dan (AB)(AB)?

Solusi

Solusi Latihan 52.2.

AB=ABA'B' = AB (setengah putaran mempertahankan panjang) dan (AB)(AB)(A'B') \parallel (AB) (bayangan sebuah garis adalah garis yang sejajar, Proposisi 52.4).

Latihan 52.3

Angka mana, yang ditulis seperti pada layar kalkulator (00 sampai 99), yang punya pusat simetri? Huruf besar mana di antara H, A, N, S, T, Z, O?

Solusi

Solusi Latihan 52.3.

Angka kalkulator yang punya pusat simetri: 00, 22, 55, 88 (dan 11 kalau digambar sebagai batang polos). Hurufnya: H, N, S, Z, O punya; A dan T tidak (keduanya punya sumbu, bukan pusat).

Latihan 52.4

KLMNKLMN adalah jajargenjang berpusat OO dengan KL=7KL = 7 cm, LM=4LM = 4 cm dan K^=115\widehat K = 115^\circ. Sebutkan, dengan alasannya: MNMN, NKNK, M^\widehat M, dan titik tengah [LN][LN].

Solusi

Solusi Latihan 52.4.

Sisi yang berhadapan sama panjang: MN=KL=7MN = KL = 7 cm dan NK=LM=4NK = LM = 4 cm. Sudut yang berhadapan sama besar: M^=K^=115\widehat M = \widehat K = 115^\circ. Diagonalnya saling memotong di titik tengah bersamanya, dan titik itu adalah OO: jadi titik tengah [LN][LN] adalah OO.

Latihan 52.5

Lukislah jajargenjang ABCDABCD dari diagonalnya: AC=8AC = 8 cm dan BD=5BD = 5 cm, yang berpotongan di titik tengahnya dengan sudut 6060^\circ di antaranya. (Gambarlah diagonalnya lebih dahulu!)

Solusi

Solusi Latihan 52.5.

Gambarlah ruas garis [AC][AC] sepanjang 88 cm, tandai titik tengahnya OO, gambarlah lewat OO sebuah garis yang membentuk sudut 6060^\circ dengan (AC)(AC), lalu letakkan BB dan DD padanya berjarak 2.52.5 cm dari OO di kedua sisinya. Hubungkan AA, BB, CC, DD: diagonalnya berpotongan di titik tengahnya, jadi ABCDABCD adalah jajargenjang menurut definisinya.

Latihan 52.6

Pada sebuah jajargenjang, satu sudutnya berukuran 115115^\circ. Dengan memakai catatan tentang sudut berurutan yang berpelurus, sebutkan ketiga sudut lainnya.

Solusi

Solusi Latihan 52.6.

Sudut yang berurutan berpelurus: di sebelah 115115^\circ duduk 180115=65180 - 115 = 65^\circ. Sudut yang berhadapan sama besar, jadi keempat sudutnya adalah 115115^\circ, 6565^\circ, 115115^\circ, 6565^\circ (jumlahnya 360360^\circ).

Latihan 52.7 ★★

Gambarlah A(1,1)A(1, 1), B(4,2)B(4, 2) dan titik O(2.5,2.5)O(2.5, 2.5). Hitunglah koordinat bayangan AA' dan BB' oleh setengah putaran mengelilingi OO (pakailah cara menghitung petak pada Contoh 52.3).

Solusi

Solusi Latihan 52.7.

Dari A(1,1)A(1,1) ke O(2.5,2.5)O(2.5, 2.5): 1.51.5 ke kanan dan 1.51.5 ke atas; dengan melanjutkan langkah yang sama: A(4,4)A'(4, 4). Dari B(4,2)B(4,2) ke OO: 1.51.5 ke kiri dan 0.50.5 ke atas; dengan melanjutkan: B(1,3)B'(1, 3).

Latihan 52.8 ★★

ABCDABCD adalah segi empat dengan AB=CDAB = CD. Apakah itu sudah cukup untuk menjadikannya jajargenjang? Kalau tidak, sketsalah contoh penyangkalnya (trapesium sama kaki membantu), lalu nyatakan apa yang harus ditambahkan pada hipotesisnya.

Solusi

Solusi Latihan 52.8.

Tidak. Trapesium sama kaki punya dua sisi miring yang sama panjang tanpa menjadi jajargenjang (kedua sisi yang sejajar berbeda panjang). Yang mencukupi adalah kriteria 3 pada Teorema 52.9: dua sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

Latihan 52.9 ★★

Misalkan ABCABC sebuah segitiga dan OO titik tengah [BC][BC]. Lukislah titik simetris AA' dari AA terhadap OO. Tunjukkan bahwa ABACABA'C adalah jajargenjang. (Kriteria mana pada Teorema 52.9 yang gratis di sini?)

Solusi

Solusi Latihan 52.9.

OO adalah titik tengah [BC][BC] menurut pilihan kita, dan ia titik tengah [AA][AA'] menurut pelukisan titik simetrisnya. Segi empat ABACABA'C punya diagonal [AA][AA'] dan [BC][BC] yang berbagi titik tengah OO: kriteria 1 (definisinya) menjadikannya jajargenjang tanpa biaya tambahan.

Latihan 52.10 ★★

Benar atau salah, dengan alasan: “segi empat yang sudut berhadapannya sama besar dua-dua adalah jajargenjang”; “jajargenjang yang diagonalnya tegak lurus adalah belah ketupat”; “jajargenjang dengan satu sudut siku-siku adalah persegi panjang”.

Solusi

Solusi Latihan 52.10.

“Sudut berhadapan sama besar \Rightarrow jajargenjang”: benar (ini kriteria pengenalan yang lain; dengan jumlah sudut 360360^\circ, pasangan berhadapan yang sama besar memaksa sudut berurutan menjadi berpelurus, jadi sisinya sejajar menurut Teorema 51.2).

“Diagonal yang tegak lurus \Rightarrow belah ketupat”: benar untuk jajargenjang (diagonalnya memang sudah berpotongan di titik tengahnya).

“Satu sudut siku-siku \Rightarrow persegi panjang”: benar — sudut yang berurutan berpelurus, jadi keempatnya menjadi siku-siku.

Latihan 52.11 ★★★

Misalkan ABCDABCD segi empat mana pun dan II, JJ, KK, LL titik tengah sisinya [AB][AB], [BC][BC], [CD][CD], [DA][DA]. Gambarlah beberapa contoh. Bangun apa yang selalu tampaknya menjadi IJKLIJKL? (Buktinya, dengan teorema titik tengah, menyusul pada Bab 59 — dan sekali lagi dengan vektor, di buku Sekolah Menengah.)

Solusi

Solusi Latihan 52.11.

Apa pun segi empatnya — bahkan yang sangat tak beraturan — titik tengah II, JJ, KK, LL selalu membentuk jajargenjang. Buktinya dengan teorema titik tengah ada pada Bab 59 (Latihan 59.9).

52.4 Soal: Kue, garis berat, dan pusat kedua yang mustahil

Soal 52.1

Soal akhir pekan — setengah putaran yang bekerja: potongan kue yang adil, batas untuk garis berat, dan mengapa tidak ada bangun yang punya dua pusat simetri

Setengah putaran tampak seperti transformasi yang paling sederhana — namun ia memotong kue menjadi dua bagian yang terbukti adil, mengukur garis berat sebuah segitiga, dan menyembunyikan mutiara kecil matematika murni: bangun yang terbatas dapat punya satu pusat simetri, tetapi tidak pernah dua. Buktinya memakai penemuan yang akan kamu buat pada Bagian I: dua setengah putaran, yang dilakukan berturut-turut, berjumlah menjadi satu geseran.

Bagian I — Senam setengah putaran.

  1. Pada kertas berpetak, ambillah titik asal O(0,0)O(0, 0) sebagai pusatnya. Dengan cara menghitung petak pada Contoh 52.3, sebutkan bayangan M(3,1)M(3, 1), N(2,4)N(-2, 4) dan P(0,5)P(0, -5) oleh setengah putaran terhadap OO. Apa aturan umum untuk (x,y)(x, y)?
  2. Sekarang pusatnya C(2,1)C(2, 1). Hitunglah bayangan M(5,3)M(5, 3), lalu periksalah resep umumnya: setiap koordinat bayangannya adalah dua kali koordinat pusatnya dikurangi koordinat titiknya.
  3. Kartu remi dirancang agar terbaca sama ketika dibalik — sebuah simetri pusat, jadi tidak ada pemain yang melihat kartunya “keliru”. Jelaskan mengapa, pada kartu dengan lambang berjumlah ganjil, satu lambang harus terletak tepat di pusat kartunya.
  4. Dua setengah putaran berturut-turut: ambillah pusat O1(2,0)O_1(2, 0) dan O2(5,0)O_2(5, 0). Kirimlah titik A(1,1)A(1, 1) lewat setengah putaran terhadap O1O_1, lalu kirimlah bayangannya lewat setengah putaran terhadap O2O_2. Bandingkan awal dan akhirnya. Ulangi dengan B(0,3)B(0, 3). Transformasi tunggal yang sederhana apa yang setara dengan kedua setengah putaran itu?
  5. Ukurlah geseran pertanyaan 4 terhadap jarak O1O2O_1 O_2, lalu nyatakan penemuanmu. (Bandingkan dengan dua cermin sejajar pada Soal 42.1: gejala yang sama, pemain yang baru.)

Bagian II — Kue dan garis berat.

  1. Misalkan OO pusat sebuah jajargenjang. Jelaskan mengapa setiap garis melalui OO memotong tepinya di dua titik yang simetris terhadap OO, dan mengapa garis itu memotong jajargenjangnya menjadi dua bagian yang persis merupakan salinan setengah putaran satu sama lain — jadi luasnya sama.
  2. Teorema tukang roti: kue berbentuk persegi panjang terbagi dengan sangat adil oleh potongan lurus apa pun yang melalui pusatnya. Lebih baik lagi: kue persegi panjang itu punya lubang persegi panjang dengan ukuran apa pun, letak apa pun, bahkan miring. Uraikan satu potongan lurus yang memberi dua bagian dengan kue yang sama banyak — lalu berilah alasannya dengan pertanyaan 6.
  3. Tiga titik sudut jajargenjang ABCDABCD adalah A(0,0)A(0, 0), B(6,1)B(6, 1) dan C(8,5)C(8, 5). Hitunglah koordinat DD dan koordinat pusatnya OO.
  4. Latihan 52.9 membangun, dari segitiga ABCABC dan titik tengah OO dari [BC][BC], jajargenjang ABACABA'C dengan AA' titik simetris AA terhadap OO. Pakailah itu, bersama ketaksamaan segitiga (Teorema 51.6) pada segitiga ABAABA', untuk membuktikan batas garis berat: garis berat [AO][AO] memenuhi

    AO<AB+AC2.AO < \frac{AB + AC}{2} .

    (Perhatikan bahwa AA=2AOAA' = 2\,AO dan BA=ACBA' = AC.)

  5. Pada segitiga dengan AB=5AB = 5 cm dan AC=7AC = 7 cm, di antara dua nilai berapa panjang garis berat dari AA harus terletak? (Pakailah kedua arah ketaksamaan segitiga pada segitiga ABAABA'.)

Bagian III — Berapa banyak pusat yang dapat dipunyai sebuah bangun?

  1. Untuk tiap bangun, katakan apakah ia punya pusat simetri, dan di mana: sebuah ruas garis; garis penuh; segitiga sama sisi; persegi; lingkaran; huruf S dan Z.
  2. Buktikan pernyataanmu untuk segitiga sama sisi: setengah putaran yang mengirim segitiga itu ke dirinya sendiri akan memasangkan ketiga titik sudutnya — tetapi tiga itu ganjil, jadi ada titik sudut yang terkirim ke dirinya sendiri. Titik sudut itu terpaksa menjadi apa, dan mengapa itu mustahil?
  3. Perumumlah pertanyaan 12: jelaskan mengapa tidak ada segi banyak dengan titik sudut berjumlah ganjil yang punya pusat simetri.
  4. Mutiaranya: andaikan sebuah bangun punya dua pusat simetri yang berbeda, O1O_1 dan O2O_2. Lakukan kedua setengah putaran itu berturut-turut lalu pakailah penemuan pada pertanyaan 5: gerak apa yang harus mengirim bangunnya tepat ke dirinya sendiri? Jelaskan mengapa bangun yang muat pada selembar kertas tidak dapat bertahan terhadap itu, lalu simpulkan.
  5. Kesimpulan pertanyaan 14 meninggalkan celah: bangun yang tak terbatas. Periksalah pada pita hias tak berhingga — misalnya, jalur jejak kaki tanpa ujung: kiri, kanan, kiri, kanan … — bahwa ia punya (sedikitnya) dua pusat simetri yang berbeda, lalu kenalilah translasi yang sudah diramalkan pertanyaan 14.
Solusi

Solusi Soal 52.1.

1. M(3,1)(3,1)M(3, 1) \to (-3, -1); N(2,4)(2,4)N(-2, 4) \to (2, -4); P(0,5)(0,5)P(0, -5) \to (0, 5). Aturannya: setengah putaran terhadap titik asal mengirim (x,y)(x, y) ke (x,y)(-x, -y) — kedua koordinatnya berganti tanda.

2. Dari M(5,3)M(5, 3): tiga petak ke kanan dari CC menjadi tiga petak ke kiri, dua ke atas menjadi dua ke bawah: bayangannya (1,1)(-1, -1). Periksa resepnya: dua kali pusatnya dikurangi titiknya, (2×25, 2×13)=(1,1)(2 \times 2 - 5,\ 2 \times 1 - 3) = (-1, -1).

3. Setengah putaran terhadap pusat kartunya menukar lambangnya berpasangan. Dengan lambang berjumlah ganjil, satu lambang tidak punya pasangan: ia harus menjadi bayangannya sendiri, dan satu-satunya titik yang menjadi bayangannya sendiri adalah pusatnya. Karena itu lambang tengah pada kartu 3, kartu 5, kartu 7 … duduk tepat di pusat (lihatlah kartu sungguhan: memang benar).

4. Terhadap O1(2,0)O_1(2,0): A(1,1)(3,1)A(1,1) \to (3,-1); terhadap O2(5,0)O_2(5,0): (3,1)(7,1)(3,-1) \to (7,1). Awalnya A(1,1)A(1,1), akhirnya (7,1)(7,1): bergeser 66 ke kanan, tidak terbalik. Sama untuk B(0,3)(4,3)(6,3)B(0,3) \to (4,-3) \to (6,3): bergeser 66 ke kanan. Kedua setengah putaran itu setara dengan sebuah translasi.

5. Geserannya 66, dan O1O2=3O_1 O_2 = 3: translasinya menempuh dua kali jarak antara kedua pusatnya (dengan arah dari O1O_1 ke O2O_2) — persis seperti dua cermin sejajar yang menggeser sejauh dua kali celahnya pada Soal 42.1.

6. Setengah putaran terhadap OO mengirim jajargenjangnya ke dirinya sendiri (itulah arti “pusat simetri” baginya, Teorema 52.8). Garis melalui OO juga terkirim ke dirinya sendiri, jadi kedua titik tempat garis itu memotong tepinya saling bertukar: keduanya simetris terhadap OO. Kedua potongan jajargenjangnya di sisi mana pun dari garis itu juga bertukar, jadi keduanya salinan yang persis (Proposisi 52.4) — luasnya sama.

7. Potonglah sepanjang garis yang melalui kedua pusatnya: pusat persegi panjang kuenya dan pusat lubangnya. Menurut pertanyaan 6 yang dipakai pada persegi panjang kuenya, potongan itu membelah dua kuenya; dipakai pada persegi panjang lubangnya (garisnya melalui pusatnya juga), ia membelah dua lubangnya. Tiap bagian memperoleh setengah kue dikurangi setengah lubang: adil sempurna.

8. D=(0+86, 0+51)=(2,4)D = (0 + 8 - 6,\ 0 + 5 - 1) = (2, 4) (diagonalnya berbagi titik tengah, jadi DD adalah bayangan setengah putaran dari BB terhadap pusatnya). Pusatnya: titik tengah [AC][AC], yaitu O(4, 2.5)O(4,\ 2.5).

9. Pada jajargenjang ABACABA'C, sisi yang berhadapan sama panjang: BA=ACBA' = AC. Ketaksamaan segitiga pada ABAABA' memberi AA<AB+BA=AB+ACAA' < AB + BA' = AB + AC. Karena OO adalah titik tengah [AA][AA'], berlaku AA=2AOAA' = 2\,AO, jadi 2AO<AB+AC2\,AO < AB + AC, yaitu AO<AB+AC2AO < \frac{AB + AC}{2}.

10. Batas atasnya: AO<5+72=6AO < \frac{5 + 7}{2} = 6 cm. Batas bawahnya: pada ABAABA', AA>BAAB=75=2AA' > BA' - AB = 7 - 5 = 2, jadi AO>1AO > 1 cm. Garis berat dari AA terletak benar-benar di antara 11 dan 66 cm.

11. Ruas garis: ya, titik tengahnya. Garis: ya — setiap titiknya adalah pusat. Segitiga sama sisi: tidak ada. Persegi: ya, titik potong diagonalnya. Lingkaran: ya, pusatnya. S dan Z: ya, titik tengahnya (balikkan halamannya: keduanya terbaca sama).

12. Setengah putaran itu akan memasangkan ketiga titik sudutnya satu sama lain; karena tiga itu ganjil, satu titik sudut AA akan menjadi bayangannya sendiri, sehingga AA terpaksa menjadi pusat setengah putarannya. Kedua titik sudut lain BB dan CC lalu akan simetris terhadap AA — jadi AA akan menjadi titik tengah [BC][BC], yang menaruh ketiga titik sudutnya pada satu garis. Segitiga tidak punya tiga titik sudut yang segaris: kontradiksi. Pusatnya tidak ada.

13. Alasan keganjilan yang sama: setengah putaran yang mempertahankan segi banyaknya memasangkan titik sudutnya; titik sudut yang berjumlah ganjil memaksa adanya titik sudut tetap, yang harus menjadi pusatnya sekaligus titik tengah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut lain — tiga titik sudut yang segaris, mustahil pada segi banyak … jadi tidak ada segi banyak dengan titik sudut berjumlah ganjil yang punya pusat simetri.

14. Melakukan setengah putaran terhadap O1O_1, lalu terhadap O2O_2, mengirim bangunnya ke dirinya sendiri dua kali — jadi gabungan keduanya juga begitu. Menurut pertanyaan 5, gabungan itu adalah translasi sejauh dua kali jarak O1O2O_1 O_2, yang bukan nol karena kedua pusatnya berbeda. Bangun yang muat pada selembar kertas tidak dapat sama dengan dirinya yang tergeser sejauh jarak tetap yang bukan nol (geserlah cukup sering dan ia meninggalkan kertasnya sama sekali). Jadi bangun yang terbatas punya paling banyak satu pusat simetri.

15. Pada jalur tanpa ujung itu, setengah putaran terhadap titik yang berada di tengah antara satu jejak kiri dan jejak kanan berikutnya mengirim polanya ke dirinya sendiri; titik yang berjarak satu langkah penuh lebih jauh juga begitu: dua pusat yang berbeda. Menggabungkan kedua setengah putaran itu memberi translasi sejauh dua kali setengah langkahnya — persis geseran satu langkah yang tampak memetakan pita hias tak berhingga itu ke dirinya sendiri, seperti yang diramalkan pertanyaan 14. Pola yang tak terbatas hidup dengan aturan yang berbeda: itulah matematika kertas dinding.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium