Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

41Segitiga dan Segi Empat

Segitiga dan segi empat adalah bangun dasar dalam geometri. Tujuan bab ini adalah mengenal keluarga istimewanya — segitiga sama kaki, sama sisi, siku-siku; persegi panjang, belah ketupat, persegi — lewat sifat yang mendefinisikannya, lalu melukisnya dengan tepat memakai penggaris dan jangka.

41.1 Segitiga

Definisi 41.1 (Segitiga istimewa)

Segitiga ABCABC punya tiga titik sudut dan tiga sisi. Ia disebut:

  • sama kaki di AA jika AB=ACAB = AC (dua sisi sama panjang);
  • sama sisi jika AB=BC=CAAB = BC = CA (tiga sisi sama panjang);
  • siku-siku di AA jika sudut BAC^\widehat{BAC} adalah sudut siku-siku. Sisi [BC][BC] yang berhadapan dengan sudut siku-siku itu disebut sisi miring.
Tiga segitiga istimewa. Garis kecil menandai sisi yang sama panjang; persegi kecil menandai sudut siku-siku.
Tiga segitiga istimewa. Garis kecil menandai sisi yang sama panjang; persegi kecil menandai sudut siku-siku.

Metode 41.2 (Melukis segitiga dari ketiga sisinya)

Untuk melukis ABCABC dengan AB=5AB = 5 cm, AC=4AC = 4 cm, BC=3BC = 3 cm:

  1. gambarlah ruas garis [AB][AB] sepanjang 55 cm dengan penggaris;
  2. gambarlah busur lingkaran berpusat AA dengan jari-jari 44 cm (semua titik yang berjarak 44 cm dari AA);
  3. gambarlah busur lingkaran berpusat BB dengan jari-jari 33 cm;
  4. titik CC adalah tempat kedua busur itu berpotongan; hubungkan ia ke AA dan BB.
Melukis segitiga dengan jangka: titik sudut C adalah titik potong dua busur. (Pada  kamu akan melihat kapan lukisan semacam itu mungkin dilakukan.)
Melukis segitiga dengan jangka: titik sudut CC adalah titik potong dua busur. (Pada Bab 51 kamu akan melihat kapan lukisan semacam itu mungkin dilakukan.)

41.2 Segi empat

Definisi 41.3 (Segi empat istimewa)

Segi empat punya empat titik sudut dan empat sisi. Ia disebut:

  • persegi panjang jika keempat sudutnya siku-siku;
  • belah ketupat jika keempat sisinya sama panjang;
  • persegi jika ia keduanya sekaligus: empat sudut siku-siku dan empat sisi sama panjang.

Proposisi 41.4 (Sifat diagonalnya)

Pada segi empat ini, kedua diagonalnya saling memotong di titik tengah bersamanya, dan lebih dari itu:

  • pada persegi panjang, diagonalnya sama panjang;
  • pada belah ketupat, diagonalnya saling tegak lurus;
  • pada persegi, keduanya sekaligus.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Tiga segi empat istimewa dengan diagonalnya (warna merah). Persegi mewarisi sifat persegi panjang sekaligus sifat belah ketupat.
Tiga segi empat istimewa dengan diagonalnya (warna merah). Persegi mewarisi sifat persegi panjang sekaligus sifat belah ketupat.

Catatan 41.5

Persegi itu otomatis merupakan persegi panjang (ia punya empat sudut siku-siku) dan otomatis merupakan belah ketupat (empat sisi sama panjang). Jadi “persegi panjang” tidak berarti “bukan persegi”! Dalam matematika, bangun yang lebih istimewa termasuk ke dalam keluarga yang lebih umum.

Contoh 41.6 (Mengenali bangun dari sifatnya)

Sebuah segi empat punya empat sisi sepanjang 44 cm dan satu sudut siku-siku. Bangun apa itu? Empat sisi sama panjang membuatnya belah ketupat. Pada belah ketupat, sudut yang berhadapan sama besar dan keempat sudutnya berjumlah 360360^\circ; satu sudut siku-siku lalu memaksa keempatnya menjadi siku-siku (hal ini akan dibuktikan bersama jajargenjang pada Bab 52). Jadi bangunnya persegi.

Metode 41.7 (Program melukis)

Program melukis adalah daftar langkah yang dapat diikuti siapa pun untuk menggambar ulang sebuah gambar dengan tepat. Tulislah satu langkah per baris, namailah setiap titik ketika ia dibuat, dan pakailah hanya: “gambarlah ruas garis / garis / lingkaran…”, “letakkan titiknya di tempat … berpotongan”. Ujilah programmu dengan mengikutinya secara harfiah, kata demi kata.

Contoh 41.8

Program untuk persegi ABCDABCD dengan sisi 44 cm:

  1. Gambarlah ruas garis [AB][AB] dengan AB=4AB = 4 cm.
  2. Gambarlah garis tegak lurus terhadap (AB)(AB) di AA; padanya, letakkan DD pada jarak 44 cm dari AA (pilihlah satu sisi garis lalu tetaplah di sana).
  3. Gambarlah garis tegak lurus terhadap (AB)(AB) di BB; padanya, letakkan CC pada jarak 44 cm dari BB, di sisi yang sama dengan DD.
  4. Hubungkan CC dan DD.

Periksalah dengan penggaris: DCDC semestinya juga berukuran 44 cm.

41.3 Latihan

Latihan 41.1

Lukislah segitiga ABCABC dengan AB=6AB = 6 cm, AC=5AC = 5 cm dan BC=4BC = 4 cm, mengikuti Metode 41.2.

Solusi

Solusi Latihan 41.1.

Ikutilah caranya: ruas garis [AB][AB] sepanjang 66 cm, busur berjari-jari 55 cm berpusat di AA, busur berjari-jari 44 cm berpusat di BB; titik potongnya adalah CC.

Latihan 41.2

Lukislah segitiga sama kaki DEFDEF dengan DE=DF=5DE = DF = 5 cm dan EF=3EF = 3 cm. Dua sudut mana pada segitiga ini yang tampak sama besar? Ukurlah untuk memeriksanya.

Solusi

Solusi Latihan 41.2.

Alas [EF][EF] sepanjang 33 cm, lalu dua busur berjari-jari 55 cm berpusat di EE dan FF; perpotongannya adalah DD. Kedua sudut alasnya DEF^\widehat{DEF} dan DFE^\widehat{DFE} sama besar (kira-kira 72.572.5^\circ masing-masing) — akibat simetri segitiga sama kaki (Contoh 42.8).

Latihan 41.3

Lukislah segitiga sama sisi dengan sisi 44 cm hanya memakai penggaris dan jangka. Ukurlah salah satu sudutnya.

Solusi

Solusi Latihan 41.3.

Ruas garis sepanjang 44 cm, lalu dua busur berjari-jari 44 cm berpusat di kedua ujungnya. Setiap sudutnya berukuran 6060^\circ.

Latihan 41.4

Golongkan setiap segitiga dari datanya (sama kaki, sama sisi, siku-siku — beberapa jawaban dapat berlaku sekaligus): (a) sisi 77, 77, 77; (b) sisi 55, 55, 88; (c) sudut 9090^\circ, 4545^\circ, 4545^\circ; (d) sudut 6060^\circ, 6060^\circ, 6060^\circ.

Solusi

Solusi Latihan 41.4.

(a) sama sisi (karena itu juga sama kaki). (b) sama kaki (5=55 = 5). (c) siku-siku dan sama kaki (dua sudut sama besar 4545^\circ menghadap dua sisi yang sama panjang). (d) sama sisi (tiga sudut sama besar).

Latihan 41.5

Pada segitiga siku-siku, sisi mana yang menjadi sisi miring? Gambarlah segitiga MNPMNP yang siku-siku di NN, lalu sebutkan sisi miringnya. Titik sudut mana yang tidak pernah disentuh sisi miring itu?

Solusi

Solusi Latihan 41.5.

Sisi miring adalah sisi yang berhadapan dengan sudut siku-siku, dan selalu sisi yang terpanjang. Pada MNPMNP yang siku-siku di NN, sisi miringnya [MP][MP]: ia tidak pernah menyentuh titik sudut siku-sikunya, NN.

Latihan 41.6

Benar atau salah? Berilah alasan untuk tiap jawaban dalam satu kalimat.

  1. Setiap persegi adalah persegi panjang.
  2. Setiap persegi panjang adalah persegi.
  3. Setiap persegi adalah belah ketupat.
  4. Belah ketupat yang punya satu sudut siku-siku adalah persegi.
Solusi

Solusi Latihan 41.6.

1. Benar: persegi punya empat sudut siku-siku, dan itulah definisi persegi panjang.

2. Salah: persegi panjang 5×35 \times 3 punya sisi yang tidak sama panjang.

3. Benar: persegi punya empat sisi sama panjang, dan itulah definisi belah ketupat.

4. Benar: lihat Contoh 41.6.

Latihan 41.7

Lukislah persegi panjang ABCDABCD dengan AB=5AB = 5 cm dan BC=3BC = 3 cm. Ukurlah kedua diagonalnya: apa yang kamu amati?

Solusi

Solusi Latihan 41.7.

Lukisannya memakai garis tegak lurus, seperti pada Contoh 41.8. Kedua diagonalnya berukuran kira-kira 5.85.8 cm: diagonal persegi panjang sama panjang (Proposisi 41.4).

Latihan 41.8

Lukislah belah ketupat yang diagonalnya 66 cm dan 44 cm. (Pakailah Proposisi 41.4: gambarlah kedua diagonalnya dulu — saling tegak lurus, berpotongan di titik tengahnya — lalu hubungkan keempat ujungnya.)

Solusi

Solusi Latihan 41.8.

Gambarlah ruas garis sepanjang 66 cm; titik tengahnya OO; garis tegak lurus di OO; padanya, dua titik berjarak 22 cm dari OO di kedua sisinya. Menghubungkan keempat ujungnya memberi belah ketupat (keempat titik sudutnya berjarak 33 cm dan 22 cm dari OO sepanjang garis yang tegak lurus, jadi keempat sisinya sama panjang menurut simetri).

Latihan 41.9 ★★

Tulislah program melukis untuk segitiga sama kaki dengan alas 44 cm dan kaki 66 cm, dengan gaya Contoh 41.8. Tukarkanlah dengan teman sekelas: dapatkah ia mengikutinya tanpa melihat gambarmu?

Solusi

Solusi Latihan 41.9.

Satu program yang benar: 1. gambarlah ruas garis [BC][BC] dengan BC=4BC = 4 cm; 2. gambarlah busur berpusat BB dengan jari-jari 66 cm di atas [BC][BC]; 3. gambarlah busur berpusat CC dengan jari-jari 66 cm di atas [BC][BC]; 4. namailah AA titik potong kedua busur itu; 5. gambarlah ruas garis [AB][AB] dan [AC][AC].

Latihan 41.10 ★★

Gambarlah lingkaran berpusat OO dan salah satu diameternya [AB][AB]. Letakkan sembarang titik MM pada lingkaran lalu gambarlah segitiga AMBAMB. Ukurlah sudut AMB^\widehat{AMB}. Geserlah MM lalu ukur lagi. Apa dugaanmu? (Fakta yang mengejutkan ini dibuktikan pada Bab 60.)

Solusi

Solusi Latihan 41.10.

Bagaimanapun letak MM pada lingkaran, sudut AMB^\widehat{AMB} berukuran 9090^\circ: segitiga AMBAMB siku-siku di MM setiap kali [AB][AB] menjadi diameter. Pembuktiannya menunggu Bab 60.

Latihan 41.11 ★★

Sebuah segi empat punya diagonal yang sama panjang dan saling memotong di titik tengah bersamanya. Pilahlah bangun apa ia pastinya, dengan memakai Proposisi 41.4: persegi panjang, belah ketupat atau persegi? (Hati-hati: hanya satu sifat yang diberikan.)

Solusi

Solusi Latihan 41.11.

Diagonal yang saling memotong di titik tengahnya dan sama panjang: itulah daftar sifat persegi panjang (Proposisi 41.4). Tidak ada yang memaksa diagonalnya tegak lurus, jadi ia tidak harus berupa belah ketupat atau persegi — persegi panjang adalah jawaban yang tepat (persegi juga memenuhinya, tetapi tidak dipaksakan).

Latihan 41.12 ★★★

Pada petak titik 4×44 \times 4, berapa persegi berbeda yang dapat kamu gambar dengan pojoknya pada titik petak — termasuk juga persegi yang “miring”? Gambarlah sedikitnya satu persegi miring lalu jelaskan mengapa sisinya sama panjang.

Solusi

Solusi Latihan 41.12.

Dengan 4×44 \times 4 titik ada 3×33 \times 3 petak. Persegi yang sejajar petak: sisi 11, 22 atau 33 memberi 9+4+1=149 + 4 + 1 = 14 persegi. Persegi miring juga ada: yang kecil, yang sisinya diagonal petak 1×11 \times 1 (seperti (1,0)(1,0), (2,1)(2,1), (1,2)(1,2), (0,1)(0,1)) — ada empat; dan yang lebih besar, yang sisinya diagonal persegi panjang 2×12 \times 1, seperti (1,0)(1,0), (3,1)(3,1), (2,3)(2,3), (0,2)(0,2) — ada dua. Keempat sisi persegi semacam itu sama panjang karena semuanya diagonal persegi panjang yang identik. Seluruhnya: 14+4+2=2014 + 4 + 2 = 20 persegi. (Hitungan mana pun yang menyertakan satu contoh miring yang benar dan 1414 persegi sejajar petak sudah merupakan keberhasilan pada tingkat ini.)

41.4 Soal: Apa yang diketahui oleh diagonalnya

Soal 41.1

Soal akhir pekan — membangun kembali setiap segi empat istimewa hanya dari diagonalnya, dan membilang diagonal segi banyak mana pun

Proposisi 41.4 membaca sebuah bangun lalu menceritakan diagonalnya. Soal ini memainkan permainan itu secara terbalik: diberikan hanya dua ruas garis yang berpotongan — calon diagonalnya — bangun apa yang muncul kalau keempat ujungnya dihubungkan? Kamu akan menyusun “kamus diagonal” yang lengkap, memahami mengapa lukisan belah ketupat pada Latihan 41.8 berhasil, bertemu bangun yang belum punya nama, lalu menutupnya dengan membilang diagonal segi banyak yang sisinya jauh lebih dari empat.

Bagian I — Kamus diagonal. Untuk setiap pertanyaan, gambarlah kedua ruas garis seperti yang dijelaskan, hubungkan keempat ujungnya berurutan, lalu kenali segi empat yang kamu peroleh.

  1. Dua ruas garis yang masing-masing 66 cm, saling tegak lurus, berpotongan di titik tengah bersamanya. Ukurlah keempat sisi dan keempat sudut bangun yang dihasilkan: bangun apa itu?
  2. Dua ruas garis 88 cm dan 55 cm, saling tegak lurus, berpotongan di titik tengah bersamanya. Bangun apa yang muncul (Latihan 41.8)?
  3. Dua ruas garis yang masing-masing 77 cm — sama panjang tetapi tidak saling tegak lurus — berpotongan di titik tengah bersamanya. Ukurlah sisi dan sudutnya: bangun apa dugaanmu?
  4. Dua ruas garis 88 cm dan 55 cm, tidak saling tegak lurus, berpotongan di titik tengah bersamanya. Bangun yang kamu peroleh bukan salah satu dari ketiga bangun pada Definisi 41.3 — jelaskan apa yang kamu lihat (sisi mana yang tampak sama panjang? sejajar?). Segi empat ini menerima namanya pada Bab 52.
  5. Rangkumlah pertanyaan 1–4 menjadi kamus dengan empat baris: diagonalnya sama panjang / tegak lurus / keduanya / bukan keduanya (selalu berpotongan di titik tengahnya) \rightarrow nama (atau gambaran) bangunnya.

Bagian II — Mengapa lukisannya berhasil.

  1. Pada pertanyaan 2, kedua diagonalnya memotong bangun itu menjadi empat segitiga siku-siku di sekeliling titik potongnya. Berapa panjang kedua sisi siku-siku setiap segitiga itu? Jelaskan mengapa keempat segitiganya adalah salinan persis satu sama lain, lalu simpulkan mengapa keempat sisi bangunnya sama panjang — rahasia Latihan 41.8.
  2. Simpulkan sebuah uji yang hanya memakai jangka: setelah membangun bangun apa pun dari diagonalnya, bagaimana kamu dapat memeriksa hanya dengan jangka (tanpa mengukur dengan penggaris) bahwa keempat sisinya sama panjang?
  3. Tulislah program melukis (Metode 41.7) untuk persegi yang diagonalnya berukuran 66 cm — bukan sisinya.
  4. Pada persegi di pertanyaan 8, apakah sisinya lebih panjang atau lebih pendek daripada 33 cm — setengah diagonalnya? Ukurlah untuk mengetahuinya. Setengah jawabannya sudah dapat dibuktikan: berjalan dari satu pojok ke pojok berikutnya lewat pusatnya adalah memutar sejauh 3+33 + 3 cm, dan jalan lurus selalu lebih pendek daripada memutar — jadi sisinya lebih pendek daripada 66 cm. (Membuktikan bahwa ia juga mengalahkan 33 cm, dan menghitungnya dengan tepat, adalah tugas Bab 58.)
  5. Sebuah baris baru untuk kamusnya: gambarlah ruas garis [AC][AC] sepanjang 88 cm; padanya, tandailah titik HH berjarak 33 cm dari AA; melalui HH gambarlah ruas garis tegak lurus [BD][BD] sepanjang 55 cm dengan HH sebagai titik tengah ruas itu. Hubungkan ABCDABCD. Bangun ini disebut layang-layang (satu diagonalnya membagi dua diagonal yang lain, tegak lurus). Dengan memakai segitiga pojok seperti pada pertanyaan 6, carilah sisi mana pada layang-layang yang sama panjang dengan sisi mana.

Bagian III — Membilang diagonal. Diagonal sebuah segi banyak menghubungkan dua titik sudut yang bukan tetangga.

  1. Gambarlah segi empat, segi lima (lima titik sudut) dan segi enam (enam titik sudut), lalu gambarlah semua diagonalnya. Bilanglah: ada berapa pada masing-masing?
  2. Membilang tanpa menggambar, untuk segi enam: dari satu titik sudut, ada berapa diagonal yang berangkat? (Ke berapa dari keenam titik sudut itu ia tidak dapat dihubungkan oleh diagonal?) Mengalikannya dengan keenam titik sudut membilang setiap diagonal tepat dua kali — mengapa? Perolehlah kembali hitunganmu pada pertanyaan 11. (Pembilangan ganda yang sama muncul pada jabat tangan di Soal 37.1.)
  3. Pakailah cara pada pertanyaan 12 untuk membilang diagonal segi banyak dengan 1010 titik sudut, lalu dengan 2020 titik sudut.
  4. Sebuah segi banyak punya tepat 4444 diagonal. Berapa titik sudutnya? (Cobalah cara pada pertanyaan 13 pada beberapa calon.)
  5. Ujilah caramu pada segi banyak yang paling kecil: berapa diagonal yang dipunyai segitiga, dan apa jawaban cara pembilangan pada pertanyaan 12? Tutuplah dengan satu kalimat tentang persamaan jabat tangan dan diagonal.
Solusi

Solusi Soal 41.1.

1. Keempat sisinya berukuran sama (kira-kira 4.24.2 cm) dan keempat sudutnya siku-siku: bangunnya sebuah persegi. (Diagonal yang sama panjang memberi sudut siku-siku, seperti pada persegi panjang; diagonal yang tegak lurus memberi sisi yang sama panjang, seperti pada belah ketupat; keduanya sekaligus memberi persegi, yaitu Proposisi 41.4 yang dibaca terbalik.)

2. Sebuah belah ketupat: empat sisi sama panjang (kira-kira 4.74.7 cm), tetapi tanpa sudut siku-siku — ini persis lukisan pada Latihan 41.8.

3. Keempat sudutnya ternyata siku-siku tetapi sisinya terdiri atas dua panjang yang berbeda: sebuah persegi panjang — inilah keadaan pada Latihan 41.11.

4. Tidak ada pernyataan sama panjang yang bertahan setelah diukur dan tidak ada sudut siku-siku yang muncul; tetapi sisi yang berhadapan sama panjang dua-dua dan tampak sejajar. Inilah “persegi panjang yang miring” pada umumnya, yang diagonalnya sekadar saling membagi dua — yaitu jajargenjang, yang dinamai dan dipelajari pada Bab 52.

5. Diagonal yang berpotongan di titik tengah bersamanya:

diagonalnya…bangunnya
sama panjang dan tegak luruspersegi
tegak lurus sajabelah ketupat
sama panjang sajapersegi panjang
bukan keduanyasi tanpa nama (lihat Bab 52)

6. Setiap segitiga pojoknya punya satu sisi siku-siku pada tiap diagonal: setengah dari 88 cm dan setengah dari 55 cm, jadi sisi siku-sikunya 44 cm dan 2.52.5 cm, dengan sudut siku-siku di antaranya — data yang sama untuk keempatnya. Segitiga yang dibangun dari dua sisi siku-siku yang sama beserta sudut siku-siku di antaranya adalah salinan persis satu sama lain (bangunlah: bukaan jangkanya identik). Karena itu keempat sisi miringnya — yaitu sisi bangun itu — sama panjang: bangunnya belah ketupat.

7. Bukalah jangka sepanjang satu sisi, lalu jalankan ia mengelilingi bangun itu: kalau jarum dan pensilnya mendarat tepat pada tiap pasang pojok yang bertetangga, keempat sisinya sama dengan bukaan itu. Tidak perlu penggaris.

8. Programnya:

  1. Gambarlah ruas garis [AC][AC] dengan AC=6AC = 6 cm lalu letakkan titik tengahnya OO (ukurlah 33 cm dari AA).
  2. Gambarlah garis tegak lurus terhadap (AC)(AC) di OO.
  3. Padanya, letakkan BB dan DD berjarak 33 cm dari OO, satu di tiap sisi.
  4. Hubungkan AA, BB, CC, DD.

Diagonalnya sama panjang (66 cm), tegak lurus, dan saling membagi dua: menurut kamusnya, ABCDABCD adalah persegi.

9. Pengukurannya memberi kira-kira 4.24.2 cm: lebih panjang daripada 33 cm — terkaan yang lazim, “setengah diagonalnya”, ternyata salah. Setengah jawaban yang dapat dibuktikan: untuk pergi dari pojok AA ke pojok BB berikutnya, kita dapat berjalan lurus pada sisi [AB][AB], atau memutar lewat pusatnya AOBA \to O \to B yang memakan 3+3=63 + 3 = 6 cm; sisi yang lurus lebih pendek, jadi sisinya berukuran kurang daripada 66 cm. Bahwa ia juga lebih daripada 33 cm adalah yang ditunjukkan penggaris; Bab 58 akan membuktikannya dan memberi nilai tepatnya (33 cm dikalikan akar kuadrat 22, kira-kira 4.244.24 cm).

10. Keempat segitiga pojok di HH sekarang terdiri atas dua pasang yang sepadan: dua dengan sisi siku-siku 33 cm dan 2.52.5 cm (sisi miringnya [AB][AB] dan [AD][AD]), dua dengan sisi siku-siku 55 cm dan 2.52.5 cm (sisi miringnya [CB][CB] dan [CD][CD]). Jadi AB=ADAB = AD dan CB=CDCB = CD: layang-layang punya dua pasang sisi bertetangga yang sama panjang (belah ketupat adalah layang-layang istimewa yang keempat sisinya sepadan).

11. Segi empat: 22 diagonal. Segi lima: 55. Segi enam: 99.

12. Dari satu titik sudut segi enam, diagonalnya menuju setiap titik sudut kecuali dirinya sendiri dan kedua tetangganya: 63=36 - 3 = 3 diagonal. Enam titik sudut meluncurkan 6×3=186 \times 3 = 18 ujung diagonal — tetapi setiap diagonal sudah terbilang pada kedua ujungnya, sekali dari tiap ujungnya, persis seperti jabat tangan yang dibilang oleh kedua orang yang berjabat (Soal 37.1). Hitungan yang sebenarnya: 18÷2=918 \div 2 = 9. Itu cocok dengan gambarnya.

13. Sepuluh titik sudut: 103=710 - 3 = 7 dari masing-masing, jadi 10×7÷2=3510 \times 7 \div 2 = 35 diagonal. Dua puluh titik sudut: 20×17÷2=17020 \times 17 \div 2 = 170 diagonal.

14. Cobalah beberapa calon: 1010 titik sudut memberi 3535 (pertanyaan 13); 1111 titik sudut memberi 11×8÷2=4411 \times 8 \div 2 = 44. Ketemu: segi banyak itu punya 1111 titik sudut.

15. Segitiga sama sekali tidak punya diagonal: yang “bukan tetangga” dari setiap titik sudutnya adalah … tidak seorang pun, karena kedua titik sudut yang lain sama-sama tetangganya. Caranya sepakat: 33=03 - 3 = 0 dari setiap titik sudut, seluruhnya 00. Jabat tangan dan diagonal adalah hitungan yang sama dengan pakaian yang berbeda: pasangan yang dipilih dari sebuah kelompok, tiap pasangan dibilang sekali — matematika mendaur ulang gagasannya yang bagus.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium