Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

71Statistika dan Peluang

Data dan kebetulan ada di mana-mana: hasil olahraga, ramalan cuaca, permainan. Bab ini mengajarkan cara merangkum sederet bilangan dengan rata-rata, median dan jangkauannya, serta cara menghitung peluang percobaan acak yang sederhana — termasuk percobaan dua langkah, yang ditangani dengan diagram pohon. Kedua pokok bahasannya dikembangkan jauh lebih lanjut di buku Sekolah Menengah pada seri ini.

71.1 Merangkum data

Definisi 71.1 (Rata-rata, median, jangkauan)

Untuk sederet NN bilangan:

  • rata-rata adalah jumlah semua nilainya dibagi NN;
  • median adalah nilai yang membelah deret terurutnya menjadi dua separuh yang sama besar: untuk NN ganjil, yaitu nilai tengahnya; untuk NN genap, yaitu titik tengah kedua nilai tengahnya;
  • jangkauan adalah nilai terbesar dikurangi nilai terkecil.

Contoh 71.2

Nilai seorang murid: 8, 12, 9, 15, 118,\ 12,\ 9,\ 15,\ 11.

  1. Rata-rata: 8+12+9+15+115=555=11\dfrac{8 + 12 + 9 + 15 + 11}{5} = \dfrac{55}{5} = 11.
  2. Median: urutkan deretnya: 8,9,11,12,158, 9, 11, 12, 15; nilai tengahnya (yang ke-3) adalah 1111.
  3. Jangkauan: 158=715 - 8 = 7.

Dengan nilai keenam 1717: terurut menjadi 8,9,11,12,15,178, 9, 11, 12, 15, 17, mediannya menjadi titik tengah 1111 dan 1212, yaitu 11.511.5, dan rata-ratanya menjadi 726=12\frac{72}{6} = 12.

Contoh 71.3 (Rata-rata berbobot)

Ukuran sepatu yang terjual dalam sehari:

ukuran38383939404041414242
frekuensi3377663311

Ukuran rata-ratanya adalah

3×38+7×39+6×40+3×41+1×423+7+6+3+1=114+273+240+123+4220=79220=39.6.\frac{3 \times 38 + 7 \times 39 + 6 \times 40 + 3 \times 41 + 1 \times 42} {3 + 7 + 6 + 3 + 1} = \frac{114 + 273 + 240 + 123 + 42}{20} = \frac{792}{20} = 39.6 .

Catatan 71.4

Rata-rata dan median dapat berbeda jauh. Pada deret 10,10,10,10,6010, 10, 10, 10, 60 rata-ratanya 2020 (yang tertarik naik oleh nilai 6060) sedangkan mediannya 1010. Tanyakanlah selalu penunjuk yang mana yang mewakili keadaannya dengan lebih baik.

71.2 Peluang

Definisi 71.5 (Peluang)

Sebuah percobaan acak punya beberapa hasil yang mungkin; sebuah kejadian adalah himpunan hasil. Tiap hasilnya memperoleh sebuah peluang: yaitu bilangan antara 00 dan 11, dengan semua peluang hasilnya berjumlah 11; peluang P(A)\P(A) sebuah kejadian AA adalah jumlah peluang hasilnya. Ketika seluruh nn hasilnya sama-sama mungkin,

P(A)=banyaknya hasil yang menguntungkann.\P(A) = \frac{\text{banyaknya hasil yang menguntungkan}}{n}.

Contoh 71.6

Sebuah roda terbagi menjadi 88 juring yang sama: 33 merah, 33 biru, 22 hijau. Tiap juringnya berpeluang 18\frac18, jadi

P(merah)=38,P(hijau)=28=14,P(bukan hijau)=114=34.\P(\text{merah}) = \frac38, \qquad \P(\text{hijau}) = \frac28 = \frac14, \qquad \P(\text{bukan hijau}) = 1 - \frac14 = \frac34 .

Proposisi 71.7 (Komplemen)

Untuk setiap kejadian AA, kejadian sebaliknya Aˉ\bar A (“AA tidak terjadi”) memenuhi

P(Aˉ)=1P(A).\P(\bar A) = 1 - \P(A).

Bukti. Setiap hasilnya berada di tepat satu dari AA dan Aˉ\bar A, jadi P(A)+P(Aˉ)\P(A) + \P(\bar A) menjumlahkan peluang semua hasilnya, yang bernilai 11.

71.3 Percobaan dua langkah

Metode 71.8 (Diagram pohon)

Untuk percobaan dalam dua langkah:

  1. gambarlah satu cabang untuk tiap hasil langkah pertamanya, lalu lanjutkan tiap cabangnya dengan hasil langkah keduanya, sambil menulis tiap peluangnya pada cabangnya;
  2. kalikan peluang di sepanjang satu jalur untuk memperoleh peluang jalur itu;
  3. jumlahkan peluang semua jalur yang membentuk sebuah kejadian.

Contoh 71.9

Sebuah kantong memuat 22 keping merah dan 33 keping hitam. Ambillah satu keping, catat warnanya, kembalikan, lalu ambil lagi. Tiap pengambilannya memberi merah dengan peluang 25\frac25, dan hitam dengan peluang 35\frac35.

Pohon kedua pengambilan dengan pengembalian: kalikan sepanjang cabangnya, lalu periksalah bahwa keempat jalurnya berjumlah 1.
Pohon kedua pengambilan dengan pengembalian: kalikan sepanjang cabangnya, lalu periksalah bahwa keempat jalurnya berjumlah 11.

Peluang dua keping yang warnanya sama: 425+925=1325\frac{4}{25} + \frac{9}{25} = \frac{13}{25}. Peluang sedikitnya satu merah: 1P(HH)=1925=16251 - \P(\text{HH}) = 1 - \frac{9}{25} = \frac{16}{25}.

Catatan 71.10 (Frekuensi relatif mendekati peluang)

Melempar dadu yang setimbang 60006000 kali memberi kira-kira 10001000 angka enam — bukan persis. Ketika banyaknya pengulangan bertambah, frekuensi relatif yang teramati menjadi makin dekat dengan peluangnya: itulah yang membuat peluang menjadi alat yang tepat untuk memodelkan percobaan berulang (yaitu kisah yang dikembangkan di buku Sekolah Menengah pada seri ini).

71.4 Latihan

Latihan 71.1

Hitunglah rata-rata, median dan jangkauan deret 14, 9, 17, 9, 12, 11, 1214,\ 9,\ 17,\ 9,\ 12,\ 11,\ 12.

Solusi

Solusi Latihan 71.1.

Rata-rata: 14+9+17+9+12+11+127=847=12\dfrac{14 + 9 + 17 + 9 + 12 + 11 + 12}{7} = \dfrac{84}{7} = 12.

Median: terurut menjadi 9,9,11,12,12,14,179, 9, 11, 12, 12, 14, 17; nilai tengahnya (yang ke-44) adalah 1212.

Jangkauan: 179=817 - 9 = 8.

Latihan 71.2

Suhu pada tengah hari selama sepekan adalah 19, 21, 24, 18, 22, 25, 1919,\ 21,\ 24,\ 18,\ 22,\ 25,\ 19 (derajat). Hitunglah rata-ratanya (sampai persepuluhan) dan mediannya.

Solusi

Solusi Latihan 71.2.

Rata-rata: 19+21+24+18+22+25+197=148721.1\dfrac{19 + 21 + 24 + 18 + 22 + 25 + 19}{7} = \dfrac{148}{7} \approx 21.1 derajat.

Median: terurut menjadi 18,19,19,21,22,24,2518, 19, 19, 21, 22, 24, 25; nilai ke-44 adalah 2121 derajat.

Latihan 71.3

Banyaknya gol yang dicetak sebuah tim pada 1010 pertandingan:

gol00112233
pertandingan22443311

Hitunglah rata-rata banyaknya gol tiap pertandingan, dan mediannya.

Solusi

Solusi Latihan 71.3.

Rata-rata:

2×0+4×1+3×2+1×310=0+4+6+310=1310=1.3 gol tiap pertandingan.\frac{2 \times 0 + 4 \times 1 + 3 \times 2 + 1 \times 3}{10} = \frac{0 + 4 + 6 + 3}{10} = \frac{13}{10} = 1.3 \text{ gol tiap pertandingan.}

Median: deret terurutnya adalah 0,0,1,1,1,1,2,2,2,30,0,1,1,1,1,2,2,2,3; nilai ke-55 dan ke-66 keduanya 11: jadi mediannya 11.

Latihan 71.4

Sebuah dadu yang setimbang dilempar sekali. Hitunglah peluang: “memperoleh 33”; “memperoleh bilangan genap”; “memperoleh sedikitnya 33”; “tidak memperoleh 66”.

Solusi

Solusi Latihan 71.4.

P(3)=16\P(3) = \frac16. P(genap)=36=12\P(\text{genap}) = \frac36 = \frac12. P(sedikitnya 3)=P({3,4,5,6})=46=23\P(\text{sedikitnya } 3) = \P(\{3,4,5,6\}) = \frac46 = \frac23. P(bukan 6)=116=56\P(\text{bukan } 6) = 1 - \frac16 = \frac56.

Latihan 71.5

Sebuah kotak berisi 1212 bola: 55 putih, 44 merah dan 33 hijau; satu bola diambil secara acak. Hitunglah P(putih)\P(\text{putih}), P(merah atau hijau)\P(\text{merah atau hijau}), dan P(bukan putih)\P(\text{bukan putih}). Apa yang kamu perhatikan tentang kedua yang terakhir?

Solusi

Solusi Latihan 71.5.

P(putih)=512\P(\text{putih}) = \frac{5}{12}.

P(merah atau hijau)=4+312=712\P(\text{merah atau hijau}) = \frac{4 + 3}{12} = \frac{7}{12}.

P(bukan putih)=1512=712\P(\text{bukan putih}) = 1 - \frac{5}{12} = \frac{7}{12}.

Kedua yang terakhir sama: “bukan putih” adalah kejadian “merah atau hijau”.

Latihan 71.6 ★★

Sebuah koin dilempar, lalu sebuah dadu yang setimbang dilempar. Gambarlah pohonnya (atau bilanglah hasilnya) lalu hitunglah peluang memperoleh sisi gambar dan angka 66; lalu peluang memperoleh sisi gambar atau angka 66 (atau keduanya).

Solusi

Solusi Latihan 71.6.

Semua 1212 hasilnya (sisi koinnya, nilai dadunya) sama-sama mungkin.

Sisi gambar dan angka 66: satu hasil dari 1212: jadi 112\frac{1}{12}.

Sisi gambar atau angka 66: hasil dengan sisi gambar (66 buah) ditambah hasil (sisi angka, 66): jadi 77 hasil, yaitu 712\frac{7}{12}. Membilang tiap kejadiannya lalu mengurangkan tumpang tindihnya memberi hasil yang sama: 612+212112=712\frac{6}{12} + \frac{2}{12} - \frac{1}{12} = \frac{7}{12}.

Latihan 71.7 ★★

Pada kantong Contoh 71.9 (22 merah, 33 hitam), kedua pengambilannya kini dilakukan tanpa pengembalian. Gambarlah pohon yang baru (hati-hati: peluang tingkat keduanya berubah) lalu hitunglah peluang mengambil dua keping hitam, lalu peluang mengambil dua keping yang warnanya berbeda.

Solusi

Solusi Latihan 71.7.

Pengambilan pertama: merah 25\frac25, hitam 35\frac35. Pengambilan kedua tanpa pengembalian: sesudah merah, tersisa 11 merah dan 33 hitam di antara 44; sesudah hitam, tersisa 22 merah dan 22 hitam di antara 44.

Dua hitam: 35×24=620=310\frac35 \times \frac24 = \frac{6}{20} = \frac{3}{10}.

Warna yang berbeda (MH atau HM): 25×34+35×24=620+620=1220=35\frac25 \times \frac34 + \frac35 \times \frac24 = \frac{6}{20} + \frac{6}{20} = \frac{12}{20} = \frac35.

Latihan 71.8 ★★

Sesudah 99 pertandingan, seorang pemain bola basket rata-rata mencetak 1414 angka tiap pertandingan.

  1. Berapa angka yang sudah dicetaknya seluruhnya?
  2. Berapa angka yang harus dicetaknya pada pertandingan ke-1010 agar rata-ratanya 1515?
Solusi

Solusi Latihan 71.8.

1. 9×14=1269 \times 14 = 126 angka.

2. Rata-rata 1515 atas 1010 pertandingan berarti 150150 angka seluruhnya: jadi ia harus mencetak 150126=24150 - 126 = 24 angka.

Latihan 71.9 ★★★

Sebuah permainan: lemparkan dua dadu yang setimbang; kamu menang kalau kedua hasilnya sama (yaitu “sebuah dobel”).

  1. Hitunglah peluang menang.
  2. Kamu bermain dua kali (dengan permainan yang saling bebas). Dengan memakai pohon, hitunglah peluang menang sedikitnya sekali.
Solusi

Solusi Latihan 71.9.

1. Di antara 3636 pasangan yang sama-sama mungkin, dobelnya adalah (1,1),(2,2),,(6,6)(1,1), (2,2), \dots, (6,6): enam buah, jadi P(dobel)=636=16\P(\text{dobel}) = \frac{6}{36} = \frac16.

2. Dua permainan yang saling bebas: pohon dengan menang (16\frac16) atau kalah (56\frac56) pada tiap tingkatnya. Peluang tidak pernah menang: 56×56=2536\frac56 \times \frac56 = \frac{25}{36}. Jadi

P(sedikitnya satu kemenangan)=12536=11360.31.\P(\text{sedikitnya satu kemenangan}) = 1 - \frac{25}{36} = \frac{11}{36} \approx 0.31 .

71.5 Soal: Taruhan Chevalier yang membangkrutkan

Soal 71.1

Soal akhir pekan — perselisihan judi tahun 1654 yang menciptakan teori peluang, dan kebetulan ulang tahun yang mengelabui setiap kelas

Pada tahun 1654 seorang bangsawan Prancis yang gemar berjudi, yaitu Chevalier de Méré, menjadi kaya lewat satu taruhan dadu lalu mulai kalah pada taruhan lain yang dipercayanya setara. Karena bingung, ia bertanya kepada ahli matematika Blaise Pascal; Pascal menulis surat kepada Pierre de Fermat; dan pertukaran surat mereka mendirikan teori peluang. Soal ini memainkan ulang seluruh peristiwanya dengan alat bab ini — hasil yang sama-sama mungkin, pohon dan aturan komplemennya (Proposisi 71.7) — lalu berakhir dengan kebetulan yang paling berlawanan dengan gerak hati di antara semuanya.

Bagian I — Dadu, yang dibilang secara jujur.

  1. Lemparkan dadu yang setimbang dua kali. Dengan memakai pohon (atau tabel 6×66 \times 6), hitunglah peluang tidak ada angka enam pada kedua lemparannya, lalu simpulkan peluang sedikitnya satu angka enam.
  2. Seorang teman sekelas berdalih: “satu peluang dari enam tiap lemparan, dua kali, jadi 16+16=13\frac16 + \frac16 = \frac13.” Bandingkan dengan pertanyaan 1 lalu tunjukkan hasil persis mana yang dibilang penjumlahannya dua kali.
  3. Melempar dua dadu lalu menjumlahkannya: hitunglah peluang jumlahnya 77 dan peluang jumlahnya 22. Mengapa 77 menjadi kegemaran para penjudi?
  4. Perselisihan lama: dengan dua dadu, jumlah 99 atau jumlah 1010 yang lebih mungkin? Bilanglah hasilnya lalu putuskan.
  5. Perumumlah pertanyaan 1: jelaskan mengapa peluang sedikitnya satu angka enam dalam nn lemparan adalah

    1(56) ⁣n,1 - \left(\frac56\right)^{\!n} ,

    karena cabang tanpa angka enam pada pohonnya mengalikan diri dari tingkat ke tingkat.

Bagian II — Kedua taruhan Chevalier.

  1. Taruhan pertama, dengan uang seimbang: sedikitnya satu angka enam dalam empat lemparan sebuah dadu. Hitunglah (56)4\left(\frac56\right)^4 sebagai pecahan dan sebagai bilangan desimal, lalu peluang menang Chevalier itu. Apakah taruhannya bagus?
  2. Penalaran Chevalier sendiri adalah: “empat lemparan pada 16\frac16 masing-masing: jadi 46\frac46 peluang.” Penalaran itu memberi jawaban yang hampir benar di sini — tetapi doronglah ke 77 lemparan: kemustahilan apa yang dihasilkannya, dan kekeliruan pertanyaan 2 yang mana yang diulanginya?
  3. Taruhan kedua, yang dipercayanya setara lewat perbandingan senilai (“2424 lemparan pada 136\frac1{36} masing-masing: lagi-lagi 2436=46\frac{24}{36} = \frac46”): sedikitnya satu dobel enam dalam 2424 lemparan dua dadu. Hitunglah peluang menang yang sebenarnya 1(3536)241 - \left(\frac{35}{36}\right)^{24} (dengan kalkulator). Mengapa Chevalier perlahan bangkrut?
  4. Berapa lemparan dua dadu yang akan memulihkan keunggulannya? Ujilah n=25n = 25 dengan kalkulator lalu simpulkan.
  5. Nyatakan pesan moralnya dalam dua kalimat: apa yang keliru, secara umum, dengan mengalikan sebuah peluang dengan banyaknya percobaan — dan alat yang benar yang mana yang menggantikan godaan itu?

Bagian III — Rata-rata, median, ulang tahun.

  1. Sebuah perusahaan kecil membayar sembilan pegawainya 20002\,000 euro tiap bulan dan direkturnya 2000020\,000. Hitunglah gaji rata-rata dan gaji mediannya (Definisi 71.1). Bilangan yang mana yang sebaiknya dikutip iklan lowongannya secara jujur?
  2. Susunlah daftar lima nilai ujian dengan rata-rata 1212 dan median 1515. Apa yang dikatakan pasangan itu (rata-rata di bawah median) tentang bentuk sebaran nilainya?
  3. Soal ulang tahun: pada kelas berisi 2323 murid, berapa peluang bahwa sedikitnya dua murid berulang tahun sama? Susunlah komplemennya (semua 2323 ulang tahunnya berbeda):

    365365×364365×363365××343365.\frac{365}{365} \times \frac{364}{365} \times \frac{363}{365} \times \dots \times \frac{343}{365} .

    Hitunglah hasil kali ketiga faktor pertamanya, uraikan bagaimana faktornya berkembang, lalu — karena hasil kali seluruhnya kira-kira 0.4930.493 — jawablah pertanyaannya. Kebanyakan orang menduga “sangat tidak mungkin”: apa kata matematikanya?

  4. Gerak hati yang diperbaiki: berapa pasang murid yang dapat berulang tahun sama pada kelas berisi 2323 murid (yaitu bilangan jabat tangan pada Soal 37.1)? Jelaskan dalam satu kalimat mengapa bilangan itu, bukan 2323 itu sendiri, yang menggerakkan kejutannya.
  5. Penutupnya: uraikan sebuah percobaan untuk memeriksa salah satu hasilnya — taruhan de Méré dengan dadu sungguhan, atau soal ulang tahun pada beberapa kelas — lalu nyatakan dengan hati-hati apa yang kamu harapkan dari frekuensi relatif yang teramati ketika banyaknya pengulangan bertambah. (Harapan itu punya nama, yaitu hukum bilangan besar; buktinya menunggu di buku Sekolah Menengah.)
Solusi

Solusi Soal 71.1.

1. Tiap lemparannya punya 55 hasil bukan enam dari 66; tabel 6×66 \times 6 menunjukkan 5×5=255 \times 5 = 25 hasil bebas angka enam dari 3636: jadi P(tanpa enam)=2536P(\text{tanpa enam}) = \frac{25}{36}, sehingga P(sedikitnya satu)=12536=11360.31P(\text{sedikitnya satu}) = 1 - \frac{25}{36} = \frac{11}{36} \approx 0.31.

2. 13=12361136\frac13 = \frac{12}{36} \neq \frac{11}{36}. Penjumlahannya membilang hasil “enam lalu enam” sekali pada tiap 16\frac16: yaitu sekali terlalu sering. Peluang kejadian yang dapat terjadi bersama tidak begitu saja dijumlahkan.

3. Jumlah 77: keenam hasilnya (1,6),(2,5),(3,4),(4,3),(5,2),(6,1)(1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1): jadi P=636=16P = \frac{6}{36} = \frac16. Jumlah 22: hanya (1,1)(1,1): jadi 136\frac{1}{36}. Angka tujuh punya cara terbanyak untuk terjadi — yaitu bagian tengah yang gemuk pada tabel jumlahnya.

4. Jumlah 99: (3,6),(4,5),(5,4),(6,3)(3,6), (4,5), (5,4), (6,3) — yaitu empat hasil, 436\frac{4}{36}. Jumlah 1010: (4,6),(5,5),(6,4)(4,6), (5,5), (6,4) — tiga hasil, 336\frac{3}{36}. Angka sembilan lebih mungkin: bilangannya yang memutuskan, bukan banyaknya “cara menulis” jumlahnya dengan sisi dadu yang tidak berurutan.

5. Tiap tingkat pohonnya mengalikan peluang tanpa angka enam dengan 56\frac56, apa pun yang terjadi sebelumnya: jadi sesudah nn lemparan, P(tanpa enam sama sekali)=(56)nP(\text{tanpa enam sama sekali}) = \left(\frac56\right)^n, dan aturan komplemennya memberi rumusnya.

6. (56)4=62512960.482\left(\frac56\right)^4 = \frac{625}{1296} \approx 0.482, jadi Chevalier menang dengan peluang 10.482=0.5181 - 0.482 = 0.518 — yaitu keunggulan yang tenang dan mantap sebesar hampir 2%2\,\% tiap permainan: taruhan yang sangat baik, dan taruhan itu membayar keretanya.

7. Pada 77 lemparan aturannya memberi 76\frac76 — yaitu peluang yang lebih besar daripada 11, jadi omong kosong. Itulah pembilangan ganda pada pertanyaan 2, yang menumpuk: keberhasilan lemparannya tumpang tindih, dan menjumlahkan peluangnya membilang tumpang tindihnya berulang kali.

8. 1(3536)2410.5086=0.4911 - \left(\frac{35}{36}\right)^{24} \approx 1 - 0.5086 = 0.491: jadi di bawah setengah. Dengan bertaruh uang seimbang pada kejadian 49.1%49.1\,\%, Chevalier kalah kira-kira 22 permainan tiap 100100 secara rata-rata — perlahan, secara misterius (baginya), dan tidak terhindarkan.

9. 1(3536)2510.494=0.5061 - \left(\frac{35}{36}\right)^{25} \approx 1 - 0.494 = 0.506: jadi dengan 2525 lemparan taruhannya berbalik menguntungkan. Satu lemparan memisahkan Chevalier dari keuntungan.

10. Mengalikan sebuah peluang dengan banyaknya percobaan membilang keberhasilan yang tumpang tindih beberapa kali, dan akhirnya menghasilkan jawaban mustahil di atas 11. Jalan yang benar selalu lewat komplemennya: rangkailah peluang kegagalannya dengan perkalian, lalu kurangkan dari 11.

11. Rata-rata: 9×2000+2000010=3800010=3800\frac{9 \times 2\,000 + 20\,000}{10} = \frac{38\,000}{10} = 3\,800 euro. Median: gaji tengahnya keduanya 20002\,000: jadi mediannya 20002\,000 euro. Iklannya sebaiknya mengutip mediannya — sembilan dari sepuluh pekerjanya tidak pernah melihat apa pun yang mendekati 38003\,800; rata-ratanya terseret naik oleh satu pencilan (Contoh 71.3 sudah mengingatkan soal bobot).

12. Misalnya 2,8,15,17,182, 8, 15, 17, 18: mediannya 1515 (yaitu nilai tengahnya), rata-ratanya 605=12\frac{60}{5} = 12. Rata-rata di bawah mediannya mengkhianati ekor nilai yang rendah yang menarik rata-ratanya turun, sedangkan separuh atasnya duduk tinggi.

13. Ketiga faktor pertamanya: 1×364365×3633650.9921 \times \frac{364}{365} \times \frac{363}{365} \approx 0.992. Tiap murid baru harus menghindari satu tanggal terpakai lagi, jadi faktornya mengerut: 3433650.94\frac{343}{365} \approx 0.94 untuk murid ke-2323. Hasil kali seluruhnya jatuh ke kira-kira 0.4930.493 — jadi

P(sedikitnya satu ulang tahun yang sama)0.507:P(\text{sedikitnya satu ulang tahun yang sama}) \approx 0.507 :

jadi lebih baik daripada seimbang, pada kelas berisi hanya 2323 murid. Gerak hati berkata “2323 orang, 365365 hari, tidak mungkin”; matematikanya berkata “lemparkan koin”.

14. Ada 23×222=253\frac{23 \times 22}{2} = 253 pasang. Tiap pasangnya adalah kesempatan baru untuk sebuah kebetulan, dan 253253 kesempatan pada 1365\frac{1}{365} masing-masing bukan lagi perkara kecil: jadi kejutannya larut begitu kita membilang pasangan, bukan orang.

15. Contoh tata caranya: lemparkan dadu dalam blok berisi empat lemparan, sambil mencatat apakah tiap bloknya memunculkan angka enam, untuk 100100 blok; atau kumpulkan daftar ulang tahun banyak kelas yang berisi kira-kira 2323 murid lalu catat berapa bagian yang punya kebetulan. Frekuensi relatif yang teramati akan bergoyang, tetapi ketika banyaknya pengulangan bertambah, frekuensi itu seharusnya menetap makin dekat dengan peluang yang dihitung (0.5180.518; 0.5070.507) — jadi frekuensi relatif menuju peluang: itulah hukum bilangan besar, yang dinyatakan di sini sebagai harapan dan dibuktikan di buku Sekolah Menengah.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium