Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

68Teorema Thales

Bagaimana kamu mengukur tinggi sebuah piramida tanpa memanjatnya? Thales dari Miletus membandingkan bayangannya dengan bayangan sebuah tongkat. Teoremanya — garis sejajar memotong ruas garis menjadi bagian yang sebanding — adalah jantung matematika model berskala, peta, dan perbesaran, sekaligus salah satu teorema bernama yang tertua.

68.1 Teoremanya

Teorema 68.1 (Thales)

Misalkan dua garis bertemu di sebuah titik AA. Ambillah MM pada garis pertama dan NN pada garis kedua, dengan BB lebih jauh sepanjang garis pertama dan CC lebih jauh sepanjang garis kedua. Kalau garis (MN)(MN) dan (BC)(BC) sejajar, maka segitiga AMNAMN dan ABCABC punya sisi yang sebanding:

AMAB=ANAC=MNBC.\frac{AM}{AB} = \frac{AN}{AC} = \frac{MN}{BC}.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Kedua susunan Thales: segitiga bersarang (kiri) dan susunan “kupu-kupu”, tempat M dan N duduk di sisi lain A (kanan). Pada keduanya, (MN) (BC) dan ketiga perbandingannya sama. Kedua susunan Thales: segitiga bersarang (kiri) dan susunan “kupu-kupu”, tempat M dan N duduk di sisi lain A (kanan). Pada keduanya, (MN) (BC) dan ketiga perbandingannya sama.
Kedua susunan Thales: segitiga bersarang (kiri) dan susunan “kupu-kupu”, tempat MM dan NN duduk di sisi lain AA (kanan). Pada keduanya, (MN)(BC)(MN) \parallel (BC) dan ketiga perbandingannya sama.

Metode 68.2 (Menghitung sebuah panjang dengan Thales)

  1. Kenalilah titik AA tempat kedua garisnya berpotongan dan kedua garis sejajarnya; namailah kedua segitiganya;
  2. tulislah ketiga perbandingan yang sama, selalu “segitiga kecil dibagi segitiga besar”;
  3. tahanlah kesamaan kedua perbandingan yang memuat ketiga panjang yang diketahui dan panjang yang belum diketahui;
  4. selesaikan perbandingan yang dihasilkannya dengan perkalian silang.

Contoh 68.3

Pada susunan kiri di atas, andaikan AM=3AM = 3, AB=5AB = 5, AN=2.4AN = 2.4 dan MN=3.3MN = 3.3, lalu marilah kita hitung ACAC dan BCBC. Thales memberi

AMAB=ANAC=MNBC,yaitu35=2.4AC=3.3BC.\frac{AM}{AB} = \frac{AN}{AC} = \frac{MN}{BC}, \qquad\text{yaitu}\qquad \frac35 = \frac{2.4}{AC} = \frac{3.3}{BC}.

Dari 35=2.4AC\frac35 = \frac{2.4}{AC}, dengan mengalikan silang: 3×AC=5×2.4=123 \times AC = 5 \times 2.4 = 12, jadi AC=4AC = 4. Dari 35=3.3BC\frac35 = \frac{3.3}{BC}: 3×BC=16.53 \times BC = 16.5, jadi BC=5.5BC = 5.5.

Contoh 68.4 (Thales dalam kehidupan nyata)

Sebuah tongkat tegak setinggi 11 m melemparkan bayangan 1.51.5 m, sedangkan sebuah pohon melemparkan bayangan 1212 m pada saat yang sama. Sinar matahari sejajar, jadi segitiga tongkat-bayangan dan segitiga pohon-bayangan berada pada susunan Thales:

tinggi pohonnya1=121.5,jadi pohonnya setinggi 8 m.\frac{\text{tinggi pohonnya}}{1} = \frac{12}{1.5}, \qquad\text{jadi pohonnya setinggi } 8 \text{ m.}

68.2 Konversnya

Teorema 68.5 (Konvers Thales)

Dengan titiknya diletakkan seperti pada Teorema 68.1 (MM pada (AB)(AB), NN pada (AC)(AC), dengan urutan yang sama pada kedua garisnya): kalau

AMAB=ANAC,\frac{AM}{AB} = \frac{AN}{AC},

maka garis (MN)(MN) dan (BC)(BC) sejajar.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Metode 68.6 (Membuktikan atau menyangkal kesejajaran)

  1. Hitunglah secara terpisah kedua perbandingannya AMAB\dfrac{AM}{AB} dan ANAC\dfrac{AN}{AC} (sebagai pecahan, bukan sebagai pembulatan);
  2. kalau keduanya sama dan titiknya berurutan sama pada kedua garisnya, maka garisnya sejajar (menurut konvers Thales);
  3. kalau keduanya berbeda, garisnya tidak sejajar — karena kalau sejajar, teorema Thales akan memaksa perbandingannya sama.

Contoh 68.7

Pada garis 1, AM=4AM = 4 dan AB=10AB = 10; pada garis 2, AN=6AN = 6 dan AC=15AC = 15. Maka

AMAB=410=25,ANAC=615=25:\frac{AM}{AB} = \frac{4}{10} = \frac25, \qquad \frac{AN}{AC} = \frac{6}{15} = \frac25 :

perbandingannya sama, urutannya sama: jadi (MN)(BC)(MN) \parallel (BC).

Dengan AC=14AC = 14 sebagai gantinya: 614=3725\frac{6}{14} = \frac37 \neq \frac25, jadi garisnya tidak sejajar.

68.3 Perbesaran dan pengecilan

Definisi 68.8 (Menskalakan sebuah bangun)

Memperbesar atau mengecilkan sebuah bangun dengan faktor skala k>0k > 0 berarti mengalikan semua panjangnya dengan kk: disebut perbesaran ketika k>1k > 1, dan pengecilan ketika k<1k < 1. Pada susunan Thales, segitiga AMNAMN adalah pengecilan ABCABC dengan faktor k=AMABk = \frac{AM}{AB}.

Proposisi 68.9 (Pengaruhnya pada sudut dan luas)

Menskalakan dengan faktor kk mempertahankan sudut dan bentuk bangunnya, mengalikan setiap panjang dengan kk, dan mengalikan setiap luas dengan k2k^2.

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Melipatduakan panjangnya (k = 2) mengalikan luasnya dengan k2 = 4: empat salinan persegi panjang kecilnya mengubin yang besar.
Melipatduakan panjangnya (k=2k = 2) mengalikan luasnya dengan k2=4k^2 = 4: empat salinan persegi panjang kecilnya mengubin yang besar.

Contoh 68.10

Sebuah foto 10×1510 \times 15 cm diperbesar dengan faktor skala k=3k = 3: cetakannya berukuran 30×4530 \times 45 cm. Luasnya berubah dari 150150 cm2^2 menjadi 150×9=1350150 \times 9 = 1350 cm2^2 — yaitu 99 kali lebih besar, bukan 33.

68.4 Latihan

Latihan 68.1

Garis (MN)(MN) dan (BC)(BC) sejajar, dengan MM pada [AB][AB] dan NN pada [AC][AC]; AM=2AM = 2, AB=6AB = 6, AN=3AN = 3, BC=9BC = 9. Hitunglah ACAC dan MNMN.

Solusi

Solusi Latihan 68.1.

Thales: AMAB=ANAC=MNBC\dfrac{AM}{AB} = \dfrac{AN}{AC} = \dfrac{MN}{BC}, yaitu 26=13\dfrac26 = \dfrac13. Jadi 3AC=13\dfrac{3}{AC} = \dfrac13 memberi AC=9AC = 9, dan MN9=13\dfrac{MN}{9} = \dfrac13 memberi MN=3MN = 3.

Latihan 68.2

Susunan yang sama: AM=5AM = 5, MB=3MB = 3 (hati-hati: MBMB, bukan ABAB!), AN=4AN = 4. Hitunglah ACAC.

Solusi

Solusi Latihan 68.2.

Carilah lebih dahulu AB=AM+MB=5+3=8AB = AM + MB = 5 + 3 = 8. Lalu AMAB=ANAC\dfrac{AM}{AB} = \dfrac{AN}{AC} memberi 58=4AC\dfrac58 = \dfrac{4}{AC}, jadi 5×AC=325 \times AC = 32 dan AC=6.4AC = 6.4.

Latihan 68.3

Pada susunan kupu-kupu, AA terletak antara MM dan BB dan antara NN dan CC, dengan (MN)(BC)(MN) \parallel (BC); AM=3AM = 3, AB=7.5AB = 7.5, AN=2AN = 2, MN=2.6MN = 2.6. Hitunglah ACAC dan BCBC.

Solusi

Solusi Latihan 68.3.

Susunan kupu-kupunya bekerja persis seperti susunan bersarangnya: AMAB=ANAC=MNBC\dfrac{AM}{AB} = \dfrac{AN}{AC} = \dfrac{MN}{BC}, yaitu 37.5=25\dfrac{3}{7.5} = \dfrac25. Jadi 2AC=25\dfrac{2}{AC} = \dfrac25 memberi AC=5AC = 5, dan 2.6BC=25\dfrac{2.6}{BC} = \dfrac25 memberi BC=2.6×52=6.5BC = \dfrac{2.6 \times 5}{2} = 6.5.

Latihan 68.4

MM berada pada [AB][AB] dengan AM=6AM = 6, AB=8AB = 8; NN berada pada [AC][AC] dengan AN=9AN = 9, AC=12AC = 12. Apakah garis (MN)(MN) dan (BC)(BC) sejajar?

Solusi

Solusi Latihan 68.4.

AMAB=68=34\dfrac{AM}{AB} = \dfrac68 = \dfrac34 dan ANAC=912=34\dfrac{AN}{AC} = \dfrac{9}{12} = \dfrac34: perbandingannya sama, titiknya berurutan sama, jadi (MN)(BC)(MN) \parallel (BC) menurut konvers Thales.

Latihan 68.5 ★★

Sama seperti di atas dengan AM=4AM = 4, AB=6AB = 6, AN=5AN = 5, AC=8AC = 8. Apakah (MN)(MN) dan (BC)(BC) sejajar? Berilah alasan dengan hati-hati.

Solusi

Solusi Latihan 68.5.

AMAB=46=23\dfrac{AM}{AB} = \dfrac46 = \dfrac23 dan ANAC=58\dfrac{AN}{AC} = \dfrac58. Pemeriksaan silangnya: 23=1624\dfrac23 = \dfrac{16}{24} dan 58=1524\dfrac58 = \dfrac{15}{24}: perbandingannya berbeda. Kalau garisnya sejajar, teorema Thales akan memaksa keduanya sama — jadi (MN)(MN) dan (BC)(BC) tidak sejajar.

Latihan 68.6 ★★

Seseorang setinggi 1.81.8 m berdiri 22 m dari kaki sebuah lampu jalan; bayangannya berukuran 33 m. Gambarlah susunan Thales yang dibentuk lampunya, orangnya, dan ujung bayangannya, lalu hitunglah tinggi lampunya.

Solusi

Solusi Latihan 68.6.

Misalkan SS ujung bayangannya, PP puncak kepala orangnya, LL puncak lampunya. Orangnya (1.81.8 m pada jarak 33 m dari SS) dan lampunya (tinggi hh pada jarak 3+2=53 + 2 = 5 m dari SS) adalah dua ruas garis tegak yang sejajar yang dipotong sinar cahaya (SL)(SL): Thales dari titik SS memberi

1.8h=35,jadih=1.8×53=3 m.\frac{1.8}{h} = \frac{3}{5}, \qquad\text{jadi}\quad h = \frac{1.8 \times 5}{3} = 3 \text{ m}.

Latihan 68.7 ★★

Sebuah peta punya skala 1:250001 : 25\,000 (panjang pada petanya adalah panjang yang sebenarnya dikalikan k=125000k = \frac{1}{25000}).

  1. Dua desa berjarak 6.86.8 cm pada petanya. Berapa jaraknya yang sebenarnya, dalam km?
  2. Sebuah hutan berluas 88 cm2^2 pada petanya. Berapa luasnya yang sebenarnya, dalam km2^2?
Solusi

Solusi Latihan 68.7.

1. Jarak yang sebenarnya: 6.8×25000=1700006.8 \times 25\,000 = 170\,000 cm =1.7= 1.7 km.

2. Luas menskala dengan k2k^2: luas yang sebenarnya =8×250002= 8 \times 25\,000^2 cm2^2 =8×6.25×108= 8 \times 6.25 \times 10^8 cm2^2 =5×109= 5 \times 10^9 cm2^2. Karena 11 km2=1010^2 = 10^{10} cm2^2, itu berarti 0.50.5 km2^2.

Latihan 68.8 ★★

Segitiga ABCABC punya AB=12AB = 12, AC=15AC = 15, BC=18BC = 18. Titik MM pada [AB][AB] memenuhi AM=8AM = 8, dan garis melalui MM yang sejajar dengan (BC)(BC) memotong [AC][AC] di NN.

  1. Hitunglah ANAN dan MNMN.
  2. Berapa faktor skala dari ABCABC ke AMNAMN? Bandingkan keliling kedua segitiganya.
Solusi

Solusi Latihan 68.8.

1. Perbandingannya adalah AMAB=812=23\dfrac{AM}{AB} = \dfrac{8}{12} = \dfrac23. Thales: AN=23×15=10AN = \frac23 \times 15 = 10 dan MN=23×18=12MN = \frac23 \times 18 = 12.

2. Faktor skalanya k=23k = \frac23. Kelilingnya: ABCABC punya 12+15+18=4512 + 15 + 18 = 45, dan AMNAMN punya 8+10+12=30=23×458 + 10 + 12 = 30 = \frac23 \times 45: jadi kelilingnya pun menskala dengan kk, seperti setiap panjang.

Latihan 68.9 ★★★

Misalkan ABCDABCD sebuah trapesium dengan (AB)(CD)(AB) \parallel (CD), AB=4AB = 4 dan CD=6CD = 6, yang diagonalnya [AC][AC] dan [BD][BD] bertemu di OO. Dengan memakai Thales pada susunan kupu-kupu di sekitar OO, hitunglah perbandingan OAOC\dfrac{OA}{OC}, lalu tunjukkan bahwa OO memotong kedua diagonalnya dengan perbandingan yang sama.

Solusi

Solusi Latihan 68.9.

Di sekitar OO, garis (AC)(AC) dan (BD)(BD) berpotongan, dan (AB)(CD)(AB) \parallel (CD): yaitu susunan kupu-kupu dengan segitiga OABOAB dan OCDOCD. Thales memberi

OAOC=OBOD=ABCD=46=23.\frac{OA}{OC} = \frac{OB}{OD} = \frac{AB}{CD} = \frac46 = \frac23 .

Jadi OAOC=23\dfrac{OA}{OC} = \dfrac23, dan kesamaan OAOC=OBOD\dfrac{OA}{OC} = \dfrac{OB}{OD} mengatakan persis bahwa OO memotong kedua diagonalnya dengan perbandingan yang sama.

68.5 Soal: Penggaris tanpa ukuran, kamera lubang jarum, dan ketiga rata-rata sebuah trapesium

Soal 68.1

Soal akhir pekan — Thales yang bekerja: membagi ruas garis mana pun menjadi bagian yang sama, mengukur Matahari dengan kotak sepatu, dan trapesium tempat ketiga rata-rata terkenalnya bertemu

Teorema Thales adalah matematika sinar: sinar matahari, sinar cahaya lewat lubang jarum, sinar pensil dari sebuah titik sudut. Soal ini memakainya dengan tiga cara — sebagai alat pelukisan (membagi ruas garis sepanjang apa pun, bahkan 2\sqrt2, menjadi bagian yang benar-benar sama), sebagai alat ukur (yaitu diameter Matahari, dengan kotak sepatu dan sekeping uang logam), dan sebagai kaca pembesar pada trapesium Latihan 68.9, tempat rata-rata aritmetika, geometri dan harmonik pada seri ini semuanya muncul dalam satu gambar.

Bagian I — Membagi dengan penggaris tanpa ukuran.

  1. Gambarlah ruas garis [AB][AB] sepanjang 77 cm. Untuk memotongnya menjadi tiga bagian yang sama dengan jangka dan penggaris tanpa ukuran: gambarlah sinar apa saja dari AA (yang tidak melalui BB); langkahkan tiga panjang jangka yang sama padanya, yang memberi titik P1P_1, P2P_2, P3P_3; hubungkan P3P_3 ke BB; lalu gambarlah garis sejajar (P3B)(P_3 B) yang melalui P1P_1 dan P2P_2. Lakukan pelukisannya lalu tandai tempat garis sejajarnya memotong [AB][AB].
  2. Berilah alasan dengan Teorema 68.1 bahwa kedua titik yang ditandai itu memotong [AB][AB] tepat di titik sepertiganya.
  3. Sesuaikan caranya untuk membagi sebuah ruas garis menjadi 55 bagian yang sama, lalu untuk melukis 35\frac35 ruas garis yang diberikan.
  4. Lukislah titik MM pada [AB][AB] dengan AMMB=23\frac{AM}{MB} = \frac23 (yaitu MM pada 25\frac25 jalan dari AA). Berapa langkah yang sama pada sinarnya, dan titik yang mana yang dihubungkan ke BB?
  5. Mengapa pelukisan ini lebih baik daripada mengukur dengan penggaris berskala? Tinjaulah ruas garis sepanjang 2\sqrt2 (yaitu diagonal persegi satuan, yang irasional menurut Soal 65.1): apa yang akan diberikan pengukuran, dan apa yang diberikan Thales?

Bagian II — Kamera lubang jarum. Tusuklah sebuah jarum menembus satu sisi kotak yang tertutup: pada sisi yang di seberangnya, muncul bayangan dunia yang terbalik. Sebuah titik benda, lubang jarumnya, dan titik bayangannya segaris — karena cahaya merambat lurus — jadi bendanya (tinggi HH, pada jarak DD di depan lubangnya) dan bayangannya (tinggi hh, pada dinding belakang sedalam dd di belakang lubangnya) duduk pada susunan kupu-kupu milik Thales.

  1. Turunkan rumus lubang jarumnya h=H×dDh = H \times \frac dD dari Thales pada susunan kupu-kupu di sekitar lubangnya.
  2. Sebuah pohon 1212 m berdiri 3030 m dari kotak sepatu sedalam 2020 cm. Berapa tinggi bayangannya, dan menghadap ke mana?
  3. Arahkan kotaknya ke Matahari: pada d=1d = 1 m di belakang lubang jarumnya, bayangan Mataharinya adalah cakram berdiameter kira-kira 99 mm. Diberikan jarak Mataharinya D=1.5×1011D = 1.5 \times 10^{11} m, hitunglah diameternya dalam notasi ilmiah (yaitu notasi pada Soal 63.1 yang sedang bekerja). Bandingkan dengan nilai sebenarnya, 1.39×1091.39 \times 10^9 m.
  4. Bulan: diameternya 3.5×1063.5 \times 10^6 m, jaraknya 3.8×1083.8 \times 10^8 m. Hitunglah perbandingan diameterjarak\frac{\text{diameter}}{\text{jarak}} untuk Bulan dan untuk Matahari. Kebetulan beruntung apa yang disingkap kedua bilangannya — dan peristiwa menakjubkan apa yang dimungkinkannya?
  5. Dalam satu atau dua kalimat: mengapa bayangan lubang jarumnya terbalik, dan mengapa memperbesar lubang jarumnya membuat bayangannya lebih terang tetapi lebih kabur?

Bagian III — Trapesium ketiga rata-ratanya. ABCDABCD adalah trapesium pada Latihan 68.9: (AB)(CD)(AB) \parallel (CD), AB=4AB = 4, CD=6CD = 6, dengan diagonal yang berpotongan di OO dan OAOC=OBOD=46=23\frac{OA}{OC} = \frac{OB}{OD} = \frac{4}{6} = \frac23.

  1. Latihan kupu-kupu: dua garis berpotongan di OO dengan (MN)(PQ)(MN) \parallel (PQ) pada kedudukan kupu-kupu; OM=3OM = 3, OP=7.5OP = 7.5, MN=4MN = 4 dan OQ=6OQ = 6. Hitunglah PQPQ dan ONON.
  2. Jelaskan bagaimana Thales, yang dipakai dengan perbandingan 12\frac12, memuat teorema titik tengah pada Teorema 59.1 sebagai keadaan khususnya.
  3. Gambarlah garis sejajar alasnya yang melalui OO; garis itu memotong [AD][AD] di EE. Dengan bekerja pada segitiga ACDACD (perhatikan AOAC=25\frac{AO}{AC} = \frac25), hitunglah EOEO.
  4. Menurut perhitungan cerminnya pada segitiga BDCBDC, potongan OFOF (dengan FF pada [BC][BC]) punya panjang yang sama. Simpulkan bahwa

    EF=2×4×64+6=4.8:EF = 2 \times \frac{4 \times 6}{4 + 6} = 4.8 :

    garis sejajar yang melalui potongan diagonalnya berukuran rata-rata harmonik kedua alasnya — yaitu rata-rata perjalanan pulang pergi pada Soal 61.1, yang muncul kembali dalam geometri murni.

  5. Penutup akbarnya: hitunglah ketiga rata-rata klasik kedua alasnya 44 dan 66 — aritmetika 4+62\frac{4+6}{2}, geometri 4×6\sqrt{4 \times 6}, harmonik 2×4×64+6\frac{2 \times 4 \times 6}{4 + 6} — lalu urutkan. Masing-masingnya hidup dalam trapesiumnya: rata-rata aritmetikanya adalah garis tengah yang menghubungkan titik tengah kedua kakinya (Soal 53.1), rata-rata harmoniknya adalah ruas garis EFEF milikmu, dan rata-rata geometrinya adalah garis sejajar yang memotong trapesiumnya menjadi dua trapesium yang sebangun (periksalah nilainya dengan kalkulator; buktinya tantangan tambahan yang manis). Di mana ketaksamaan antara ketiganya sudah dibuktikan dalam buku ini (Soal 60.1, Soal 61.1)?
Solusi

Solusi Soal 68.1.

1. Pelukisannya menghasilkan dua titik pada [AB][AB]; sebutlah keduanya M1M_1 (dari P1P_1) dan M2M_2 (dari P2P_2).

2. Pada segitiga AP3BA P_3 B, garis sejajar (P3B)(P_3 B) yang melalui P1P_1 dan P2P_2 memotong sisinya secara sebanding (Teorema 68.1):

AM1AB=AP1AP3=13,AM2AB=AP2AP3=23.\frac{A M_1}{AB} = \frac{A P_1}{A P_3} = \frac13, \qquad \frac{A M_2}{AB} = \frac{A P_2}{A P_3} = \frac23 .

Jangkanya membuat AP1A P_1, P1P2P_1 P_2, P2P3P_2 P_3 sama, jadi perbandingannya persis sepertiga — berapa pun sudut sinarnya dan bukaan jangka yang dipilih.

3. Untuk seperlima: langkahkan lima panjang yang sama, hubungkan titik kelimanya ke BB, lalu gambarlah empat garis sejajar. Untuk 35\frac35 sebuah ruas garis: gambar yang sama, lalu ambillah titik yang dipotong garis sejajar yang melalui P3P_3: titik itu duduk pada 35\frac{3}{5} dari [AB][AB] dari AA.

4. AMMB=23\frac{AM}{MB} = \frac23 berarti AM=25ABAM = \frac25 AB: lima langkah yang sama pada sinarnya, hubungkan P5P_5 ke BB, lalu garis sejajar yang melalui P2P_2 menandai MM.

5. Mengukur 2=1.41421\sqrt2 = 1.41421\ldots cm selalu hanya memakai desimal yang berhingga banyaknya: setiap “sepertiga” yang terukur adalah hampiran. Pelukisan Thales tidak pernah membaca sebuah bilangan: ia menyerahkan titik yang persis pada 23\frac{\sqrt2}{3} — yaitu bagian yang sama dari ruas garis yang bahkan tidak dapat dinyatakan penggaris mana pun (Soal 65.1).

6. Puncak bendanya, lubangnya dan dasar bayangannya segaris, dan begitu pula dasar bendanya dan puncak bayangannya: yaitu dua garis yang berpotongan di lubangnya, dengan bendanya dan dinding bayangannya sejajar. Thales pada kupu-kupunya:

hH=dD,jadih=H×dD.\frac{h}{H} = \frac{d}{D}, \qquad\text{jadi}\qquad h = H \times \frac dD .

7. h=12×0.2030=0.08h = 12 \times \frac{0.20}{30} = 0.08 m =8= 8 cm — dan terbalik (sinarnya berpotongan di lubangnya).

8. H=h×Dd=9×103×1.5×10111=1.35×109H = h \times \frac Dd = 9 \times 10^{-3} \times \frac{1.5 \times 10^{11}}{1} = 1.35 \times 10^{9} m. Nilai sebenarnya 1.39×1091.39 \times 10^9 m: sebuah kotak sepatu mengukur Matahari sampai selisih beberapa persen saja.

9. Bulan: 3.5×1063.8×1080.0092\frac{3.5 \times 10^6}{3.8 \times 10^8} \approx 0.0092. Matahari: 1.39×1091.5×10110.0093\frac{1.39 \times 10^9}{1.5 \times 10^{11}} \approx 0.0093. Kedua perbandingannya — yaitu besar tampaknya di langit — hampir sama: jadi Bulan dapat menutupi Matahari dengan tepat, tepi bertemu tepi. Kebetulan kosmis itu adalah gerhana matahari total.

10. Setiap sinar harus melewati lubang yang satu itu, jadi sinar dari puncak bendanya berlanjut ke bawah dan sinar dari dasarnya berlanjut ke atas: jadi bayangannya terbalik. Memperbesar lubangnya meloloskan seberkas penuh salinan bayangannya yang sedikit bergeser, yang saling tumpang tindih: lebih terang, tetapi mengabur.

11. PQMN=OPOM=7.53=2.5\frac{PQ}{MN} = \frac{OP}{OM} = \frac{7.5}{3} = 2.5, jadi PQ=10PQ = 10; dan ONOQ=OMOP=12.5\frac{ON}{OQ} = \frac{OM}{OP} = \frac{1}{2.5}, jadi ON=62.5=2.4ON = \frac{6}{2.5} = 2.4.

12. Kalau garis sejajar itu melalui titik tengah salah satu sisinya, perbandingan Thalesnya 12\frac12, jadi garis itu memotong sisi keduanya di titik tengah sisi itu, dan ruas garis sejajarnya berukuran setengah alasnya: yaitu persis Teorema 59.1. Thales adalah teorema titik tengah yang dibebaskan dari perbandingan 12\frac12.

13. Pada segitiga ACDACD, garis (EO)(EO) sejajar dengan alasnya (CD)(CD), dengan AOAC=OAOA+OC=44+6=25\frac{AO}{AC} = \frac{OA}{OA + OC} = \frac{4}{4 + 6} = \frac25. Thales: EODC=AOAC=25\frac{EO}{DC} = \frac{AO}{AC} = \frac25, jadi EO=25×6=2.4EO = \frac25 \times 6 = 2.4.

14. Pada segitiga BDCBDC, dengan cara yang sama BOBD=25\frac{BO}{BD} = \frac25 dan OF=25×6=2.4OF = \frac25 \times 6 = 2.4. Karena itu

EF=EO+OF=4.8=2×4×64+6:EF = EO + OF = 4.8 = \frac{2 \times 4 \times 6}{4 + 6} :

yaitu rata-rata harmonik kedua alasnya — rata-rata perjalanan pulang pergi (Soal 61.1), yang tergambar dalam sebuah trapesium.

15. Aritmetika: 55; geometri: 244.90\sqrt{24} \approx 4.90; harmonik: 4.84.8. Urutannya: 4.8<4.90<54.8 < 4.90\ldots < 5, yaitu harmonik << geometri << aritmetika — dengan kesamaannya hanya untuk alas yang sama. Pada gambarnya: garis tengahnya berukuran 55, garis sejajar yang melalui potongan diagonalnya 4.84.8, dan potongan kesebangunannya 24\sqrt{24}, semuanya bertumpuk di antara alasnya dengan urutan itu. Ketaksamaannya sudah dibuktikan pada Soal 60.1 (geometri \leq aritmetika, lewat lingkaran dan lewat kesamaan) dan Soal 61.1 (harmonik \leq aritmetika); harmonik \leq geometri menyusul dengan menggabungkan keduanya (H×A=G2H \times A = G^2, yang dibuktikan di sana juga).

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium