Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

59Titik Tengah dan Garis Sejajar

Hubungkan titik tengah dua sisi sebuah segitiga: ruas garis yang kamu peroleh selalu sejajar dengan sisi yang ketiga, dan panjangnya tepat setengahnya. “Teorema titik tengah” ini beserta konversnya adalah cicipan pertama sebuah gagasan besar — garis sejajar memotong panjang secara sebanding — yang mekar menjadi teorema Thales pada Bab 68.

59.1 Teorema titik tengah

Teorema 59.1 (Teorema titik tengah)

Pada segitiga ABCABC, misalkan II titik tengah [AB][AB] dan JJ titik tengah [AC][AC]. Maka garis (IJ)(IJ) sejajar dengan (BC)(BC), dan

IJ=BC2.IJ = \frac{BC}{2} .

Gagasan buktinya. Misalkan KK titik simetris II terhadap JJ (yaitu setengah putaran, Bab 52). Segi empat AICKAICK punya diagonal [IK][IK] dan [AC][AC] yang berpotongan di titik tengah bersamanya JJ: jadi ia jajargenjang, sehingga KCKC sejajar dengan AIAI, yaitu dengan (AB)(AB), dan KC=AI=IBKC = AI = IB. Lalu IBCKIBCK punya dua sisi berhadapan ([IB][IB] dan [KC][KC]) yang sejajar dan sama panjang: jadi ia pun jajargenjang (Teorema 52.9), sehingga (IK)(BC)(IK) \parallel (BC) — yaitu (IJ)(BC)(IJ) \parallel (BC) — dan BC=IK=2IJBC = IK = 2\,IJ.

Ruas garis titik tengah [IJ] (merah) sejajar dengan sisi ketiganya (BC) dan panjangnya setengahnya.
Ruas garis titik tengah [IJ][IJ] (merah) sejajar dengan sisi ketiganya (BC)(BC) dan panjangnya setengahnya.

Contoh 59.2

Pada segitiga ABCABC dengan BC=9BC = 9 cm, titik tengah II dari [AB][AB] dan JJ dari [AC][AC] dihubungkan. Tanpa pengukuran apa pun: (IJ)(BC)(IJ) \parallel (BC) dan IJ=92=4.5IJ = \frac92 = 4.5 cm. Segitiga kecil AIJAIJ adalah salinan ABCABC berukuran setengahnya — kelilingnya pun setengah keliling ABCABC.

Teorema 59.3 (Konvers)

Pada segitiga ABCABC, garis yang melalui titik tengah II dari [AB][AB] dan sejajar dengan (BC)(BC) memotong sisi [AC][AC] di titik tengahnya.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Contoh 59.4

Sebuah jalan setapak menyeberangi ladang berbentuk segitiga, bermula di tengah salah satu tepinya lalu berjalan sejajar dengan tepi yang di seberangnya. Konversnya menjamin bahwa jalannya keluar tepat di tengah tepi yang lain — tanpa perlu mengukur di sisi yang jauh.

Metode 59.5 (Memilih antara teorema dan konversnya)

  1. Dua titik tengah diketahui \Rightarrow pakailah teorema langsungnya: simpulkan kesejajaran dan setengah panjangnya.
  2. Satu titik tengah dan satu garis sejajar diketahui \Rightarrow pakailah konversnya: simpulkan bahwa titik potongnya adalah titik tengah.
  3. Tulislah segitiga yang mana, titik tengah yang mana dan teorema yang mana yang kamu pakai — satu kalimat untuk masing-masing.

59.2 Segitiga berukuran setengah

Proposisi 59.6 (Segitiga titik tengah)

Menghubungkan ketiga titik tengah sisi sebuah segitiga memotongnya menjadi empat segitiga yang luasnya sama, masing-masing salinan aslinya berukuran setengah.

Bukti. Tiap sisi segitiga titik tengahnya sejajar dengan sebuah sisi ABCABC dan panjangnya setengahnya (Teorema 59.1, yang dipakai tiga kali). Keempat segitiga kecilnya punya sisi dengan ketiga panjang yang sama, jadi keempatnya salinan yang identik; bersama-sama keempatnya mengubin ABCABC, jadi masing-masing punya seperempat luasnya.

Segitiga titik tengah IJK memotong ABC menjadi empat segitiga yang sama — gambar yang layak diingat.
Segitiga titik tengah IJKIJK memotong ABCABC menjadi empat segitiga yang sama — gambar yang layak diingat.

Catatan 59.7 (Menuju Thales)

Teorema titik tengah adalah keadaan “satu setengah” dari kenyataan yang lebih umum: garis yang sejajar dengan salah satu sisi segitiga memotong kedua sisi lainnya dengan perbandingan yang sama — sepertiga dan sepertiga, dua perlima dan dua perlima … Pernyataan umum itu adalah teorema Thales (Bab 68); keadaan titik tengahnya satu-satunya yang diperlukan tahun ini.

59.3 Latihan

Latihan 59.1

Pada segitiga RSTRST, MM adalah titik tengah [RS][RS] dan NN titik tengah [RT][RT], dengan ST=7ST = 7 cm. Apa yang dapat dikatakan tentang garis (MN)(MN) dan panjang MNMN? Sebutkan teorema yang kamu pakai.

Solusi

Solusi Latihan 59.1.

MM dan NN adalah titik tengah dua sisi segitiga RSTRST: menurut teorema titik tengah (Teorema 59.1), (MN)(ST)(MN) \parallel (ST) dan MN=ST2=3.5MN = \frac{ST}{2} = 3.5 cm.

Latihan 59.2

Pada segitiga ABCABC, II adalah titik tengah [AB][AB] dan garis melalui II yang sejajar dengan (BC)(BC) memotong [AC][AC] di JJ, dengan AC=11AC = 11 cm. Hitunglah AJAJ, sambil menyebut teorema yang dipakai.

Solusi

Solusi Latihan 59.2.

II adalah titik tengah dan (IJ)(BC)(IJ) \parallel (BC): menurut konversnya (Teorema 59.3), JJ adalah titik tengah [AC][AC], jadi AJ=112=5.5AJ = \frac{11}{2} = 5.5 cm.

Latihan 59.3

Gambarlah segitiga ABCABC dengan AB=8AB = 8 cm, AC=6AC = 6 cm, BC=7BC = 7 cm, letakkan titik tengah II dari [AB][AB] dan JJ dari [AC][AC], lalu ukurlah IJIJ untuk memeriksa teoremanya. Hitunglah keliling AIJAIJ tanpa mengukur apa pun lagi.

Solusi

Solusi Latihan 59.3.

Pengukurannya memberi IJ=3.5IJ = 3.5 cm =BC2= \frac{BC}{2}. Keliling AIJAIJ: AI=4AI = 4, AJ=3AJ = 3, IJ=3.5IJ = 3.5: seluruhnya 10.510.5 cm — yaitu setengah keliling ABCABC (8+6+7=218 + 6 + 7 = 21 cm).

Latihan 59.4

IJKIJK adalah segitiga titik tengah ABCABC, yang sisinya berukuran 1010, 1212 dan 1616 cm. Sebutkan ketiga sisi IJKIJK dan kelilingnya. Bagaimana perbandingan kedua kelilingnya?

Solusi

Solusi Latihan 59.4.

Tiap sisi IJKIJK adalah setengah sebuah sisi ABCABC: 55, 66 dan 88 cm. Kelilingnya: 1919 cm, yaitu setengah 10+12+16=3810 + 12 + 16 = 38 cm.

Latihan 59.5

Luas sebuah segitiga adalah 3636 cm2^2. Berapa luas segitiga titik tengahnya? Berapa luas tiap segitiga kecil dari keempatnya?

Solusi

Solusi Latihan 59.5.

Segitiga titik tengahnya adalah salah satu dari keempat segitiga yang sama pada Proposisi 59.6: luasnya 364=9\frac{36}{4} = 9 cm2^2 — dan tiap segitiga kecil dari keempatnya berluas 99 cm2^2.

Latihan 59.6 ★★

Pada segitiga ABCABC, II adalah titik tengah [AB][AB], JJ titik tengah [AC][AC] dan KK titik tengah [BC][BC]. Tunjukkan bahwa IJKBIJKB adalah jajargenjang. (Bandingkan [IJ][IJ] dan [BK][BK]: sejajarkah? samakah?)

Solusi

Solusi Latihan 59.6.

Menurut teorema titik tengah pada ABCABC: (IJ)(BC)(IJ) \parallel (BC), yaitu (IJ)(BK)(IJ) \parallel (BK), dan IJ=BC2=BKIJ = \frac{BC}{2} = BK (karena KK titik tengah [BC][BC]). Dua sisi berhadapan IJKBIJKB sejajar dan sama panjang: jadi ia jajargenjang (Teorema 52.9, kriteria 3).

Latihan 59.7 ★★

Sebuah layar berbentuk segitiga punya tepi terbawah sepanjang 6.46.4 m. Sebuah jahitan penguat menghubungkan titik tengah kedua tepi lainnya. Berapa panjang jahitan yang diperlukan? Bagaimana kalau jahitannya justru menghubungkan titik yang terletak pada seperempat tiap tepinya, bermula dari titik sudut yang di atas? (Dugalah dengan gambar; buktinya milik Thales, Bab 68.)

Solusi

Solusi Latihan 59.7.

Jahitannya menghubungkan dua titik tengah: 6.42=3.2\frac{6.4}{2} = 3.2 m. Pada seperempat dari titik sudut atasnya, gambarnya menyarankan jahitan sepanjang 6.44=1.6\frac{6.4}{4} = 1.6 m, sejajar dengan alasnya — yang dibenarkan Thales pada Bab 68.

Latihan 59.8 ★★

Pada segitiga ABCABC yang siku-siku di AA, MM adalah titik tengah sisi miringnya [BC][BC], dan garis sejajar (AB)(AB) yang melalui MM memotong [AC][AC] di NN.

  1. Tunjukkan bahwa NN adalah titik tengah [AC][AC].
  2. Jelaskan mengapa (MN)(MN) tegak lurus terhadap (AC)(AC).
Solusi

Solusi Latihan 59.8.

1. MM adalah titik tengah [BC][BC] dan (MN)(AB)(MN) \parallel (AB): menurut konvers teorema titik tengah (pada segitiga ABCABC, sisi [AC][AC]), NN adalah titik tengah [AC][AC].

2. (MN)(AB)(MN) \parallel (AB) dan (AB)(AC)(AB) \perp (AC) (sudut siku-siku di AA): garis yang sejajar dengan (AB)(AB) juga tegak lurus terhadap (AC)(AC) (Proposisi 40.3). Jadi (MN)(AC)(MN) \perp (AC)ruas garis [MN][MN] adalah potongan garis sumbu yang sekali lagi menunjukkan bahwa MA=MCMA = MC (Teorema 60.1).

Latihan 59.9 ★★★

Misalkan ABCDABCD segi empat apa pun, dan II, JJ, KK, LL titik tengah [AB][AB], [BC][BC], [CD][CD], [DA][DA] (yaitu dugaan pada Latihan 52.11).

  1. Terapkan teorema titik tengah pada segitiga ABCABC untuk ruas garis [IJ][IJ], dan pada segitiga ACDACD untuk ruas garis [LK][LK]: bandingkan masing-masing dengan diagonal [AC][AC].
  2. Simpulkan bahwa IJKLIJKL selalu jajargenjang.
Solusi

Solusi Latihan 59.9.

1. Pada segitiga ABCABC, II dan JJ adalah titik tengah [AB][AB] dan [BC][BC]: (IJ)(AC)(IJ) \parallel (AC) dan IJ=AC2IJ = \frac{AC}{2}. Pada segitiga ACDACD, LL dan KK adalah titik tengah [DA][DA] dan [CD][CD]: (LK)(AC)(LK) \parallel (AC) dan LK=AC2LK = \frac{AC}{2}.

2. Jadi [IJ][IJ] dan [LK][LK] sejajar (keduanya sejajar dengan diagonal (AC)(AC)) dan sama panjang (keduanya setengah ACAC): IJKLIJKL adalah jajargenjang (Teorema 52.9, kriteria 3) — untuk setiap segi empat ABCDABCD, seperti yang diduga pada Latihan 52.11.

59.4 Soal: Ketiga garis berat dan titik berat

Soal 59.1

Soal akhir pekan — garis berat sebuah segitiga bertemu di satu titik, pada dua pertiga sepanjang masing-masingnya

Potonglah sebuah segitiga dari karton yang kaku dan ia akan seimbang, benar-benar datar, di atas ujung pensil yang diletakkan pada satu titik istimewa: titik berat segitiganya. Soal ini mencari titik itu. Garis berat sebuah segitiga adalah ruas garis yang menghubungkan titik sudut dengan titik tengah sisi yang di seberangnya. Kamu akan membuktikan — dengan teorema titik tengah yang dipakai dua kali, dengan cara yang tidak terduga — bahwa ketiga garis beratnya melewati satu titik, lalu menemukan letaknya dengan tepat.

Bagian I — Pemanasan.

  1. Gambarlah segitiga ABCABC yang besar (tanpa bentuk khusus), lukislah titik tengah II dari [AB][AB], JJ dari [AC][AC] dan KK dari [BC][BC], lalu gambarlah ketiga garis beratnya [AK][AK], [BJ][BJ], [CI][CI]. Apa yang kamu amati?
  2. Buktikan bahwa sebuah garis berat memotong segitiganya menjadi dua segitiga yang luasnya sama. (Bandingkan alas dan tingginya, lalu pakailah rumus luasnya: alas ×\times tinggi ÷ 2\div\ 2.) Untuk segitiga seluas 3636 cm2^2, berapa luas kedua kepingnya?
  3. Pada segitiga ABCABC, apa yang dikatakan Teorema 59.1 tentang ruas garis [IJ][IJ]?

Bagian II — Dua garis berat bertemu pada dua pertiganya. Garis berat [BJ][BJ] dan [CI][CI] berpotongan di sebuah titik; sebutlah GG. Misalkan MM titik tengah [GB][GB] dan NN titik tengah [GC][GC].

  1. Terapkan teorema titik tengah pada segitiga GBCGBC: apa yang dikatakannya tentang ruas garis [MN][MN]?
  2. Simpulkan bahwa (IJ)(MN)(IJ) \parallel (MN) dan IJ=MNIJ = MN, lalu simpulkan dengan Teorema 52.9 bahwa IJNMIJNM adalah jajargenjang.
  3. Jelaskan mengapa II dan NN keduanya terletak pada garis berat (CI)(CI), dan JJ dan MM keduanya pada garis berat (BJ)(BJ) — jadi diagonal jajargenjang IJNMIJNM adalah [IN][IN] dan [JM][JM], dan keduanya berpotongan tepat di GG. Lalu apa yang dikatakan definisi jajargenjang tentang GG?
  4. Simpulkan bahwa BM=MG=GJBM = MG = GJ, lalu simpulkan:

    BG=2×GJBG = 2 \times GJ

    — titik GG duduk pada garis berat [BJ][BJ] pada dua pertiga jalan dari titik sudut BB. Nyatakan dan berilah alasan untuk hasil serupa pada garis berat [CI][CI].

  5. Sekarang lupakan [CI][CI] lalu jalankan alasan yang persis sama pada pasangan garis berat [BJ][BJ] dan [AK][AK]: titik potongnya juga duduk pada dua pertiga [BJ][BJ] dari BB. Jelaskan mengapa itu memaksanya menjadi titik GG yang sama — lalu simpulkan bahwa ketiga garis beratnya melewati GG.
  6. Pada segitiga yang garis beratnya [BJ][BJ] berukuran 99 cm, berapa jarak GG dari BB, dan dari JJ?
  7. Berilah alasan (satu kalimat) bahwa AG=2×GKAG = 2 \times GK juga.

Bagian III — Enam irisan yang sama, dan koordinat. Ketiga garis berat itu memotong segitiganya menjadi enam segitiga kecil di sekeliling GG.

  1. Pada segitiga GBCGBC, ruas garis [GK][GK] adalah garis berat. Simpulkan bahwa kedua segitiga kecil GBKGBK dan GKCGKC punya luas yang sama.
  2. Dengan memakai pertanyaan 2 pada segitiga ABKABK dan AKCAKC (keduanya dipotong garis berat [AK][AK] milik ABCABC), tunjukkan bahwa segitiga ABGABG dan ACGACG punya luas yang sama. Dengan mengulanginya memakai garis berat yang lain, simpulkan bahwa ketiga segitiga ABGABG, BCGBCG, CAGCAG semuanya berluas sepertiga luas ABCABC.
  3. Masing-masing dari ketiga segitiga itu terpotong menjadi dua oleh sepotong garis berat (misalnya [GI][GI] adalah garis berat segitiga ABGABG — dilihat dari titik sudut yang mana?). Simpulkan: keenam irisan kecil di sekeliling GG semuanya punya luas yang sama, yaitu seperenam segitiganya.
  4. Pada kisi berkoordinat, gambarlah A(0,0)A(0, 0), B(6,0)B(6, 0) dan C(0,6)C(0, 6), dengan K(3,3)K(3, 3) titik tengah [BC][BC]. Pakailah teorema dua pertiga pada Bagian II untuk menghitung koordinat GG pada garis berat [AK][AK]; lalu periksalah bahwa titik yang sama duduk pada dua pertiga garis berat [BJ][BJ], dengan J(0,3)J(0, 3). Bandingkan koordinat GG dengan rata-rata

    0+6+03,0+0+63.\frac{0 + 6 + 0}{3}, \qquad \frac{0 + 0 + 6}{3} .
  5. Penutup tentang keseimbangannya: dengan memakai pertanyaan 2 dan 8, jelaskan mengapa segitiga kartonnya seimbang di atas mata pisau yang dibaringkan sepanjang garis berat mana pun — karton yang sama banyak pada tiap sisinya — dan mengapa karena itu ujung pensilnya harus diletakkan di GG, yaitu titik yang disebut para fisikawan sebagai titik berat. (Bukti keseimbangan yang benar-benar ketat perlu hitung integral pada volume di tingkat universitas; luas yang sama membuatnya masuk akal untuk hari ini.)
Solusi

Solusi Soal 59.1.

1. Segitiga apa pun yang digambar, ketiga garis beratnya tampak melewati satu titik, yang terletak di dalam segitiganya, jelas lebih dekat ke titik tengah tiap sisinya daripada ke titik sudut yang di seberangnya. Sisa soalnya membuktikannya.

2. Ambillah garis berat [AK][AK] pada segitiga ABCABC: segitiga ABKABK dan AKCAKC punya alas BKBK dan KCKC yang sama panjang (KK adalah titik tengah [BC][BC]) yang dibawa garis yang sama (BC)(BC), dan tinggi yang sama: yaitu jarak dari AA ke (BC)(BC). Menurut rumus luasnya, masing-masing berluas alas ×\times tinggi ÷ 2\div\ 2, dengan alas yang sama dan tinggi yang sama: jadi luasnya sama. Untuk segitiga seluas 3636 cm2^2: dua keping seluas 1818 cm2^2 masing-masing.

3. II dan JJ adalah titik tengah sisi [AB][AB] dan [AC][AC] pada segitiga ABCABC, jadi menurut Teorema 59.1: (IJ)(BC)(IJ) \parallel (BC) dan IJ=BC2IJ = \frac{BC}{2}.

4. MM dan NN adalah titik tengah sisi [GB][GB] dan [GC][GC] pada segitiga GBCGBC, jadi menurut teorema yang sama: (MN)(BC)(MN) \parallel (BC) dan MN=BC2MN = \frac{BC}{2}.

5. Baik (IJ)(IJ) maupun (MN)(MN) sejajar dengan (BC)(BC), jadi keduanya sejajar satu sama lain; dan IJ=BC2=MNIJ = \frac{BC}{2} = MN. Karena itu segi empat IJNMIJNM punya dua sisi berhadapan, [IJ][IJ] dan [NM][NM], yang sejajar dan sama panjang: menurut kriteria 3 pada Teorema 52.9, IJNMIJNM adalah jajargenjang.

6. GG terletak pada garis berat [CI][CI], dan NN adalah titik tengah [GC][GC], yaitu ruas garis yang dibawa garis berat yang sama: jadi II, NN (dan GG, CC) semuanya terletak pada (CI)(CI). Begitu pula JJ, MM dan GG terletak pada garis berat (BJ)(BJ). Pada jajargenjang IJNMIJNM, diagonalnya adalah [IN][IN] dan [JM][JM]; keduanya dibawa kedua garis berat itu, yang berpotongan di GG — jadi diagonalnya berpotongan di GG. Menurut definisi jajargenjang (kriteria 1 pada Teorema 52.9: diagonalnya punya titik tengah yang sama), GG adalah titik tengah [IN][IN] dan [JM][JM]: jadi GI=GNGI = GN dan GJ=GMGJ = GM.

7. MM adalah titik tengah [GB][GB], jadi BM=MGBM = MG; dan MG=GJMG = GJ menurut pertanyaan 6. Karena itu BM=MG=GJBM = MG = GJ: potongan garis berat [BJ][BJ] terpotong menjadi tiga bagian yang sama, yang BGBG mengambil dua:

BG=2×GJ.BG = 2 \times GJ .

Secara simetris, NN adalah titik tengah [GC][GC] dan GN=GIGN = GI, jadi CN=NG=GICN = NG = GI dan CG=2×GICG = 2 \times GI: pada garis berat [CI][CI] pun, titik potongnya duduk pada dua pertiga jalan dari titik sudutnya.

8. Alasannya tidak memakai apa pun yang khusus tentang pasangan [BJ][BJ], [CI][CI]: kalau dijalankan pada pasangan [BJ][BJ], [AK][AK], alasan itu menunjukkan bahwa titik potongnya juga terletak pada [BJ][BJ] pada dua pertiga jalan dari BB. Tetapi hanya ada satu titik pada ruas garis [BJ][BJ] yang berjarak 23BJ\frac23 BJ dari BB — jadi titik potong [BJ][BJ] dan [AK][AK] adalah GG yang persis sama. Karena itu ketiga garis beratnya melewati GG: ketiganya konkuren.

9. BG=23×9=6BG = \frac23 \times 9 = 6 cm dan GJ=13×9=3GJ = \frac13 \times 9 = 3 cm.

10. Menurut pertanyaan 8, perhitungan dua pertiga yang sama berlaku pada garis berat [AK][AK] (jalankan alasan pertanyaan 4–7 dengan pasangan [AK][AK], [BJ][BJ]): AG=2×GKAG = 2 \times GK.

11. Pada segitiga GBCGBC, titik KK adalah titik tengah sisi [BC][BC], jadi [GK][GK] adalah garis berat GBCGBC; menurut pertanyaan 2, segitiga GBKGBK dan GKCGKC punya luas yang sama.

12. Garis berat [AK][AK] memotong ABCABC menjadi ABKABK dan AKCAKC yang luasnya sama (pertanyaan 2). Dengan membuang dari masing-masingnya segitiga kecil pada pertanyaan 11:

luas(ABG)=luas(ABK)luas(GBK),luas(ACG)=luas(AKC)luas(GKC),\text{luas}(ABG) = \text{luas}(ABK) - \text{luas}(GBK), \qquad \text{luas}(ACG) = \text{luas}(AKC) - \text{luas}(GKC),

dan luas yang dibuang itu sama, jadi luas(ABG)=luas(ACG)\text{luas}(ABG) = \text{luas}(ACG). Perhitungan yang sama sepanjang garis berat [BJ][BJ] — yang membagi dua ABCABC menjadi ABJABJ dan CBJCBJ, sedangkan [GJ][GJ], garis berat segitiga GACGAC, membaginya menjadi GAJGAJ dan GCJGCJ — memberi luas(ABG)=luas(CBG)\text{luas}(ABG) = \text{luas}(CBG). Jadi ketiga segitiga ABGABG, BCGBCG, CAGCAG punya luas yang sama, dan karena bersama-sama ketiganya mengubin ABCABC, masing-masing berluas sepertiga seluruhnya.

13. Pada segitiga ABGABG, titik II adalah titik tengah sisi [AB][AB], jadi [GI][GI] adalah garis berat ABGABG dari titik sudut GG: ia memotong ABGABG menjadi dua segitiga yang luasnya sama (pertanyaan 2), yaitu AIGAIG dan IBGIBG. Hal yang sama terjadi pada BCGBCG (garis berat [GK][GK]) dan pada CAGCAG (garis berat [GJ][GJ]). Tiap sepertiga ABCABC terpotong menjadi dua: keenam irisan di sekeliling GG masing-masing berluas 13×12=16\frac13 \times \frac12 = \frac16 segitiganya.

14. Pada garis berat [AK][AK], dari A(0,0)A(0,0) ke K(3,3)K(3,3): GG duduk pada dua pertiga jalannya, jadi koordinatnya adalah (23×3, 23×3)=(2,2)\left(\frac23 \times 3,\ \frac23 \times 3\right) = (2, 2). Pada garis berat [BJ][BJ], dari B(6,0)B(6, 0) ke J(0,3)J(0, 3): dua pertiga jalannya berarti menambahkan dua pertiga perpindahannya (6-6 mendatar, +3+3 tegak):

(6+23×(6), 0+23×3)=(2,2).\left(6 + \tfrac23 \times (-6),\ 0 + \tfrac23 \times 3\right) = (2, 2) .

Titik yang sama — seperti yang dijanjikan pertanyaan 8. Dan 0+6+03=2\frac{0 + 6 + 0}{3} = 2, 0+0+63=2\frac{0 + 0 + 6}{3} = 2: koordinat titik beratnya adalah rata-rata koordinat ketiga titik sudutnya.

15. Menurut pertanyaan 2, mata pisau yang dibaringkan sepanjang sebuah garis berat punya karton yang sama banyak pada tiap sisinya (luasnya sama), jadi segitiganya seimbang sepanjang masing-masing dari ketiga garis beratnya. Titik keseimbangannya harus terletak pada ketiga garis keseimbangannya sekaligus, dan menurut pertanyaan 8 ketiga garis berat itu berbagi tepat satu titik: yaitu GG. Di situlah ujung pensilnya diletakkan. (Luas yang sama pada kedua sisinya adalah versi alasan yang masuk akal; versi yang jujur, yang menimbang di mana kartonnya duduk dan bukan hanya berapa banyaknya, perlu hitung integral pada volume di tingkat universitas — yang membenarkan GG.)