Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

42Simetri Sumbu

Lipatlah selembar kertas sepanjang sebuah garis: setiap titik mendarat di titik yang lain, yaitu bayangan cerminnya. Lipatan ini adalah simetri sumbu (atau pencerminan), transformasi geometri yang pertama dalam buku ini — yang kedua, simetri pusat, menyusul pada Bab 52.

42.1 Pencerminan

Definisi 42.1 (Titik bayangan)

Misalkan dd sebuah garis. Bayangan titik MM terhadap dd adalah titik MM' sedemikian sehingga dd menjadi garis sumbu [MM][MM']: ruas garis [MM][MM'] tegak lurus terhadap dd, dan dd memotongnya di titik tengahnya. Titik yang terletak pada dd adalah bayangannya sendiri.

Pencerminan terhadap garis d: sumbunya tegak lurus terhadap [MM'] dan melalui titik tengahnya (tanda garis yang sama). Titik P pada sumbunya tidak berpindah.
Pencerminan terhadap garis dd: sumbunya tegak lurus terhadap [MM][MM'] dan melalui titik tengahnya (tanda garis yang sama). Titik PP pada sumbunya tidak berpindah.

Metode 42.2 (Melukis titik bayangan)

Untuk melukis bayangan MM' dari titik MM terhadap garis dd:

  1. gambarlah garis tegak lurus terhadap dd melalui MM (dengan penggaris siku); sebutlah HH titik potongnya dengan dd;
  2. ukurlah MHMH dengan jangka atau penggaris;
  3. letakkan MM' pada garis tegak lurus yang sama, di sisi lain dd, dengan HM=MHHM' = MH.

Di kertas berpetak caranya lebih cepat: bilanglah petak dari MM ke sumbunya, lalu bilanglah sebanyak itu juga di sisi yang lain.

Contoh 42.3 (Di kertas berpetak)

Kalau sumbunya garis petak yang tegak dan MM berada 33 petak di sebelah kirinya, maka MM' berada 33 petak di sebelah kanannya, pada baris yang sama. Untuk sumbu yang miring, pembilangannya berjalan sepanjang diagonal — selalu tegak lurus terhadap sumbunya.

Sebuah gambar dan pencerminannya terhadap sumbu tegak: setiap titik sudut dicerminkan petak demi petak, dan kiri serta kanannya bertukar.
Sebuah gambar dan pencerminannya terhadap sumbu tegak: setiap titik sudut dicerminkan petak demi petak, dan kiri serta kanannya bertukar.

Proposisi 42.4 (Apa yang dipertahankan pencerminan)

Bayangan sebuah gambar terhadap sebuah garis adalah gambar dengan bentuk dan ukuran yang sama: panjang, sudut, keliling dan luas semuanya dipertahankan. Bayangan ruas garis adalah ruas garis, bayangan lingkaran adalah lingkaran dengan jari-jari yang sama, dan bayangan garis adalah garis.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Catatan 42.5

Satu hal tidak dipertahankan: arah hadapnya. Huruf “b” yang dicerminkan menjadi “d” — tulisan cermin. Kalau menjiplak gambarmu lalu membalik kertas kalkirnya menghasilkan bayangan itu, pencerminanmu benar.

42.2 Sumbu simetri sebuah gambar

Definisi 42.6 (Sumbu simetri)

Sebuah garis dd disebut sumbu simetri sebuah gambar jika pencerminan terhadap dd mengirim gambar itu tepat ke dirinya sendiri — melipat sepanjang dd membuat kedua paruhnya berimpit.

Sumbu simetri bangun yang biasa dikenal. Hati-hati dengan persegi panjang: diagonalnya bukan sumbu simetri (lipatlah sepanjang diagonalnya — kedua paruhnya tidak berimpit kecuali kalau ia persegi).
Sumbu simetri bangun yang biasa dikenal. Hati-hati dengan persegi panjang: diagonalnya bukan sumbu simetri (lipatlah sepanjang diagonalnya — kedua paruhnya tidak berimpit kecuali kalau ia persegi).

Contoh 42.7

Membilang sumbu simetri:

Contoh 42.8 (Simetri membuktikan kesamaan)

Mengapa kedua sudut alas segitiga sama kaki sama besar? Lipatlah segitiga itu sepanjang sumbu simetrinya: paruh kirinya mendarat tepat pada paruh kanannya, jadi sudut alas kiri mendarat pada sudut alas kanan — keduanya pasti berukuran sama (Proposisi 42.4: pencerminan mempertahankan sudut).

42.3 Garis sumbu

Definisi 42.9 (Garis sumbu)

Garis sumbu sebuah ruas garis [AB][AB] adalah garis yang tegak lurus terhadap [AB][AB] dan melalui titik tengahnya — ia adalah sumbu simetri yang mempertukarkan AA dan BB.

Proposisi 42.10 (Berjarak sama)

Sebuah titik MM terletak pada garis sumbu [AB][AB] tepat ketika ia berjarak sama dari AA dan dari BB: MA=MBMA = MB.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Metode 42.11 (Lukisan dengan jangka)

Untuk menggambar garis sumbu [AB][AB] tanpa mengukur:

  1. bukalah jangka lebih dari setengah ABAB;
  2. gambarlah dua busur berpusat di AA, di atas dan di bawah ruas garisnya;
  3. dengan bukaan yang sama, gambarlah dua busur berpusat di BB;
  4. hubungkan kedua titik potongnya: garis inilah garis sumbunya (setiap titik potong berjarak sama dari AA dan BB).

42.4 Latihan

Latihan 42.1

Salinlah di kertas berpetak: sumbu tegak dd, titik AA dua petak di sebelah kirinya, titik BB lima petak di sebelah kirinya dan satu petak lebih tinggi. Lukislah titik bayangan AA' dan BB' terhadap dd.

Solusi

Solusi Latihan 42.1.

AA' berada dua petak di sebelah kanan dd, pada baris yang sama dengan AA; BB' berada lima petak di sebelah kanan, satu petak lebih tinggi — letak yang tercermin.

Latihan 42.2

Gambarlah sebuah garis dd dan titik MM berjarak 33 cm dari dd (bukan di kertas berpetak). Lukislah bayangan MM' dari MM terhadap dd dengan penggaris siku dan penggaris, mengikuti Metode 42.2. Berapa jarak antara MM dan MM'?

Solusi

Solusi Latihan 42.2.

Garis tegak lurus terhadap dd melalui MM, dengan kaki HH; lalu MM' di sisi yang lain dengan HM=MH=3HM' = MH = 3 cm. Jarak MMMM' adalah 3+3=63 + 3 = 6 cm.

Latihan 42.3

Huruf kapital mana dalam abjad, yang ditulis dalam bentuknya yang paling sederhana, yang punya sumbu simetri tegak (seperti A)? Yang mendatar (seperti B)? Keduanya?

Solusi

Solusi Latihan 42.3.

Sumbu tegak (seperti A): A, H, I, M, O, T, U, V, W, X, Y. Sumbu mendatar (seperti B): B, C, D, E, H, I, K, O, X. Keduanya: H, I, O, X. (Jawaban persisnya sedikit bergantung pada cara hurufnya digambar.)

Latihan 42.4

Berapa sumbu simetri yang dipunyai: segitiga sama sisi? persegi panjang (yang bukan persegi)? belah ketupat (yang bukan persegi)? persegi? lingkaran? Gambarlah setiap bangun beserta sumbunya.

Solusi

Solusi Latihan 42.4.

Segitiga sama sisi: 33 sumbu. Persegi panjang: 22 (garis sumbu sisi-sisinya). Belah ketupat: 22 (yaitu diagonalnya). Persegi: 44. Lingkaran: tak hingga banyaknya (setiap garis yang melalui pusatnya).

Latihan 42.5

Benar atau salah? “Diagonal sebuah persegi panjang adalah sumbu simetri persegi panjang itu.” Jelaskan dengan alasan lipatan atau dengan gambar.

Solusi

Solusi Latihan 42.5.

Salah. Melipat persegi panjang (yang bukan persegi) sepanjang diagonalnya tidak membuat kedua paruhnya berimpit: kedua segitiganya punya bentuk yang sama tetapi duduk berbeda — cobalah dengan selembar kertas. Hanya pada persegi diagonalnya berlaku sebagai sumbu.

Latihan 42.6

Segitiga ABCABC dicerminkan terhadap garis dd menjadi ABCA'B'C'. Diketahui AB=4AB = 4 cm, BAC^=70\widehat{BAC} = 70^\circ dan keliling ABCABC adalah 1212 cm: sebutkan, tanpa melukis apa pun, ABA'B', BAC^\widehat{B'A'C'} dan keliling ABCA'B'C'.

Solusi

Solusi Latihan 42.6.

Pencerminan mempertahankan panjang, sudut dan keliling (Proposisi 42.4): AB=4A'B' = 4 cm, BAC^=70\widehat{B'A'C'} = 70^\circ, keliling ABC=12A'B'C' = 12 cm.

Latihan 42.7

Gambarlah ruas garis [AB][AB] sepanjang 77 cm lalu lukislah garis sumbunya dengan jangka (Metode 42.11). Pilihlah sembarang titik MM padanya lalu periksalah dengan penggaris bahwa MA=MBMA = MB.

Solusi

Solusi Latihan 42.7.

Lukisan dengan jangka seperti pada Metode 42.11. Untuk sembarang MM pada garis itu, penggaris membenarkan MA=MBMA = MB (Proposisi 42.10).

Latihan 42.8 ★★

Dua pohon berdiri di titik AA dan BB sebuah kebun yang datar. Di mana air mancur dapat ditanam agar berjarak sama dari kedua pohon itu? Jelaskan semua tempat yang mungkin.

Solusi

Solusi Latihan 42.8.

Semua titik yang berjarak sama dari AA dan BB membentuk garis sumbu [AB][AB] (Proposisi 42.10). Air mancurnya dapat diletakkan di mana pun pada garis itu (selama masih di dalam kebun).

Latihan 42.9 ★★

Di kertas berpetak, gambarlah sumbu dd (diagonal petak pada 4545^\circ) dan sebuah gambar kecil berbentuk L di salah satu sisinya. Lukislah gambar bayangannya terhadap dd. (Cerminkan setiap titik sudut: untuk sumbu 4545^\circ, titik yang berjarak 22 petak di kanan sumbu mendarat 22 petak di atasnya.)

Solusi

Solusi Latihan 42.9.

Setiap titik sudut dicerminkan tegak lurus terhadap sumbunya: untuk sumbu 4545^\circ, titik yang berjarak kk petak di kanan sumbu mendarat kk petak di atasnya (dan sebaliknya) — pergeseran mendatar dan tegaknya bertukar. Cerminkan titik sudutnya satu per satu, lalu hubungkan berurutan.

Latihan 42.10 ★★

Gambarlah lingkaran berpusat OO, garis dd yang melalui OO, dan titik MM pada lingkaran. Di mana bayangan MM terhadap dd? Jelaskan mengapa pencerminan itu mengirim lingkarannya ke dirinya sendiri.

Solusi

Solusi Latihan 42.10.

Bayangan MM adalah titik potong kedua lingkaran itu dengan garis tegak lurus terhadap dd melalui MM — ia terletak pada lingkaran. Alasannya: pencerminan mempertahankan jarak dan membiarkan OO (yang terletak pada dd) tetap di tempatnya, jadi bayangan setiap titik yang berjarak rr dari OO tetap berjarak rr dari OO: lingkarannya terpetakan ke dirinya sendiri.

Latihan 42.11 ★★

Dengan memakai sifat berjarak sama (Proposisi 42.10), jelaskan mengapa kedua titik potong busur pada Metode 42.11 benar-benar terletak pada garis sumbu [AB][AB].

Solusi

Solusi Latihan 42.11.

Setiap titik potong PP digambar dengan bukaan jangka yang sama ρ\rho dari AA dan dari BB: jadi PA=ρ=PBPA = \rho = PB. Menurut Proposisi 42.10, titik yang berjarak sama dari AA dan BB terletak pada garis sumbu [AB][AB]; dua titik semacam itu menentukan garisnya.

Latihan 42.12 ★★★

Sebuah bola bilyar di titik AA harus memantul pada dinding lurus dd lalu mencapai titik BB (keduanya di sisi dinding yang sama). Cerminkan BB terhadap dd menjadi BB', lalu gambarlah ruas garis [AB][AB']. Jelaskan mengapa titik pantul yang terbaik adalah tempat [AB][AB'] memotong dindingnya. (Gagasannya: jalur APBA \to P \to B sama panjang dengan APBA \to P \to B'.)

Solusi

Solusi Latihan 42.12.

Untuk sembarang titik pantul PP pada dinding, PB=PBPB = PB' (pencerminan terhadap dd mempertahankan jarak), jadi panjang jalurnya AP+PB=AP+PBAP + PB = AP + PB'. Garis patah APBA \to P \to B' paling pendek ketika ia lurus, yaitu ketika PP terletak pada ruas garis [AB][AB']. Jadi titik pantul terbaik adalah perpotongan [AB][AB'] dengan dindingnya.

42.5 Soal: Air mancur, piring yang pecah, dan cermin yang berjalan

Soal 42.1

Soal akhir pekan — ketiga garis sumbu sebuah segitiga bertemu di satu titik: lingkaran melalui tiga titik, dan apa yang dikerjakan dua cermin bersama-sama

Pada Latihan 42.8 sebuah air mancur harus berdiri berjarak sama dari dua pohon, dan jawabannya adalah satu garis penuh berisi tempat. Soal ini menanam pohon yang ketiga — dan seluruh garis itu mengerut menjadi satu titik yang tertentu sempurna. Titik itu menyembunyikan harta karun geometri: ia memungkinkanmu menggambar satu-satunya lingkaran yang melalui tiga titik yang diberikan, membangun kembali seluruh piring dari sekeping pecahan, dan ia dimiliki setiap segitiga. Bagian terakhirnya melakukan percobaan dengan dua cermin yang hasilnya mengumumkan geometri tahun depan.

Bagian I — Dua pohon, lalu peta wilayah.

  1. Gambarlah dua titik AA dan BB dengan AB=6AB = 6 cm lalu lukislah garis sumbu [AB][AB] dengan jangka (Metode 42.11). Pilihlah sebuah titik MM padanya lalu periksalah dengan penggaris bahwa MA=MBMA = MB.
  2. Proposisi 42.10 mengatakan dua hal sekaligus: setiap titik pada garis sumbunya berjarak sama dari AA dan BB, dan setiap titik yang berjarak sama terletak pada garis sumbu itu. Yang mana di antara keduanya yang menjawab pertanyaan air mancur pada Latihan 42.8? Apa yang dikatakan proposisi itu tentang titik yang tidak pada garis sumbunya?
  3. Ambillah titik MM di sisi garis sumbu yang sama dengan AA. Ruas garis [MB][MB] memotong garis sumbu itu di titik PP. Bandingkan jalur MPBM \to P \to B dengan jalur MPAM \to P \to A, lalu jelaskan mengapa MM lebih dekat ke AA daripada ke BB: garis sumbunya membelah kertas menjadi “sisi AA” dan “sisi BB”.
  4. Dua sekolah AA dan BB melayani sebuah kota. Setiap anak berjalan ke sekolah yang lebih dekat. Gambarlah peta kecil dengan AA dan BB, lalu warnailah daerah kota yang tepat dilayani sekolah AA. Garis apa yang menjadi batasnya?
  5. Sekolah ketiga CC dibuka (letakkan agar ketiga sekolahnya membentuk segitiga). Lukislah garis sumbu [AB][AB] dan garis sumbu [BC][BC], lalu sebutlah OO titik potongnya. Dua kesamaan jarak apa yang dipenuhi OO, dan mengapa?

Bagian II — Tiga pohon, satu titik, satu lingkaran.

  1. Simpulkan dari pertanyaan 5 bahwa OA=OCOA = OC — dan karena itu OO juga terletak pada garis sumbu [AC][AC], yang tidak pernah kamu gambar. Simpulkan: ketiga garis sumbu sisi sebuah segitiga semuanya melalui satu titik.
  2. Jelaskan mengapa lingkaran berpusat OO dengan jari-jari OAOA juga melalui BB dan melalui CC: itulah satu-satunya lingkaran yang melalui ketiga titik itu — lingkaran luar segitiga ABCABC.
  3. Lukislah segitiga dengan sisi 66 cm, 55 cm dan 44 cm (Metode 41.2), lalu lingkaran luarnya. Mengapa cukup menggambar dua garis sumbu saja untuk menemukan pusatnya?
  4. Piring yang pecah: seorang arkeolog menggali sekeping pecahan yang bagian utuhnya hanya sepotong tepi lingkaran piring itu. Jelaskan resep yang memulihkan pusat dan jari-jari piring aslinya — lalu ujilah: gambarlah busur lingkaran dengan jangkamu, “lupakan” pusatnya, tandailah tiga titik pada busurnya, lalu bangunlah kembali.
  5. Mungkinkah tiga titik sama sekali tidak punya lingkaran yang melaluinya? Andaikan AA, BB, CC segaris. Apa yang dapat dikatakan tentang garis sumbu [AB][AB] dan garis sumbu [BC][BC] (Proposisi 40.3)? Simpulkan.

Bagian III — Sumbu di mana-mana, dan cermin yang berjalan.

  1. Contoh 42.7 membilang 33 sumbu untuk segitiga sama sisi dan 44 untuk persegi. Terkalah hitungannya untuk segi lima beraturan dan segi enam beraturan, lalu jelaskan di mana sumbunya lewat pada tiap keadaan (banyak sisi yang ganjil melawan yang genap: kedua keadaannya berbeda).
  2. Lipatlah selembar kertas sekali lalu guntinglah sebuah bentuk menembus kedua lapisannya; bukalah lipatannya. Mengapa lubangnya selalu punya sumbu simetri, apa pun yang kamu gunting, dan garis mana yang menjadi sumbunya?
  3. Lipatlah kertasnya dua kali — lipatan kedua tegak lurus terhadap yang pertama — guntinglah, lalu bukalah. Berapa sumbu simetri yang paling sedikit dipunyai lubangnya, dan berapa salinan guntinganmu yang kamu lihat? (Kepingan salju kertas adalah gagasan ini yang dilipat lebih jauh.)
  4. Cermin yang berjalan: di kertas berpetak, gambarlah sumbu tegak d1d_1, sebuah bendera kecil FF di sebelah kirinya, dan sumbu tegak kedua d2d_2, 44 petak di sebelah kanan d1d_1. Cerminkan FF terhadap d1d_1 (bayangannya FF'), lalu cerminkan FF' terhadap d2d_2 (bayangannya FF''). Bandingkan FF dan FF'': arah hadapnya sama atau tercermin? Berapa petak gambarnya berpindah? Bandingkan dengan jarak antara kedua sumbunya.
  5. Percobaan yang sama dengan d2d_2 tegak lurus terhadap d1d_1: cerminkan benderanya terhadap sumbu tegak, lalu bayangannya terhadap sumbu mendatar. Jelaskan letak FF'' terhadap FF dan terhadap titik potong kedua sumbunya. (Kamu baru saja menemukan transformasi tahun depan: Bab 52.)
Solusi

Solusi Soal 42.1.

1. Lukisannya seperti pada Metode 42.11; untuk sembarang MM pada garis itu, penggaris membenarkan MA=MBMA = MB (Proposisi 42.10).

2. Pertanyaan air mancurnya memerlukan arah yang kedua: semua titik yang berjarak sama terletak pada garis sumbunya, jadi tempat yang mungkin tepatnya garis itu dan tidak ada yang lain. Dan titik yang tidak pada garis sumbunya karena itu tidak berjarak sama: ia jelas lebih dekat ke salah satu pohonnya.

3. Kedua jalurnya berbagi ruas [MP][MP], dan PB=PAPB = PA karena PP terletak pada garis sumbunya. Jadi jalur MPBM \to P \to B sama panjang dengan jalur MPAM \to P \to A, yaitu MP+PAMP + PA. Sekarang MBMB adalah rute lurus ke BB — di sini ia memang jalur lewat PP, jadi MB=MP+PAMB = MP + PA; dan rute lurus ke AA lebih pendek daripada memutar lewat PP: MA<MP+PA=MBMA < MP + PA = MB. Setiap titik di sisi AA dari garis sumbunya lebih dekat ke AA.

4. Batasnya adalah garis sumbu [AB][AB]: sekolah AA tepat melayani paruh kota di sisinya sendiri terhadap garis itu (pertanyaan 3), sekolah BB paruh yang lain, dan anak yang tinggal tepat pada garisnya boleh memilih salah satu.

5. OO terletak pada garis sumbu [AB][AB], jadi OA=OBOA = OB; dan pada garis sumbu [BC][BC], jadi OB=OCOB = OC (Proposisi 42.10).

6. Dari OA=OBOA = OB dan OB=OCOB = OC: OA=OCOA = OC. Menurut arah kedua Proposisi 42.10, titik yang berjarak sama dari AA dan CC terletak pada garis sumbu [AC][AC]: garis sumbu ketiga melalui OO tanpa diminta. Ketiga garis sumbu sisi segitiga mana pun berpotongan di satu titik.

7. Lingkaran berpusat OO dengan jari-jari OAOA terdiri atas semua titik yang berjarak OAOA dari OO (Definisi 40.5); karena OB=OAOB = OA dan OC=OAOC = OA, titik BB dan CC terletak padanya. Satu pusat, satu jari-jari, tiga titik terlayani: itulah lingkaran yang melalui AA, BB dan CC.

8. Dua garis sumbu sudah cukup karena yang ketiga otomatis (pertanyaan 6): titik potong keduanya sudah memenuhi ketiga kesamaan jarak itu. Lingkarannya digambar dengan pusat OO dan jangka yang dibuka dari OO ke salah satu titik sudutnya.

9. Resepnya: tandailah tiga titik AA, BB, CC pada busur yang selamat; gambarlah garis sumbu tali busur [AB][AB] dan [BC][BC]; titik potongnya adalah pusat piring itu, dan jaraknya ke AA adalah jari-jarinya. Cara ini berhasil karena tepi piringnya adalah lingkaran yang melalui ketiga titik yang ditandai — dan pertanyaan 8 mencari satu-satunya lingkaran yang melalui ketiganya. Busur ujinya terbangun kembali dengan tepat.

10. Kalau AA, BB, CC segaris, garis sumbu [AB][AB] dan garis sumbu [BC][BC] sama-sama tegak lurus terhadap garis yang sama (AB)=(BC)(AB) = (BC) — jadi keduanya sejajar satu sama lain (Proposisi 40.3) dan, karena berbeda, tidak pernah berpotongan. Tidak ada titik yang berjarak sama dari ketiganya, dan tidak ada lingkaran yang melalui tiga titik yang segaris.

11. Segi lima beraturan: 55 sumbu, masing-masing melalui satu titik sudut dan titik tengah sisi di hadapannya (banyaknya ganjil: setiap sumbunya sejenis). Segi enam beraturan: 66 sumbu — tiga melalui titik sudut yang berhadapan dan tiga melalui titik tengah sisi yang berhadapan (banyaknya genap: dua jenis, separuh-separuh). Polanya: segi banyak beraturan dengan nn sisi punya nn sumbu.

12. Guntingannya menembus kedua lapisan sekaligus, jadi kedua lapisannya kehilangan potongan yang persis sepadan; membuka lipatannya adalah pencerminan terhadap garis lipatnya, yang mengirim tepi tiap lapisan ke tepi lapisan yang lain. Lubangnya adalah bayangan cerminnya sendiri: garis lipatnya adalah sumbu simetrinya — apa pun yang digunting.

13. Lubang yang sudah dibuka punya sedikitnya 22 sumbu simetri, yaitu kedua garis lipatnya, dan guntingannya muncul dalam 44 salinan (setiap kali dibuka gambarnya berlipat dua: 1241 \to 2 \to 4). Melipat lebih banyak kali dengan gaya kepingan salju melipatgandakan salinan dan sumbunya lebih jauh lagi.

14. FF'' punya arah hadap yang sama dengan FF (dua pembalikan cermin saling meniadakan), ukuran yang sama dan ketinggian yang sama — ia sekadar FF yang digeser ke kanan. Pergeserannya berukuran 88 petak: tepat dua kali jarak antara kedua sumbunya. Dua cermin yang sejajar bersama-sama sama sekali tidak mencerminkan: keduanya menggeser.

15. FF'' lagi-lagi berukuran sama, tetapi kini ia tampak terbalik, karena terputar setengah putaran terhadap titik potong kedua sumbunya: setiap titik FF'' berseberangan diametral dengan titik FF yang bersesuaian melalui pusat itu. Dua cermin yang tegak lurus menyusun setengah putaran — yaitu simetri pusat pada Bab 52.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium