Mathematics · Buku 1 · Grades 1–9

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah

Matematika Sekolah Dasar dan Menengah · Grades 1–9

53Luas dan Volume

Kelas 6 mengukur persegi panjang, segitiga siku-siku dan balok (Bab 43). Dengan sepasang gunting — potong sepotong di sini, tempel di sana — gagasan yang sama kini memberi luas jajargenjang, luas semua segitiga dan luas cakram, serta volume prisma dan tabung.

53.1 Luas jajargenjang

Teorema 53.1 (Jajargenjang)

Jajargenjang dengan sisi sepanjang bb (alasnya) dan jarak hh antara sisi itu dan sisi yang berhadapan (tingginya) punya luas

A=b×h.A = b \times h .

Bukti dengan gunting. Potonglah segitiga siku-siku yang menonjol di satu sisi lalu tempelkan di sisi yang lain: jajargenjangnya menjadi persegi panjang b×hb \times h dengan luas yang sama.

Bukti dengan gunting: menggeser segitiga merah dari ujung kiri ke ujung kanan mengubah jajargenjangnya menjadi persegi panjang — luasnya sama, b × h.
Bukti dengan gunting: menggeser segitiga merah dari ujung kiri ke ujung kanan mengubah jajargenjangnya menjadi persegi panjang — luasnya sama, b×hb \times h.

Catatan 53.2

Tingginya adalah jarak tegak lurus antara kedua alasnya, bukan panjang sisi miringnya! Jajargenjang yang sangat miring dapat punya sisi yang panjang tetapi luas yang kecil.

53.2 Luas segitiga

Teorema 53.3 (Segitiga)

Segitiga dengan alas bb dan tinggi hh yang bersesuaian (jarak tegak lurus dari titik sudut yang berhadapan ke garis alasnya) punya luas

A=b×h2.A = \frac{b \times h}{2} .

Bukti. Dua salinan segitiga itu, yang satu diputar setengah putaran terhadap titik tengah salah satu sisinya, cocok menjadi sebuah jajargenjang dengan alas bb dan tinggi hh (itulah simetri pusat yang sedang bekerja, Proposisi 52.4). Segitiganya adalah setengah darinya: bh2\frac{bh}{2}.

Sebuah segitiga dan salinannya yang terputar setengah putaran (garis putus-putus) membentuk jajargenjang: luas segitiganya b× h/2. Sisi mana pun dari ketiganya dapat menjadi alasnya — dengan tingginya sendiri.
Sebuah segitiga dan salinannya yang terputar setengah putaran (garis putus-putus) membentuk jajargenjang: luas segitiganya b×h2\frac{b\times h}{2}. Sisi mana pun dari ketiganya dapat menjadi alasnya — dengan tingginya sendiri.

Contoh 53.4

Sebuah segitiga punya alas 99 cm dan tinggi yang bersesuaian berukuran 44 cm:

A=9×42=362=18 cm2.A = \frac{9 \times 4}{2} = \frac{36}{2} = 18 \text{ cm}^2 .

Untuk segitiga siku-siku, kedua sisi siku-sikunya adalah alas dan tingginya: kita menemukan kembali rumus Proposisi 43.6.

53.3 Luas cakram

Teorema 53.5 (Cakram)

Cakram berjari-jari rr punya luas

A=πr2.A = \pi r^2 .

Gagasan buktinya. Potonglah cakramnya menjadi banyak juring tipis yang sama lalu tatalah berselang-seling: juringnya hampir membentuk jajargenjang setinggi rr yang alasnya setengah kelilingnya, yaitu πr\pi r (Proposisi 43.3). Luasnya dekat dengan πr×r=πr2\pi r \times r = \pi r^2, dan hampirannya menjadi sempurna ketika juringnya makin tipis. Bukti yang lengkap perlu hitung integral, dari buku Sekolah Menengah.

Memotong cakramnya lalu membentangkan juringnya: hampir menjadi jajargenjang dengan alas π r (setengah tepinya) dan tinggi r.
Memotong cakramnya lalu membentangkan juringnya: hampir menjadi jajargenjang dengan alas πr\pi r (setengah tepinya) dan tinggi rr.

Contoh 53.6

Permukaan meja bundar berjari-jari 6060 cm. Luasnya π×602=3600π11310\pi \times 60^2 = 3600\pi \approx 11\,310 cm2^2, sedikit lebih dari 1.11.1 m2^2. Perhatikan bedanya: kelilingnya 2πr2\pi r memakai rr, sedangkan luasnya πr2\pi r^2 memakai r2r^2.

53.4 Prisma dan tabung

Definisi 53.7 (Prisma, tabung)

Prisma adalah bangun ruang dengan dua sisi bersegi banyak yang sejajar dan identik (alasnya) yang dihubungkan persegi panjang; tabung adalah bangun yang sama dengan cakram sebagai alasnya. Tingginya adalah jarak antara kedua alasnya.

Teorema 53.8 (Volume)

Untuk prisma atau tabung dengan luas alas BB dan tinggi hh:

V=B×h.V = B \times h .

Bukti. Diterima tanpa bukti pada tingkat ini.

Contoh 53.9

Sebuah tenda adalah prisma yang berbaring pada sisinya: alasnya segitiga dengan alas 22 m dan tinggi 1.51.5 m, dan tendanya sepanjang 33 m.

  1. Luas alasnya: B=2×1.52=1.5B = \frac{2 \times 1.5}{2} = 1.5 m2^2.
  2. Volumenya: V=B×h=1.5×3=4.5V = B \times h = 1.5 \times 3 = 4.5 m3^3.

Sebuah kaleng berjari-jari 44 cm dan tinggi 1111 cm: V=π×42×11=176π553V = \pi \times 4^2 \times 11 = 176\pi \approx 553 cm3^3, kira-kira setengah liter.

53.5 Latihan

Latihan 53.1

Hitunglah luas jajargenjang dengan alas 88 cm dan tinggi 55 cm; lalu luas jajargenjang lain dengan alas 6.56.5 m dan tinggi 44 m.

Solusi

Solusi Latihan 53.1.

8×5=408 \times 5 = 40 cm2^2; 6.5×4=266.5 \times 4 = 26 m2^2.

Latihan 53.2

Sebuah jajargenjang punya sisi 1010 cm dan 66 cm, dan tingginya terhadap alas 1010 cm berukuran 44 cm. Hitunglah luasnya. Mengapa jawabannya bukan 6060 cm2^2?

Solusi

Solusi Latihan 53.2.

A=10×4=40A = 10 \times 4 = 40 cm2^2. Jawabannya bukan 10×6=6010 \times 6 = 60 karena sisi 66 cm itu miring: rumusnya memakai tinggi (jarak tegak lurus), yang 44 cm.

Latihan 53.3

Hitunglah luas segitiga dengan alas 1212 cm dan tinggi 77 cm; luas segitiga siku-siku dengan sisi siku-siku 99 dan 66; luas segitiga dengan alas 5.55.5 m dan tinggi 22 m.

Solusi

Solusi Latihan 53.3.

12×72=42\frac{12 \times 7}{2} = 42 cm2^2; 9×62=27\frac{9 \times 6}{2} = 27; 5.5×22=5.5\frac{5.5 \times 2}{2} = 5.5 m2^2.

Latihan 53.4

Hitunglah luas cakram berjari-jari 55 cm, lalu luas setengah cakram berjari-jari 1010 cm (nilai persis dengan π\pi, lalu dibulatkan ke satuan).

Solusi

Solusi Latihan 53.4.

Cakram: π×52=25π79\pi \times 5^2 = 25\pi \approx 79 cm2^2. Setengah cakram berjari-jari 1010: π×1022=50π157\frac{\pi \times 10^2}{2} = 50\pi \approx 157 cm2^2.

Latihan 53.5

Hitunglah keliling dan luas cakram berjari-jari 33 cm. Jawaban yang mana dalam cm dan yang mana dalam cm2^2?

Solusi

Solusi Latihan 53.5.

Kelilingnya: 2π×3=6π18.82\pi \times 3 = 6\pi \approx 18.8 cm (sebuah panjang, dalam cm). Luasnya: π×32=9π28.3\pi \times 3^2 = 9\pi \approx 28.3 cm2^2 (sebuah permukaan, dalam cm2^2).

Latihan 53.6

Hitunglah volume prisma dengan luas alas 2424 cm2^2 dan tinggi 1010 cm; lalu volume tabung berjari-jari 33 cm dan tinggi 88 cm (persis, lalu dibulatkan).

Solusi

Solusi Latihan 53.6.

Prisma: 24×10=24024 \times 10 = 240 cm3^3. Tabung: π×32×8=72π226\pi \times 3^2 \times 8 = 72\pi \approx 226 cm3^3.

Latihan 53.7

Sebuah segitiga punya luas 2828 cm2^2 dan alas 88 cm. Carilah tinggi yang bersesuaian, dengan menulis persamaannya lebih dahulu.

Solusi

Solusi Latihan 53.7.

8×h2=28\frac{8 \times h}{2} = 28, jadi 4h=284h = 28 dan h=7h = 7 cm.

Latihan 53.8 ★★

Gambarlah segitiga apa saja lalu ukurlah dengan teliti ketiga pasangan alas–tingginya. Hitunglah b×h2\frac{b \times h}{2} untuk tiap pasangannya: ketiga hasilnya seharusnya sesuai (sampai galat pengukuran). Mengapa?

Solusi

Solusi Latihan 53.8.

Ketiga hasil kalinya sesuai karena masing-masing menghitung besaran yang sama — yaitu luas segitiganya. Ini memberi pemeriksaan yang praktis untuk pelukisan, dan cara menghitung sebuah tinggi dari pasangan alas–tinggi yang lain (dipakai pada Latihan 53.12).

Latihan 53.9 ★★

Kebun berbentuk trapesium dapat dibelah, oleh satu diagonal, menjadi dua segitiga yang tingginya sama h=20h = 20 m, dengan alas 3030 m dan 1818 m. Hitunglah luas seluruhnya. Dapatkah kamu menebak rumus umum untuk trapesium?

Solusi

Solusi Latihan 53.9.

Kedua segitiganya punya luas 30×202=300\frac{30 \times 20}{2} = 300 m2^2 dan 18×202=180\frac{18 \times 20}{2} = 180 m2^2: seluruhnya 480480 m2^2. Rumus umum yang disarankan: untuk sisi sejajar aa dan bb pada jarak hh,

A=(a+b)×h2A = \frac{(a + b) \times h}{2}

— yaitu rumus trapesium (di sini (30+18)×202=480\frac{(30+18)\times 20}{2} = 480).

Latihan 53.10 ★★

Vas berbentuk tabung berjari-jari 66 cm berisi air dengan tinggi 1515 cm. Seluruh airnya dituang ke dalam balok kosong yang alasnya 1818 cm ×\times 1212 cm. Tinggi air berapa yang tercapai di dalam baloknya? (Volume sama, alas berbeda.)

Solusi

Solusi Latihan 53.10.

Volume airnya: π×62×15=540π1696\pi \times 6^2 \times 15 = 540\pi \approx 1\,696 cm3^3. Alas baloknya: 18×12=21618 \times 12 = 216 cm2^2. Tinggi yang tercapai: 540π216=2.5π7.9\frac{540\pi}{216} = 2.5\pi \approx 7.9 cm.

Latihan 53.11 ★★

Piza berdiameter 3030 cm berharga 99 euro; piza berdiameter 4040 cm berharga 1414 euro. Hitunglah kedua luasnya dan harga per 100100 cm2^2. Piza mana yang lebih menguntungkan?

Solusi

Solusi Latihan 53.11.

Jari-jarinya 1515 dan 2020 cm. Luasnya: 225π707225\pi \approx 707 cm2^2 dan 400π1257400\pi \approx 1257 cm2^2. Harga per 100100 cm2^2: 97.071.27\frac{9}{7.07} \approx 1.27 euro dan 1412.571.11\frac{14}{12.57} \approx 1.11 euro. Piza yang besar lebih menguntungkan — luas tumbuh dengan kuadrat diameternya.

Latihan 53.12 ★★★

Kedua sisi siku-siku sebuah segitiga siku-siku berukuran 66 cm dan 88 cm, dan sisi miringnya berukuran 1010 cm. Hitunglah luasnya dengan sisi siku-sikunya, lalu pakailah luas itu untuk mencari tinggi terhadap sisi miringnya.

Solusi

Solusi Latihan 53.12.

Dengan sisi siku-sikunya: A=6×82=24A = \frac{6 \times 8}{2} = 24 cm2^2. Dengan sisi miringnya sebagai alas: 24=10×h2=5h24 = \frac{10 \times h}{2} = 5h, jadi h=4.8h = 4.8 cm.

53.6 Soal: Persegi yang lenyap

Soal 53.1

Soal akhir pekan — “bukti” terkenal bahwa 64=6564 = 65, yang dibongkar oleh luas dan kemiringan, dengan piza dan cincin sebagai pencuci mulut

Seorang pesulap memotong persegi 8×88 \times 8 menjadi empat kepingan, menggeser-gesernya, lalu menyusunnya kembali menjadi persegi panjang 5×135 \times 13. Penontonnya membilang: 8×8=648 \times 8 = 64, tetapi 5×13=655 \times 13 = 65 — satu persegi satuan muncul begitu saja dari udara kosong! Rumus luas bab ini persis alat yang menangkap triknya. Soal ini lalu mempekerjakan penalaran luas yang jujur: pada trapesium, pada tumpukan miring, pada perhitungan piza — dan akhirnya kembali kepada pesulapnya untuk pertunjukan kedua yang bahkan lebih aneh.

Bagian I — Triknya, dipentaskan dan dibongkar. Keempat kepingan persegi 8×88 \times 8 itu adalah: dua segitiga siku-siku dengan sisi siku-siku 88 dan 33, dan dua trapesium siku-siku dengan sisi sejajar 55 dan 33 serta tinggi 55.

  1. Hitunglah luas persegi aslinya dan luas persegi panjang yang dinyatakannya. Nyatakan keanehannya dalam satu baris.
  2. Hitunglah luas tiap kepingan dari keempatnya (Teorema 53.3; untuk trapesiumnya, potonglah atau pakailah Latihan 53.9).
  3. Jumlahkan keempat luasnya. Bangun yang mana dari keduanya — persegi atau persegi panjang — yang sungguh dapat diisi kepingannya?
  4. Pada susunan persegi panjangnya, sisi miring sebuah segitiga (naik 33 sepanjang 88) seharusnya melanjutkan tepi miring sebuah trapesium (naik 22 sepanjang 55) dalam satu “diagonal” yang lurus. Ujilah kesegarisannya: apakah naik 33 sepanjang 88 dan naik 22 sepanjang 55 punya kecuraman yang sama (Teorema 49.3)?
  5. Jelaskan di mana persegi keenam puluh lima itu bersembunyi: apa bentuk celah di sepanjang diagonal palsunya, berapa luasnya yang persis, dan mengapa mata melewatkannya? (Berapa lebar rata-rata bilah setipis itu kalau dibentangkan sepanjang diagonal persegi panjangnya, yang kira-kira 1313 satuan panjangnya?)

Bagian II — Penalaran luas yang jujur.

  1. Gambarlah dua garis sejajar yang berjarak 44 cm, sebuah alas sepanjang 66 cm pada salah satunya, lalu tiga segitiga berbeda pada alas itu dengan puncak di berbagai titik pada garis yang lain. Hitunglah ketiga luasnya. Mengapa semuanya sama, ke mana pun puncaknya bergeser di sepanjang garisnya?
  2. Buktikan rumus trapesium secara umum: trapesium dengan sisi sejajar BB dan bb serta tinggi hh, yang dipotong sepanjang sebuah diagonal, memberi dua segitiga dengan tinggi yang sama hh. Simpulkan:

    A=(B+b)×h2.A = \frac{(B + b) \times h}{2} .
  3. Terapkan pada trapesium dengan B=9B = 9 cm, b=5b = 5 cm, h=4h = 4 cm.
  4. Tukang kayu memakai rumus yang sama dalam samaran: luas == (rata-rata kedua sisi sejajarnya) ×\times tinggi. Jelaskan mengapa itu aturan yang sama, lalu hitunglah ulang pertanyaan 8 dengan cara itu.
  5. Miringkan tumpukan kartu remi yang rapi menjadi tumpukan yang condong. Jelaskan mengapa volumenya tidak berubah, dan apa artinya itu bagi tinggi pada rumus prisma V=B×hV = B \times h (Teorema 53.8): tinggi yang mana yang harus diambil untuk tumpukan yang condong — panjang condongnya atau panjang tegaknya? (Bandingkan Latihan 53.2, satu dimensi lebih tinggi.)

Bagian III — Cincin, piza, dan kembalinya pesulap.

  1. Kolam berbentuk lingkaran berjari-jari 33 m terletak di pusat halaman rumput berbentuk lingkaran berjari-jari 55 m. Hitunglah luas cincin rumputnya (persis dengan π\pi, lalu dibulatkan ke m2^2).
  2. Carilah jari-jari cakram tunggal yang luasnya persis sama dengan luas cincin itu. (Ketiga jari-jari yang kini kamu punya membentuk tripel yang terkenal, yang kisahnya diceritakan pada Bab 58.)
  3. Mana yang lebih banyak piza: satu piza berdiameter 4040 cm, atau dua piza berdiameter 2828 cm? Hitunglah lalu bandingkan.
  4. Untuk melipatduakan luas sebuah piza, kira-kira dengan faktor berapa jari-jarinya harus tumbuh? Periksalah calon 1.41.4 (ingatlah bahwa luas mengikuti kuadrat faktor penskalaannya, Soal 44.1), lalu katakan di mana faktor yang persis — bilangan yang kuadratnya 22 — membuat penampilan resminya (Contoh 58.9).
  5. Pesulapnya kembali: ia memotong persegi 13×1313 \times 13 dengan bilangan 55, 88, 1313 memainkan peran yang dimainkan 33, 55, 88 sebelumnya, lalu menyusun ulang persegi panjang 8×218 \times 21. Hitunglah kedua luasnya: apa yang lenyap kali ini? Bilangan 3,5,8,13,213, 5, 8, 13, 21 adalah suku berurutan barisan pada Soal 47.1 — nyatakan polanya pada untung dan rugi pesulapnya, dan pesan moralnya: mengapa luas tidak pernah berbohong?
Solusi

Solusi Soal 53.1.

1. Persegi: 8×8=648 \times 8 = 64. Persegi panjang: 5×13=655 \times 13 = 65. Keempat kepingan yang sama tampak menutupi 6464 persegi satuan pada bangun yang satu dan 6565 pada yang lain: satu satuan luas tercipta dari ketiadaan — katanya begitu.

2. Tiap segitiganya: 8×32=12\frac{8 \times 3}{2} = 12. Tiap trapesiumnya: (5+3)×52=20\frac{(5 + 3) \times 5}{2} = 20.

3. 12+12+20+20=6412 + 12 + 20 + 20 = 64: kepingannya berjumlah 6464, jadi kepingannya dapat mengisi perseginya dengan tepat — dan tidak dapat mengisi persegi panjang yang 6565 satuan. Gambar persegi panjangnya pasti memuat sebuah lubang.

4. Kecuraman yang sama berarti naik 33 sepanjang 88 sebanding dengan naik 22 sepanjang 55; hasil kali silangnya: 3×5=153 \times 5 = 15 dan 2×8=162 \times 8 = 16. Tidak sama: sisi miringnya dan tepi miringnya tidak segaris. “Diagonal” persegi panjangnya adalah dusta — dua kemiringan yang sedikit berbeda yang bertemu pada sudut yang tumpul.

5. Di sepanjang diagonal palsunya keempat kepingan itu meninggalkan celah yang panjang dan luar biasa tipis — sebilah tipis berbentuk jajargenjang yang sangat datar — yang luasnya persis satu persegi satuan yang hilang, 6564=165 - 64 = 1. Kalau dibentangkan sepanjang diagonal yang kira-kira 1313 satuan panjangnya, lebar rata-ratanya kira-kira 1÷130.081 \div 13 \approx 0.08 satuan: pada gambar sungguhan, lebih tipis daripada garis pensil yang menyembunyikannya.

6. Tiap segitiganya punya alas 66 cm dan tinggi 44 cm — yaitu jarak antara kedua garis sejajarnya, di mana pun puncaknya duduk — jadi tiap luasnya 6×42=12\frac{6 \times 4}{2} = 12 cm2^2 (Teorema 53.3). Menggeser puncaknya di sepanjang garis sejajarnya mengubah bentuknya, tidak pernah alas atau tingginya: luasnya sama selamanya.

7. Diagonalnya memotong trapesiumnya menjadi segitiga beralas BB dan segitiga beralas bb, keduanya setinggi hh (yaitu jarak antara sisi sejajarnya):

A=B×h2+b×h2=(B+b)×h2.A = \frac{B \times h}{2} + \frac{b \times h}{2} = \frac{(B + b) \times h}{2} .

8. A=(9+5)×42=562=28A = \frac{(9 + 5) \times 4}{2} = \frac{56}{2} = 28 cm2^2.

9. Rata-rata sisi sejajarnya adalah B+b2\frac{B + b}{2}, jadi (rata-rata) ×h=(B+b)×h2\times h = \frac{(B+b) \times h}{2}: rumus yang sama, yang difaktorkan secara berbeda. Periksa: rata-ratanya =9+52=7= \frac{9+5}{2} = 7, dan 7×4=287 \times 4 = 28 cm2^2.

10. Tumpukan yang condong memuat kartu yang persis sama — lapisan yang sama, masing-masing dengan luas yang sama — jadi volumenya sama. Pada V=B×hV = B \times h, tingginya harus diukur tegak lurus terhadap alasnya (yaitu tinggi tegak tumpukannya), bukan sepanjang condongnya: persis seperti luas jajargenjang yang menghendaki tinggi tegak lurusnya, bukan sisi miringnya (Latihan 53.2), satu dimensi lebih tinggi.

11. Cincinnya =π×52π×32=25π9π=16π50= \pi \times 5^2 - \pi \times 3^2 = 25\pi - 9\pi = 16\pi \approx 50 m2^2 (Teorema 53.5).

12. Cakram dengan luas 16π16\pi berjari-jari 44, karena π×42=16π\pi \times 4^2 = 16\pi. Jari-jarinya 33, 44, 55: tripel yang paling terkenal dalam matematika, yang berperan utama pada Bab 58.

13. Satu piza 4040 cm: jari-jarinya 2020, luasnya π×4001257\pi \times 400 \approx 1\,257 cm2^2. Dua piza 2828 cm: jari-jarinya 1414, bersama-sama 2×π×196=392π12322 \times \pi \times 196 = 392\pi \approx 1\,232 cm2^2. Satu piza yang besar itu lebih banyak daripada dua piza sedang.

14. Menskalakan jari-jarinya dengan 1.41.4 menskalakan luasnya dengan 1.42=1.961.4^2 = 1.96 — hampir dua kali lipat. Faktor yang persis adalah bilangan yang kuadratnya 22, kira-kira 1.4141.414: yaitu bilangan diagonal pada Contoh 58.9. (Patokan kasar: setengah kali lagi lebarnya berarti dua kali pizanya, hampir.)

15. 13×13=16913 \times 13 = 169, tetapi 8×21=1688 \times 21 = 168: kali ini satu persegi satuan menghilang — kepingannya bertindih pada sebilah tipis, bukannya meninggalkan celah. Dengan suku berurutan 3,5,8,13,213, 5, 8, 13, 21 pada barisan Hemachandra–Fibonacci, hasil kalinya berganti-ganti antara satu lebih banyak dan satu lebih sedikit daripada kuadratnya (5×13=65=82+15 \times 13 = 65 = 8^2 + 1, lalu 8×21=168=13218 \times 21 = 168 = 13^2 - 1): pesulapnya bergantian “untung” dan “rugi” satu satuan. Luas tidak pernah berbohong: kepingan yang berjumlah 6464 menutupi 6464, ke mana pun kepingannya digeser — setiap satuan yang hilang atau berlebih sedang bersembunyi pada sebilah tipis, menunggu pemeriksaan kemiringan untuk menyingkapkannya.

Istilah yang didefinisikan dalam bab ini

Lihat semua 395 istilah di glosarium